Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELOR KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA (Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Melatih) Rofinus Lake; Mardit Nikodemus Nalle
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2084

Abstract

Kelompok Wanita Tani merupakan salah satu Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Timor Tengah Utara yang menghasilkan tanaman kelor dan memiliki kontribusi terbesar dalam pengembangan agribisnis kelor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis dan menentukan strategi alternatif tanaman kelor pada Kelompok Wanita Tani Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, dokumentasi, angket, dan survei. Sedangkan data sekunder, peneliti peroleh dari berbagai referensi seperti jurnal, skripsi, tesis, buku, dan Badan Pusat Statistik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 22 orang. Analisis data dengan matriks SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agribisnis kelor terdiri dari 5 subsistem yaitu: pengadaan sarana produksi, produksi, pengolahan, pemasaran, dan penunjang. Diperoleh 8 strategi pengembangan tanaman kelor dan berada pada kuadran II. Sedangkan melalui matriks QSPM didapat 4 strategi prioritas pengembangan, yaitu: 1) Memanfaatkan teknologi pengolahan yang ada untuk memenuhi permintaan produk; 2) Meningkatkan produksi dengan memanfaatkan benih unggul yang dimiliki untuk meminimalisasi tingkat persaingan harga; 3) Meningkatkan modal petani dan teknologi modern untuk meminimalkan persaingan harga. 4) Memanfaatkan kandungan nutrisi tanaman kelor untuk meningkatkan kualitas produk dan mencapai target pasar.
EFISIENSI TEKNIS PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA T’EBA KECAMATAN BIBOKI TANPAH KABUPATEN TTU Mardit Nikodemus Nalle; Wolfgan Tsiompah; Yosefina M Fallo
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/j1djd218

Abstract

Tujuan dari penelitian tersebut adalah: (1) Untuk menganalisis faktor-faktor input yang mempengaruhi produksi usahatani Padi Sawah pada Desa T’eba Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten TTU; (2) Untuk menganalisis konsep efisiensi teknis terhadap penggunaan input usahatani Padi Sawah pada lokasi Desa T’eba wilayah Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten TTU. Metode penelitian ini dilakukan pada area Desa T’eba pada Kecamatan Biboki Tanpah Kabupaten Timor Tengah Utara, Pada Bulan Juni tanggal 01-30 Juni 2024. Penentuan Sampel yang diambil pada penelitian ini dilakukan secara acak sederhana dengan 60 Kelompok Keluarga Tani dari jumlah 150 orang yang diidentifikasi sebagai responden. Hasil analisis menunjukan input secara parsial yang berpengaruh terhadap usahatani padi sawah adalah luas lahan dan penggunaan pupuk urea dan faktor-faktor yang tidak berpengaruh secara parsial terhadap usahatani padi sawah adalah benih, pupuk NPK dan tenaga kerja. Nilai rerata efisiensi teknis yang dicapai untuk petani Padi Sawah di Desa T’eba pada SubDistrik Biboki Tanpah Kabupaten TTU sebesar 0,81 yang berarti kegiatan berusahatani padi sawah di Desa T’eba Kecamatan Biboki Tanpah Kabupaten Timor Tengah Utara sudah efisien secara teknis. Nilai dari efek inefisiensi teknis berusahatani Padi Sawah di Kecamatan adalah umur dan pendidikan. Sedangkan input yang tidak menengkap dari efek inefisiensi pada berusahatani Padi Sawah pada Desa T’ba adalah lamanya berusahatani berbekal pengalaman berusahatani, frekuensi pemberian pupuk, dan tanggungan keluarga.
PERILAKU KEWIRAUSAHAAN PETANI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MAUKABATAN KECAMATAN BIBOKI ANLEU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Tulasi, Angelus Radegundo; Joka, Umbu; Nalle, Mardit Nikodemus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2094

