Fitria Rizky Putri
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN CEGAH HIPERTENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN “GRIYA QURAN KITA” DI DESA WARU 1 Sakinah Rahmania; Firnadia Septika Rahajeng; Fitria Rizky Putri; Silfi Ria Affriyani; Nazella Indira Rahmawati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Anwikazahra Rifada; Ulfia Fitriyani; Alfi Salatina; Arya Brain Agustian; Kusuma Estu Werdani; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.2646

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh darah manusia yang terjadi pada saat darah dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ. Menurut Kementrian Kesehatan RI, hipertensi saat ini memiliki prevalensi dan insiden peningkatan penyakit terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2021, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia yang diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi dan di Indonesia prevalensi permasalahan hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 34,1%. Prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Desa Waru yaitu 33,7%. Berdasarkan informasi yang diperoleh terkait permasalahan masyarakat terkait hipertensi maka perlu diberikan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah berupa penyuluhan tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mencegah timbulnya masalah penyakit hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa penyuluhan, yang dilanjutkan pre-test dan post-test lalu membandingkan hasil diantara keduanya. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, serta terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil post-test setelah penyuluhan.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Program Siswa Mencari Jentik (SiCantik) dan Gerakan Obat Keluarga Cegah Nyamuk Sampai Titik (Gerobak Cantik) Anindya Rintha Affindha; Meita Putri Kinanti; Erika Dwi Ariyani; Fitria Rizky Putri; Lutfi Alfian; Sofi Aufa Qurrotu Aini; Riris Septiana; Aliya Rahma; Septiani Cipta Pratiwi; Nisrina Raniah Sutrisno; Ronaa Asri Siti Aminah; Tiara Syafa Khairunnisa; Eny Fauziana; Ayu Khoirotul Umaroh
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo memiliki prioritas permasalahan kesehatan Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan disebarkan melalui vektor nyamuk dari spesies Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Berdasarkan hasil pengumpulan data, Angka Bebas Jentik (ABJ) Dusun II Desa Tegalsari sebesar 70% dimana angka ini masih kurang jika dibandingkan dengan indikator bebas jentik Permenkes No 2 Tahun 2023 yaitu sebesar ≥ 95%. Sebagai bentuk pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan intervensi program Siswa Mencari Jentik (SiCantik) dan Gerakan Obat Keluarga Cegah Nyamuk Sampai Titik (Gerobak Cantik). Metode yang dilakukan melalui penyuluhan, penayangan video dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan Siswa Mencari Jentik (SiCantik) terdapat peningkatan pengetahuan siswa melalui penyuluhan, penayangan video, dan demonstrasi pencegahan DBD sebesar 19% sedangkan melalui kegiatan Gerakan Obat Keluarga Cegah Nyamuk Sampai Titik (Gerobak Cantik) terdapat peningkatan pengetahuan kader melalui penyuluhan dan demonstrasi pencegahan DBD sebesar 15,8%.