Syalwa Fitria Wurandhani
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI DESA KLASEMAN Syazana Zahra Umardi; Ariana Candra Dewi; Syalwa Fitria Wurandhani; Trijaya; Awalia Nurfitria Khoirunnisa; Mauliddina Adinda Putri Indah Pakerti; Fahrizal Sidiq Radiasto; Silvi Puspitasari; Nur Aeni Afiyah Fauziah; Viona Putri Giwani; Rahma Annisa; Nabila Jaiza Mawarni; Adnan Faris Naufal; Yuli Kusumawati
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a global health problem with a high prevalence in the elderly population. This condition can increase the risk of serious complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. Prevention of hypertension through proper health education is crucial to maintain quality of life and independence. This activity seeks to evaluate the effectiveness of the hypertension prevention education program by increasing knowledge in fit elderly. The method used is a lecture with poster media. The pre-test and post-test were conducted with a 10-item questionnaire and involved 55 participants from various age groups in Klaseman Village, Gatak District, Sukoharjo Regency. The educational intervention included delivering material on the importance of a healthy diet (low salt, high fiber), regular physical activity, stress management, and self-monitoring of blood pressure or regular health checks. The results of the activity showed that after the intervention, there was a significant increase in the level of knowledge. This indicates that a structured and comprehensive education program is effective in empowering fit elderly to adopt a healthy lifestyle and reduce the risk of hypertension.
Model Multikomponen Pencegahan Hipertensi berbasis Komunitas: Integrasi Aktivitas Fisik, Edukasi Nutrisi Rendah Garam, dan Penguatan Akses Deteksi Dini melalui Tensi Corner Ana Noviana Ramadhan; Syalwa Fitria Wurandhani; Aini Dzuriyati Salma; Futikhah Rizqiyani; Assyifa Hasna Jauza; Fauziah Nurulita Addin; Lia Ayu Meylani; Mawaliya Najwa Sabrina; Asti Lathifat; Siti Halimah Fitriani; Susanti Alfitri Annisa; Dwi Linna Suswardany; Sri Utami
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat kesadaran rendah di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku pencegahan hipertensi melalui model multikomponen berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu: (1) edukasi kesehatan melalui demonstrasi pembuatan rolade tahu wortel rendah garam, (2) peningkatan aktivitas fisik dengan senam hipertensi bagi lansia, dan (3) penguatan deteksi dini melalui pembentukan Tensi Corner di tingkat RW. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Oktober 2025 dengan melibatkan masyarakat usia ≥30 tahun, lansia, dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70% peserta memahami pentingnya diet rendah garam, dua Tensi Corner aktif terbentuk di RW 1 dan RW 2, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan tekanan darah dan kegiatan fisik rutin. Selain itu, senam hipertensi terbukti meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan multikomponen yang melibatkan edukasi, aktivitas fisik, dan deteksi dini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan di tingkat komunitas.