Abstract

Perilaku kewirausahaan menjadi indikator penting dalam pengembangan sebuah usaha di suatu wilayah. Karakteristik individu dan lingkungan usaha dapat membentuk perilaku kewirausahaan yang baik dan saling  berkaitan untuk memaksimalkan kinerja usaha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku kewirausahaan petani pada usahatani padi sawah. Lokasi pengambilan data di Desa Maukabatan Kecamatan Biboki Anleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Sampel dalam pengumpulan data sebanyak 50 petani padi sawah dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kusioner. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Z dan analisis jalur. Hasil Uji Z menunjukkan bahwa nilai Z hitung sebesar 5,71 dan Z tabel sebesar 1,64, di sini Z hitung lebih besar Z tabel sehingga perilaku kewirausahaan yang baik lebih banyak daripada perilaku kewirausahaan yang kurang baik. Hasil analisis jalur 1 membuktikan bahwa karakteristik individu dan lingkungan usaha tidak berpengaruh terhadap perilaku kewirausahaan. Sedangkan analisis jalur 2 menunjukkan perilaku kewirausahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja usaha. Adapun karakteristik individu berpengaruh terhadap kinerja usaha dengan nilai signifikan 0,000 dan lingkungan usaha berpengaruh terhadap kinerja usaha dengan nilai signifikan 0,004 dan nilai α = 0,005 (5%).
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BAKSO (Studi Kasus Warung Bakso Mas Udin Kota Kefamenanu) Bria, Maria Rossita; Nubatonis, Agustinus; Nalle, Mardit N.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor  yang memengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian bakso di Warung Bakso Mas Udin Kota Kefamenanu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2020, yang bertempat di Warung Bakso Mas Udin Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan gambaram umum dari responden dan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi, menggunakan bantuan program SmartPLS3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang berkunjung di Warung Bakso Mas Udin Kota Kefamenanu adalah berjenis kelamin perempuan dengan jumlah sebesar 70%, berusia antara 22 – 26 tahun sebesar 32,5%, bekerja masih sebagai Pelajar/Mahasiswa sebesar 36,25%, belum mempunyai pendapatan tetapi memanfaatkan uang yang diberikan oleh orang tau atau pihak lainnya sebesar 36,25% dan melakukan pembelian bakso minimal 1 – 3 kali dalam satu bulan sebesar 82,5%.  Hasil analisis menggunakan SmartPLS3 menunjukkan bahwa variabel harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian melalui minat beli, di sini nilai thit≤ttabel, sedangkan variabel kualitas produk dan kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian bakso melaui minat beli, di sini nilai thit≥ttabel.
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Lakekun Melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Pangan Lokal di Desa Lakekun Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Kasus Kios Kue K2) Ermalinda Taek Naimnule; Maria Yunita A Bano; Veronika Y Luruk; Sirilus Lake; Mardit N.Nalle
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v1i2.187

Abstract

Kada Cake Kiosk is one of the Micro, Small and Medium Enterprises that has seized the opportunity to develop Banana Chips as processed food in Kobalima District. Even though Kobalima District has made a small contribution in developing Micro, Small and Medium Enterprises in Malacca Regency, this potential can become a business opportunity for K2 Cake Kiosk owners in developing these processed foods. The idea of developing a banana chip business began in 1993 when Ms. Sipriana Hoar wanted to develop a banana chip business with minimal capital but had the potential to increase business income. This is done by moving from developing chips and other processed food businesses to processing products that have the potential to increase product-added value. This business analysis originates from existing recipes from their parents in micro businesses as snacks or snacks. This opportunity, where the bananas cultivated by farmers sometimes have a low selling value, was utilized by Ms. Sipriana to increase her business in banana chips and other processed foods. The method of carrying out the Professional Work Practice activities of the Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture, University of Timor, provides solutions to the problems identified in Lakekun Village, especially at the K2 Cake Kiosk. The method of carrying out the intended activity is purposive, namely the intentional determination of the K2 Cake Kiosk as the main indicator that is used as a respondent in carrying out the intended activity. The approach taken in answering problems such as: 1. Location surveys, namely looking at existing potentials and constraints such as Community Problems in the Benpasi Village.2. Identification of each Community that can be used as an example of the intended entrepreneurship training. 3. Training for each farmer group in the Benpasi Village to answer these problems to increase agricultural production in the Benpasi Village. 4. Counseling and training on maintenance and care management for plants so that they can be used for further processing 5. Monitoring and evaluation of the activities in question in an effort to increase the intended community service activities. From the Training Activities for Making Banana Chips at the K2 Cake Kiosk in Lakekun Village,Kobalima District, Malaka Regency, East Nusa Tenggara Province based on Professional Work Practices in the Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture, University of Timor, it can be concluded that students can see business potential and are able to analyze the advantages possessed in micro-businesses in Lakekun Village. In addition, they get a lot of benefits from the training by providing recipes that are obtained by business owners so that in the future they can be practiced as business opportunities.
Pemberdayaan Petani Melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Pangan Lokal di Desa Tes Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Mardit N.Nalle; Anna Tefa; Emilia K.Kiha
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): November : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v2i4.91

