Heri Aprian Harahap
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FRAMEWORK PENCEGAHAN BULLYING BERBASIS EKOLOGI SOSIAL MASYARAKAT Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak serius terhadap perkembangan psikososial, kesehatan mental, serta iklim pembelajaran. Pendekatan ekologi sosial menekankan bahwa pencegahan bullying tidak cukup dilakukan oleh sekolah, melainkan membutuhkan intervensi berlapis mulai dari keluarga, masyarakat, hingga struktur sosial budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun kerangka pencegahan bullying berbasis ekologi sosial masyarakat Gampong melalui workshop masyarakat dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal Aceh seperti meuripee, peusijuek, gotong royong, dan kontrol sosial adat gampong. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi literasi bullying, workshop komunitas, pemetaan peran masyarakat, dan penyusunan alur pencegahan berbasis gampong. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang tanda-tanda bullying, terbentuknya komitmen kolektif melalui perangkat gampong, serta meningkatnya keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama dalam pengawasan sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan ekologi sosial dan kearifan lokal Aceh dapat menjadi landasan strategis dalam membangun ekosistem gampong yang ramah anak dan bebas bullying. Kata kunci: bullying, ekologi sosial, gampong, kearifan lokal Aceh, pencegahan kekerasan. Abstract Bullying remains one of the most concerning forms of violence among school-aged children, threatening their mental well-being, social development, and the overall learning environment. The socio-ecological framework emphasizes that bullying prevention requires multilayered intervention involving families, communities, and cultural structures—not only schools. This community service program aims to develop a community-based bullying prevention framework within a Gampong context, integrating Acehnese local wisdom such as meuripee, peusijuek, social harmony, and traditional communal supervision. The program consisted of socialization sessions, community workshops, social role mapping, and the establishment of a village-based prevention mechanism. The results show increased community awareness regarding signs of bullying, strengthened collective commitment through village authorities, and heightened involvement of customary and religious leaders in child protection efforts. This program highlights that combining the socio-ecological approach with Acehnese local wisdom offers a strategic foundation for building child-friendly and bullying-free communities. Keywords: bullying, socio-ecological framework, community participation, Acehnese local wisdom, prevention.
PENGUATAN PERAN AYAH-IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Anshar Iqlima; Nurul Salwa; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola komunikasi keluarga di era digital menjadi tantangan bagi penguatan karakter anak Indonesia. Rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan akibat kesibukan dan budaya patriarki mengakibatkan beban pendidikan anak lebih banyak ditanggung ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya kolaborasi ayah dan ibu dalam pendidikan anak berbasis nilai Islam dan kearifan lokal Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 di Aula LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, dengan peserta sebanyak 50 orang pengurus dan anggota Dharma Wanita LLDIKTI XIII. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi, dan wawancara tindak lanjut. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep parenting kolaboratif serta kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam membangun komunikasi keluarga yang sehat. Peserta juga berkomitmen menerapkan nilai meuseuraya (gotong royong) dan peumulia aneuk (memuliakan anak) dalam praktik pengasuhan sehari-hari. Kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Ubudiyah Indonesia, dalam mendorong penguatan keluarga Islami adaptif terhadap perkembangan era digital. Kata kunci: kolaborasi ayah-ibu, parenting Islami, kearifan lokal Aceh, era digital, pengabdian masyarakat. Abstract Changes in family communication patterns in the digital era pose challenges to strengthening children’s character in Indonesia. The low involvement of fathers in parenting-caused by busy work schedules and patriarchal culture has-led to mothers bearing most of the child-rearing responsibilities. This community service activity aimed to raise awareness of the importance of father–mother collaboration in children’s education based on Islamic values and Acehnese local wisdom. The program was conducted on July 16, 2025, at the LLDIKTI Region XIII Hall in Aceh, attended by 50 members of the Dharma Wanita organization. The methods included interactive lectures, group discussions, reflection sessions, and follow-up interviews. The results indicated an increase in participants’ understanding of collaborative parenting and awareness of the father’s essential role in fostering healthy family communication. Participants also committed to applying the values of meuseuraya (mutual cooperation) and peumulia aneuk (honoring children) in their daily parenting practices. This activity highlights the role of higher education institutions, particularly Universitas Ubudiyah Indonesia, in promoting Islamic family empowerment responsive to the digital era. Keywords: father–mother collaboration, Islamic parenting, Acehnese local wisdom, digital era, community service.
MANAJEMEN KONFLIK DI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PEMETAAN MASALAH DAN KERANGKA TEORITIK SCHOOL-BASED MEDIATION Abdul Mukti; Herawati Herawati; Rahmat Alimin; Pardi Pardi; Sulasmi Sulasmi; Nurul Adillah; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan konflik sosial di sekolah dasar serta mengkaji kerangka teoritik school-based mediation (SBM) melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian menggunakan metode PRISMA dengan sumber data dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di sekolah dasar didominasi oleh konflik interpersonal, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi yang berdampak pada kesehatan mental siswa. Pendekatan manajemen konflik yang berkembang meliputi pendekatan disipliner, restoratif, dan mediasi. School-based mediation terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial-emosional, empati, dan resolusi konflik secara damai. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks Barat dan belum terintegrasi dengan nilai sosial budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan isu konflik sekolah dasar dan sintesis kerangka teoritik SBM sebagai dasar pengembangan model manajemen konflik berbasis konteks. Kata kunci: Manajemen Konflik, Sekolah Dasar, School-Based Mediation, Kesehatan Mental, Systematic Literature Review. CONFLICT MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PROBLEM MAPPING AND THEORETICAL FRAMEWORK OF SCHOOL-BASED MEDIATION Abstract This study aims to map social conflict issues in primary schools and examine the theoretical framework of school-based mediation (SBM) through a systematic literature review (SLR). The study employs the PRISMA method using data sources from Scopus, Web of Science, and Google Scholar within the 2015–2025 period. A total of 30 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The findings indicate that conflicts in primary schools are predominantly characterized by interpersonal conflicts, bullying, and communication misunderstandings, which impact students’ mental health. Conflict management approaches identified in the literature include disciplinary, restorative, and mediation-based approaches. School-based mediation has been shown to be effective in enhancing social-emotional skills, empathy, and peaceful conflict resolution. However, most existing studies are still focused on Western contexts and lack integration with local socio-cultural values. This study contributes by providing a comprehensive mapping of conflict issues in primary schools and a synthesis of the theoretical framework of SBM as a foundation for developing context-based conflict management models. Keywords: Conflict Management, Primary School, School-Based Mediation, Mental Health, Systematic Literature Review.