Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBELAJARAN PAI BERBASIS ADAB KONTEKSTUAL Muthmainnah Muthmainnah; Herawati Herawati
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 10, No 1 (2021): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v10i1.9749

Abstract

This study aims to determine: (1) contextual adab-based education programs, (2) teacher understanding of contextual adab-based PAI learning, and (3) contextual adab-based PAI learning activities at Sukma Bangsa Junior High School, Pidie Regency. This study uses a qualitative approach to analyze the results of research related to contextual adab-based PAI learning through the following techniques: documentation review, direct observation, interviews with school principals, 2 PAI teachers and 6 students as research samples. The results show that: (1) Contextual-based PAI learning implementation programs consist of: 3 books (statutes, blueprints, and guidelines) for student behavior regulations, 5S, 3No, 3 magic words, etc., (2) Teachers understand well the implementation of contextual adab-based PAI learning is characterized by: synergizing cognitive, affective and psychomotor components in the entire learning process and based on the Qur'an and al-Hadith, all parties in schools play a role in implementing contextual adab-based PAI learning, and prioritizing compassion method and nature-based approach in dealing with students who violate ethics, and (3) PAI learning activities based on contextual adab include: using discussion/presentation methods in KBM, supporting programs based on the Al-quran and Al-hadith, familiarizing participants students do routine activities even with a variety of simple activities, etc.
KARAKTERISTIK BELAJAR ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Herawati, Muthmainnah,
Bunayya Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.505 KB)

Abstract

Setiap fase kehidupan manusia memiliki karakteristik belajar yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perkembangan fisik maupun psikologisnya. Demikian pula halnya anak usia dini, dimana mereka memiliki karakteristik belajar yang mencolok dengan rentang usia selanjutnya; remaja, dewasa maupun lansia, baik secara kualitas maupun sifatnya. Terlebih pada fase dini setiap anak memiliki milyaran sel neuron yang siap untuk dikembangkan dalam berbagai aspek; baik fisik, motorik, intelegensi, sensoris, linguinstik, emosional, dll. Berbagai keistimewaan pada anak usia dini; tidak justru mengurangi upaya optimalisasi pengembangan belajarnya. Hal ini dikarenakan mereka dapat distimulus dan difasilitasi sesuai dengan prinsip dan karakteristik belajarnya yang unik dan khas. Hal ini perlu dipahami dan dikaji secara spesifik dan mendalam karena dengan mengenal ciri belajar anak usia dini yang khas; baik orangtua maupun guru akan dengan mudah melejitkan potensi fitrah mereka agar berkembang dengan sempurna. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) anak usia dini yang distimulus dengan pengalaman-pengalaman belajar yang tepat dan dibutuhkannya akan berkembang sebagai individu yang berkarakter dalam mengoptimalkan seluruh potensi dirinya; (2) anak usia dini memiliki karakteristik belajar yang unik dan diposisikan sebagai seorang raja bagi dunianya, yaitu dunia bermain; (3) anak usia dini memiliki 3 metode dalam belajar, yaitu: peniruan, pengalaman praktis dan berpikir yang tentunya senantiasa dilakukan melalui kegiatan bermain yang menjadi kekhasannya yang menonjol; dan (4) anak usia dini memiliki empat gaya belajar yang juga dapat identifikasi melalui dunia bermain yang disenanginya. Keempat gaya tersebut adalah: auditorial, visual, kinestetik, dan campuran.
Metode Historical Taxonomy (HT) dalam Pembelajaran PAI di SMA Herawati Herawati; Cut Intan Hayati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.355