Abstract

Local food-based Entrepreneurship Training will be one of the important things for the community in utilizing products. However, there are several major problems in the Production sector such as the continuity of local food products not being available at all times because the community does not utilize raw products to be processed into new products that have added value. In addition, there are problems in the managerial and marketing fields. The problems in the managerial field are lack of planning, organization, lack of organization, lack of directors in the division of work in groups and lack of supervision. In the marketing field, there are still problems in promoting and selling products where in addition the products have not been accepted by the Community. The method of implementing Community Service activities from the UNIMOR Research and Community Service Institute (LPPM) provides solutions in answering the problems that exist in the Kasih Setia Women Farmers group. The method of implementing the activities in question is by identifying problems using the Participatory Rural Appraisal (PRA) model. The results achieved are that Farmers gain Knowledge in the Empowerment Program through Entrepreneurship Training activities by changing Purple Sweet Potato and Yellow Pumpkin materials into pumpkin sticks and purple sweet potato sticks so that they have added value to the product. There are several suggestions that need to be considered in empowering the Kasih Setia Farmer group, namely that Farmer Empowerment activities must continue to be encouraged in other villages or in the village with an empowerment model in the form of other processed foods to increase farmers' knowledge in processing local products into new products so that the added value of the product becomes higher to penetrate the market.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BERAS MENJADI TEPUNG BERAS SEBAGAI BAHAN PANGAN OLAHAN ANEKA KUE DI KECAMATAN BIKOMI UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Mardit Nikodemus Nalle; Meri Helsiana Mata; Febrya Christin Handayani Buan; Josua Sahala
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6820

Abstract

The concept of Entrepreneurship is needed for the community to increase farmers' income for the community so that a strong push is needed for the community to seize opportunities in the border areas of Indonesia and Timor Leste. The Melati Women Farmers Group of Haumeni Village became a threshing area in an effort to mobilize group members in developing Entrepreneurship through training in processing local products made from rice flour into other local foods to be made into local specialties which can later become regional souvenirs. For this reason, strong training is needed both from processing methods, how to utilize the technology used and how to manage the business in order to increase income and in the future can expand the scale of the business. The problem approach that will be formulated in developing Farmer Empowerment activities in North Bikomi District for the Haumeni Women Farmers Group is: Socialization, Scheduling and Training and Programs. The conclusion of the farmer group can increase knowledge in processing raw materials into processed foods that have high added value. Local processed food products have high economic value in increasing the profits of farmers and women's farmer groups from the production results which can later be sold either at their own outlets or through collaboration with shops or other kiosks
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Cara Pengaplikasian pada Tanaman Budidaya Meri Helsiana Mata; Anna Tefa; Ite Morina Yostianti Tnunay; Dicky Frengky Hanas; Mardit Nikodemus Nalle
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i2.199

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang pemanfaatan limbah rumah tangga dan hijauan dalam bentuk pelatihan pembuatan serta pengaplikasian pupuk organik cair dengan bahan limbah rumah tangga. Pemahaman ini sangat diperlukan guna meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang kurang ramah lingkungan dan penggunaan bahan organik dalam usaha pertanian guna meningkatkan mutu hasil pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi ceramah, diskusi dan pelatihan. Tahapan kegiatan ini meliputi koordinasi, persiapan alat bahan, penyampaian proses pembuatan POC bagi para peserta pengabdian dan pengaplikasian hasil pembuatan POC pada tanaman pertanian. Adapun hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu adanya tambahan wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik cair serta tambahan pengalaman dan peningkatan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan dengan baik dengan harapan kegiatan ini tidak berhenti hanya pada saat kegiatan ini saja tetapi, dapat di dilakukan terus-menerus secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebaruan dan perkembangan teknik-teknik pembuatan pupuk organik melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan.
Pengenalan Produksi Bawang Merah Menggunakan True Shallot Seed (TSS) dan Benih Umbi melalui Demplot di Desa Saenam Kabupaten Timor Tengah Utara Anna Tefa; Syprianus Ceunfin; Polikarpia Wilhelmina Bani; Kristoforus Fallo; Mardit Nikodemus Nalle
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10887

Abstract

Penggunaan benih bermutu sebagai bahan tanam hanya dapat dicapai melalui penelitian, pengkajian dan evaluasi kemudian dilakukan transfer teknologi kepada Petani. Kegiatan pengabdian Masyarakat dalam bentuk penyuluhan/penyadaran, pelatihan dan pendampingan untuk mentransfer teknologi melalui pemberdayaan kelompok, berlangsung selama enam bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyadarkan atau melatih dan mendampingi petani dalam budidaya bawang merah untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas dan mendorong petani agar mampu memproduksi benih lokal sendiri, sehingga benih lokal yang tersedia memiliki mutu yang tepat dan jumlah yang cukup. Transfer teknologi produksi bawang merah dilakukan pada petani di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tim pengabdi dan petani bersama-sama menerapkan teknologi produksi bawang merah. Inovasi teknologi produksi benih yang diterapkan yaitu budidaya bawang merah menggunakan true shallot seed (TSS) dan benih umbi yang diberi perlakuan Plant Growth Promotion Rhizobacteria (PGPR) kemudian dikolaborasikan dengan kearifan lokal petani bawang di Desa Saenam. Dari kegiatan ini, masyarakat mitra mampu meningkatkan pengetahun berkaitan dengan teknologi produksi benih umbi maupun benih biji (true shallot seed) serta menyadarkan mereka agar mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida kimia dalam budidaya bawang merah lokal.