Anindya Rintha Affindha
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pa'DarT (Paham, Sadar, dan Terapkan) Mengenai Pengelolaan Sampah Nur Riqqah Maulita; Azizah Khomsah; Salma Zhafira; Mentari Pradana Aditama; Luthfiyah Aliyana Ilma; Mochammad Haikal Nuralif; ida Berliana Amanda Nur Hidayah; Anindya Rintha Affindha; Fera Rizkiana Purwanto; Nur Hafizhah; Eny Fauziana; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah adalah salah satu masalah faktual yang dihadapi oleh sebagian besar wilayah di Indonesia. Masih banyaknya lahan kosong atau perkebunan di daerah pedesaan dan sebagian besar wilayahnya dilalui sungai, membuat masyarakat di Dusun III Desa Tawang Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo masih banyak yang membuang sampah ke sungai ataupun di lingkungan sekitarnya dengan cara dibakar. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan tentang pengelolaan sampah dan pelatihan pembuatan perangkap jentik (ovitrap) dari botol plastik serta pembuatan pot bunga dari popok atau diapers. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi pengelolaan sampah yaitu metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan media massa berupa video, pamflet, dan brosur. Sedangkan untuk metode penyampaian pelatihan pembuatan perangkap jentik (ovitrap) dan pot bunga menggunakan metode demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan saat pertemuan Ibu - ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun III Tawang, Posyandu Bayi dan Balita, PKK Dukuh Karang, Nayan, dan Totorejo Dusun III Tawang pada hari Jumat - Minggu, 12 - 14 Januari 2024. Pada sosialisasi pemilahan sampah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat paham akan materi yang diberikan. Selain itu, dalam kegiatan yang dihadiri oleh ibu-ibu dapat membuat masyarakat sangat antusias mendengarkan materi tersebut. Selain itu, masyarakat juga antusias dalam pembuatan ovitrap. Pada sosialisasi dan pelatihan pembuatan pot dari popok menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan oleh masyarakat. Hal ini juga ditunjukkan bahwa masyarakat juga antusias dalam pembuatan pot dari popok.
Gerakan Rajumas TB (Rumah Sehat menuju Masyarakat Bebas TBC) dan Skrining Tuberkulosis di Desa Karakan Anindya Rintha Affindha; Maharani Ayu Kusumawati; Tuti Lastri Handayani; Kiky Firda Seviani; Titis Insanurahim; Retno Mulatsih; Alfreda Parisya Saputro; Nesa Mega Wangi Aldzikri; Aqsyal Vicho Fandiya; Naufal Alifandy; Eny Fauzia; Windi Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dengan gejala seperti batuk yang lebih dari 2 minggu atau lebih yang dapat diikuti dengan keluhan batuk berdahak hingga berdarah, dan sesak nafas. Berdasarkan data dari Puskesmas Weru kasus tuberkulosis di desa Karakan yaitu 48 kasus. Dari hasil Survei Mawas Diri di Kebayanan 3 ditemukan 2 kasus tuberkulosis. Untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030 serta mengakhiri epidemi tuberkulosis pada tahun 2050 terutama di Kabupaten Sukoharjo perlu melibatkan banyak pihak untuk melakukan pencegahan dan pengendalian tuberkulosis salah satunya dengan melakukan gerakan rumah sehat. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan tuberkulosis dan mengubah perilaku masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga kondisi pencahayaan dan kelembapan rumah sebagai salah satu upaya pencegahan tuberkulosis. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan, pemasangan poster dan inspeksi rumah sehat menggunakan metode survei kunjungan rumah dengan mengisi checklist indikator rumah sehat serta pengukuran pencahayaan, suhu, dan kelembapan. Instumen yang digunakan yaitu lembar checklist rumah sehat dan media berupa poster pencegahan tuberkulosis. Sasaran pengabdian ini sebanyak 114 rumah. Hasil inspeksi rumah sehat diketahui bahwa 82 (71,9%) rumah termasuk dalam kategori rumah sehat dengan 72 rumah (63,2%) memiliki pencahayaan sesuai NAB, 59 rumah (51,8%) memiliki kelembapan sesuai NAB, dan 61 rumah (53,5%) memiliki suhu sesuai NAB. Kesimpulan dari 114 rumah sebanyak 72 rumah memenuhi kriteria rumah sehat (63,2%).
Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Program Siswa Mencari Jentik (SiCantik) dan Gerakan Obat Keluarga Cegah Nyamuk Sampai Titik (Gerobak Cantik) Anindya Rintha Affindha; Meita Putri Kinanti; Erika Dwi Ariyani; Fitria Rizky Putri; Lutfi Alfian; Sofi Aufa Qurrotu Aini; Riris Septiana; Aliya Rahma; Septiani Cipta Pratiwi; Nisrina Raniah Sutrisno; Ronaa Asri Siti Aminah; Tiara Syafa Khairunnisa; Eny Fauziana; Ayu Khoirotul Umaroh
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo memiliki prioritas permasalahan kesehatan Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan disebarkan melalui vektor nyamuk dari spesies Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Berdasarkan hasil pengumpulan data, Angka Bebas Jentik (ABJ) Dusun II Desa Tegalsari sebesar 70% dimana angka ini masih kurang jika dibandingkan dengan indikator bebas jentik Permenkes No 2 Tahun 2023 yaitu sebesar ≥ 95%. Sebagai bentuk pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan intervensi program Siswa Mencari Jentik (SiCantik) dan Gerakan Obat Keluarga Cegah Nyamuk Sampai Titik (Gerobak Cantik). Metode yang dilakukan melalui penyuluhan, penayangan video dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan Siswa Mencari Jentik (SiCantik) terdapat peningkatan pengetahuan siswa melalui penyuluhan, penayangan video, dan demonstrasi pencegahan DBD sebesar 19% sedangkan melalui kegiatan Gerakan Obat Keluarga Cegah Nyamuk Sampai Titik (Gerobak Cantik) terdapat peningkatan pengetahuan kader melalui penyuluhan dan demonstrasi pencegahan DBD sebesar 15,8%.