Abstract

Urgensi metode dalam suatu proses pembelajaran menjadi demikian penting dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran PAI. Salah satu metode yang dapat ditawarkan adalah metode Historical Taxonomy (HT) guna memenuhi kekosongan lahirnya metode-metode pembelajaran PAI yang inovatif dan variatif, serta sebagai alternatif metode pembelajaran PAI yang menarik khususnya untuk materi sejarah dan kebudayaan (tarikh). Penerapan metode HTmelibatkan lima komponen utama pembelajaran efektif, sehingga dengannya mampu meningkatkan kebermaknaan dalam proses pembelajaran.Ciri khas metode HT ditandai oleh lima komponen utama, meliputi: Category, Period, Points, Sub Point, dan Wisdom. Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode HTdalam pembelajaran PAI, khususnya pada Materi Tarikh/Sejarah Kebudayaan Islam (SKI);peneliti memilih SMA Negeri Modal Bangsa Provinsi Aceh sebagai pilot projek melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), observasi, penyebaran angket dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode HTdapat: (1) meningkatkan hasil belajar, inat, motivasi, kualitas dan keterampilan belajarnya peserta didik; (2) membantu guru dalam menyajikan materi yang menarik, sistematis, kreatif, interaktif dan menyenangkan; dan (3) melatih daya pikir dan kreatifitas peserta didik dalam menelaah materi sejarah yang demikian luas, sehingga menarik untuk dipelajari dan memberi hikmah manfaat dalam meningkatkan keimanan, kepribadian, kecakapan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian ditemukan sejumlah keterbatasan dalam penerapan metode ini, antara lain: (1) hanya dapat dilatihkan pada peserta didik tingkat SMA ke atas;(2) membutuhkan perencanaan yang matang, keterampilan dan kreatifitas guru yang mumpuni; (3) membutuhkan waktu belajar yang lama; dll.Kata Kunci: Historical Taxonomy (HT),Pembelajaran PAI
Mendidik Anak Ala Rasulullah (Propethic Parenting) Herawati Herawati; Kamisah Kamisah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.358

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama dan paling utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Untuk itu, dalam proses mendidik anak kedua orangtua sepatutnya memiliki ilmu dan wawasan terkait berbagai cara terbaik dalam mendidik; terutama metode mendidik yang merujuk pada Rasulullah saw (Prophetic Parenting), karena untuk membentuk generasi muslim yang shalih tidak akan terlepas dari dua pondasi Islam yang utama al-Quran dan al-Hadits. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana mendidik anak ala Rasulullah saw yang dapat mewujudkan generasi muslim yang rabbani. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) konsep pendidikan ala Rasulullah saw adalah konsep pendidikan yang bersumber dari wahyu Allah swt dan dinilai mampu mencetak generasi muslim yang shalih; baik secara individu maupun sosial; (2) Pendidikan ala Rasulullah saw terdiri dari beberapa tahapan yang harus dipenuhi orang seorang pendidik/orangtua. Untuk penentuan keberhasilannya para orangtua/pendidik dituntut agar mendidik anak sesuai dengan perkembangan dan perbedaan karakter yang mereka miliki; dan (3) Pendidikan ala Rasulullah saw merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak. Hal ini dikarenakan kepribadian Rasulullah saw merupakan uswah terbaik dalam segala hal; baik dalam aspek ibadahnya, perkataan (qauliyah) maupun perbuatannya (amaliyah).
DILEMATIKA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Herawati Herawati; Mutiawati Mutiawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i2.585

Abstract

 Pendidikan nasional sedang menghadapi dua tantangan besar, yakni: tantangan internal dan eksternal. Secara internal, Indonesia dihadapkan pada temuan berbagai hasil studi yang menempatkan Indonesia pada rangking terbawah dalam kualitas pendidikan. Sedangkan tantangan eksternal berasal dari perubahan cepat dan signifikan dari lingkungan strategis di luar Indonesia, seperti tuntutan agar Indonesia siap bersaing ketat mencetak SDM-SDM bangsa yang unggul dan berkompeten; sehingga mampu berkompetisi secara global, baik nasional maupun internasional. Untuk menghadapi kedua tantangan tersebut, perlu adanya  perubahan dan inovasi pendidikan secara massal agar kualitas pendidikan nasional dapat ditingkatkan. Namun kenyataannya, dilema dan berbagai bentuk kegagalan pendidikan dan system pendidikan di Indonesua justru semakin muncul ke permukaan wajah pendidikan Indonesia, antara lain: standar kelulusan UN yang tidak mampu mengakomodasi kemampuan siswa secara nasional, mahalnya biaya pendidikan, adanya kecurangan-kecurangan akademis dengan adanya gerakan menjual kursi kepada calon mahasiswa dengan harga tinggi sehingga hanya dapat dipenuhi oleh masyarakat ekonomi mapan. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana carut marut sistem pendidikan di Indonesia dan apa saja faktor-faktor penyebab dilematika tersebut. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Dimana hasil kajian menunjukkan bahwa: berbagai ketimpangan dalam sistem pendidikan sekolah berdampak signifikan terhadap minimnya kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kurikulum yang kurang matang, kecurangan dalam ujian nasional (UN) dan korupsi anggaran pendidikan. Untuk dapat memperbaiki ketimpangan-ketimpangan tersebut, perlu dilakukan pembenahan pada aspek: desentralisasi kurikulum secara utuh di sekolah, pemberdayaan guru, penghapusan UN dan peningkatan jumlah anggaran pendidikan secara tepat dan berkesinambungan. Kata Kunci: Dilematika, Sistem, Pendidikan
Manajemen Konflik Bernuansa Islami di SD Ramah Anak Kota Lhokseumawe Jamaluddin Idris; Herawati Herawati
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 1 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v4i1.711

Abstract

In order to maintain the stability of the quality of Islamic education; Islamic conflict management in Child Friendly Elementry School (CFES) is a necessity; in order to minimize the chance of conflict and bring friendliness evenly to all HR in schools, including teachers; as one of the most critical components in the education process in elementary school. The purpose of this study is to find out; (1) the forms of conflict that occurred, (2) technical and (3) Islamic nuance conflict regulation strategies applied at the Lhokseumawe CFES, and (4) CFES efforts to minimise conflict. This study uses a qualitative approach using techniques: documentation review, direct observation, and in-depth interviews conducted with principals and teachers, to obtain data and information related to the four objectives of this study. The results of the study show that: six forms of conflict occur in CFES, namely conflict: within individuals, between individuals, between individuals and groups/divisions, between groups/groups, between organisations, and between individuals in different organisations. Domination of conflict only occurs in the personal aspects of the teacher, which is motivated by family reasons, limited capacity, heavy workload, etc. However, every conflict that emerges can be implemented well, based on three technical management of conflict, namely: identification of conflicts, evaluation of conflict and resolution of conflicts that are Islamic in nature through a spiritual/religious and family approach (ukhuwah). Islamic nuances of conflict management strategies applied in CFES very prioritising collaboration, accommodation, compromise (deliberation), communication, and negotiations that prioritise the values of ukhuwah Islamiyah. An added benefit of CFES in minimising conflict is to have three specific things, namely: having conflict prevention programs and policies, having a structured conflict management program, and having a climate/culture and teacher friendly social interaction; which is always applied in all aspects of the implementation of education in schools.Manajemen Konflik Bernuansa Islami Di Sd Ramah Anak Kota Lhokseumawe
PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE INOVATIF BERBAHAN KACANG KORO SEBAGAI PRODUK PANGAN UNGGULAN UMKM Pardi Pardi; Herawati Herawati; Susila Ulfa; Munazar Munazar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan Pembuatan Tempe Inovatif Berbahan Kacang Koro sebagai Produk Pangan Unggulan UMKM” dilaksanakan di Rumah Tempe Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta pelaku UMKM dalam mengolah kacang koro sebagai bahan baku alternatif pembuatan tempe yang bergizi, ekonomis, dan berpotensi menjadi produk unggulan daerah. Pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 25–26 Juli 2025, diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas pengusaha tempe lokal, pelaku UMKM, dan pegiat tempe rumahan. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan Universitas Ubudiyah Indonesia yang berperan sebagai pembantu lapangan dan dokumentasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan refleksi. Selama kegiatan, peserta mengikuti tiga sesi utama yang terdiri atas penyampaian materi, praktik langsung pembuatan tempe kacang koro, serta diskusi dan evaluasi hasil produk. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami dengan baik proses fermentasi tempe, teknik pengemasan, dan potensi pemasaran produk tempe kacang koro sebagai inovasi pangan lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menumbuhkan semangat berwirausaha berbasis bahan lokal, memperluas wawasan inovasi pangan, serta memperkuat potensi UMKM di Banda Aceh. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta mampu memproduksi tempe kacang koro secara mandiri, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan mendukung pengembangan produk pangan fungsional yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, tempe inovatif, kacang koro, UMKM. Abstract The community service activity titled “Training on Innovative Tempe Production Using Koro Beans as a Leading MSME Food Product” was conducted at Rumah Tempe Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. This program aimed to enhance the knowledge and skills of local communities and micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in processing koro beans as an alternative raw material for tempe production that is nutritious, economical, and has the potential to become a regional flagship product. The training was held over two days, on July 25–26, 2025, and was attended by 17 participants, including local tempe producers, MSME owners, and home-based tempe entrepreneurs. The activity also involved two students from the Faculty of Health Sciences and the Faculty of Social Sciences and Education, Universitas Ubudiyah Indonesia, who assisted as field and documentation support. The implementation method consisted of four stages: preparation, training execution, evaluation, and reflection. The program included three main sessions—material presentation, hands-on practice in koro bean tempe production, and product evaluation and discussion. The participants demonstrated great enthusiasm throughout the activity and actively engaged in every session. The evaluation results indicated that participants gained a solid understanding of the fermentation process, hygienic packaging techniques, and product marketing strategies for innovative koro bean tempe. This activity had a positive impact on the local community by encouraging entrepreneurship based on local resources, expanding food innovation insights, and strengthening the potential of MSMEs in Banda Aceh. Through this training, participants are expected to be able to independently produce koro bean tempe, increase its economic value, and support the sustainable development of functional local food products. Keywords: Training, innovative tempe, koro beans, MSM.
SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Pardi Pardi; Herawati Herawati; Muhammad Rizky Ananda; Nurmaida Nurmaida
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Sosialisasi Pemilahan Sampah di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang cukup rumit karena melibatkan berbagai pihak. Masalah   sampah   di   Indonesia   juga mengalami tantangan yang besar khususnya dalam aspek kesadaran masyarakat terkait kebiasaan membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Penanganan sampah yang baik dapat mengurangi dampak pencemaran lingkugan dan mewujudkan lingkungan sehat bagi seluruh masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu perlu adanya suatu tindakan untuk menangani permasalahan terkait sampah dengan meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tepatnya serta memilah sampah beradasarkan jenisnya. Dimana sampah secara umum di bagi menjadi dua yaitu sampah organik dan anorganik. Tindakan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pengabdian masyarakat yang bertujuan agar para siswa memiliki wawasan luas dan cakap serta cerdas memilah sampah dalam upaya menjaga lingkungan sehat di sekolah. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi pemilahan sampah di sekolah ini menunjukkan (1) Adanya peningkatan kecakapan siswa dalam menjaga lingkungan sekolah sehat; (2) Para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pemilahan sampah dan mengaku perlu adanya kegiatan-kegiatan lanjutan tentang Pendidikan kesehatan di sekolah; dan (3) Peningkatan wawasan dan kecakapan hidup sehat di SIT Fajar Hidayah Aceh akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan terkait menunjang terwujudnya SDM bangsa yang sehat dan berwawasan luas.Kata Kunci: Sosialisasi, Sekolah Sehat, Sampah Organik dan Anorganik In Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that Universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one form of community service that can be done by the University of Ubudiyah Indonesia is: "Socialization of Healthy Lifestyles for Students at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness as a result of learning, so that they can independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. The waste problem is quite a complicated problem because it involves various parties. The waste problem in Indonesia is also experiencing big challenges, especially in the aspect of public awareness regarding the habit of disposing of waste in its place and sorting waste according to its type. Good waste management can reduce the impact of environmental pollution and create a healthy environment for the entire surrounding community. Therefore, it is necessary to take action to deal with problems related to waste by increasing people's insight and awareness in disposing of waste properly and sorting waste based on type. Where waste is generally divided into two, namely organic and inorganic waste. This action is realized through the implementation of community service which aims to ensure that students have broad insight and are competent and intelligent in sorting waste in an effort to maintain a healthy environment at school. The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the socialization of waste sorting in this school show (1) There is an increase in students' skills in maintaining a healthy school environment; (2) The students were enthusiastic about participating in waste sorting socialization activities and admitted that there was a need for further activities regarding health education in schools; and (3) Increasing insight and healthy living skills at SIT Fajar Hidayah Aceh will be followed up with activities related to supporting the realization of healthy and broad-minded national human resources.Keywords: Socialization, Waste Selection, Healthy School, Organic and Inorganic Waste
SOSIALISASI PENERAPAN KONSEP ANDRAGOGI DALAM PEMBELAJARAN Rahmat Fajri; Rahmat Alimin; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Takengon, kabupaten Aceh Tengah. Pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan konsep andragogi dalam pembelajaran di sekolah. Dari hasil observasi menunjukan bahwa umunya guru masih menerapakan konsep pedagogi dalam proses pembelajaran dikelas. Setelah dilaksanakan sosialisasi penerapan konsep andragogi dalam pembelajaran menunjukan hasil yang lebih baik efesien, dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Hal ini ditunjukan dengan pemantapan jiwa kepemimpinan, mendorong kreativitas, meningkatkan rasa tanggung jawab.Kata Kunci: Sosialisasi, Metode, Andragogi, Pembelajaran This community service was carried out in the city of Takengon, Central Aceh district. This service aims to socialize the concept of andragogy in learning at school. The results of observations show that generally teachers still apply pedagogical concepts in the classroom learning process. After conducting socialization, the application of the concept of andragogy in learning showed better results, efficiency and creativity in the teaching and learning process. This was shown by strengthening the spirit of leadership, encouraging creativity, increasing the sense of responsibility. Keywords: Socialization, Method, Andragogy, Learning
FRAMEWORK PENCEGAHAN BULLYING BERBASIS EKOLOGI SOSIAL MASYARAKAT Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak serius terhadap perkembangan psikososial, kesehatan mental, serta iklim pembelajaran. Pendekatan ekologi sosial menekankan bahwa pencegahan bullying tidak cukup dilakukan oleh sekolah, melainkan membutuhkan intervensi berlapis mulai dari keluarga, masyarakat, hingga struktur sosial budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun kerangka pencegahan bullying berbasis ekologi sosial masyarakat Gampong melalui workshop masyarakat dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal Aceh seperti meuripee, peusijuek, gotong royong, dan kontrol sosial adat gampong. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi literasi bullying, workshop komunitas, pemetaan peran masyarakat, dan penyusunan alur pencegahan berbasis gampong. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang tanda-tanda bullying, terbentuknya komitmen kolektif melalui perangkat gampong, serta meningkatnya keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama dalam pengawasan sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan ekologi sosial dan kearifan lokal Aceh dapat menjadi landasan strategis dalam membangun ekosistem gampong yang ramah anak dan bebas bullying. Kata kunci: bullying, ekologi sosial, gampong, kearifan lokal Aceh, pencegahan kekerasan. Abstract Bullying remains one of the most concerning forms of violence among school-aged children, threatening their mental well-being, social development, and the overall learning environment. The socio-ecological framework emphasizes that bullying prevention requires multilayered intervention involving families, communities, and cultural structures—not only schools. This community service program aims to develop a community-based bullying prevention framework within a Gampong context, integrating Acehnese local wisdom such as meuripee, peusijuek, social harmony, and traditional communal supervision. The program consisted of socialization sessions, community workshops, social role mapping, and the establishment of a village-based prevention mechanism. The results show increased community awareness regarding signs of bullying, strengthened collective commitment through village authorities, and heightened involvement of customary and religious leaders in child protection efforts. This program highlights that combining the socio-ecological approach with Acehnese local wisdom offers a strategic foundation for building child-friendly and bullying-free communities. Keywords: bullying, socio-ecological framework, community participation, Acehnese local wisdom, prevention.