Rahmat Alimin
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KESEDIAAN BERKOMUNIKASI MAHASISWA TERHADAP KETRAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS Rahmat Fajri; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v7i2.1779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesediaan mahasiswa berkomunikasi terhadap ketrampilan berbicara bahasa Inggris.   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semeter lima jurusan teknik informatika Universitas Ubudiyah Indonesia. Ada dua kelas mahasiswa pertama, kelas teknik informatika A dan kelas teknik informatika B yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah survei dan rubrik observasi ketrampilan berbicara bahasa Inggris. Hasil tes ini menunjukan hubungan kesediaan mahasiswa berkomunikasi dengan teman seperti dialog dan didalam kelompok baik dan sangat baik. Sedangkan hubungan kesediaan mahasiswa berkomunikasi didalam rapat dan didepan umum (publik) menunjukan cukup dan baik. Hasil penelitian ini bisa menjadi pedoman bagi pengajar bahasa Inggris dimana ada hubungan erat antara kesediaan mahasiswa berkomunikasi dengan ketrampilan mahasiswa berbicara bahasa Inggris.
HUBUNGAN KESEDIAAN BERKOMUNIKASI MAHASISWA TERHADAP KETRAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS Rahmat Fajri; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v7i2.1780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesediaan mahasiswa berkomunikasi terhadap ketrampilan berbicara bahasa Inggris.   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semeter lima jurusan teknik informatika Universitas Ubudiyah Indonesia. Ada dua kelas mahasiswa pertama, kelas teknik informatika A dan kelas teknik informatika B yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah survei dan rubrik observasi ketrampilan berbicara bahasa Inggris. Hasil tes ini menunjukan hubungan kesediaan mahasiswa berkomunikasi dengan teman seperti dialog dan didalam kelompok baik dan sangat baik. Sedangkan hubungan kesediaan mahasiswa berkomunikasi didalam rapat dan didepan umum (publik) menunjukan cukup dan baik. Hasil penelitian ini bisa menjadi pedoman bagi pengajar bahasa Inggris dimana ada hubungan erat antara kesediaan mahasiswa berkomunikasi dengan ketrampilan mahasiswa berbicara bahasa Inggris.
SOSIALISASI PENERAPAN KONSEP ANDRAGOGI DALAM PEMBELAJARAN Rahmat Fajri; Rahmat Alimin; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Takengon, kabupaten Aceh Tengah. Pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan konsep andragogi dalam pembelajaran di sekolah. Dari hasil observasi menunjukan bahwa umunya guru masih menerapakan konsep pedagogi dalam proses pembelajaran dikelas. Setelah dilaksanakan sosialisasi penerapan konsep andragogi dalam pembelajaran menunjukan hasil yang lebih baik efesien, dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Hal ini ditunjukan dengan pemantapan jiwa kepemimpinan, mendorong kreativitas, meningkatkan rasa tanggung jawab.Kata Kunci: Sosialisasi, Metode, Andragogi, Pembelajaran This community service was carried out in the city of Takengon, Central Aceh district. This service aims to socialize the concept of andragogy in learning at school. The results of observations show that generally teachers still apply pedagogical concepts in the classroom learning process. After conducting socialization, the application of the concept of andragogy in learning showed better results, efficiency and creativity in the teaching and learning process. This was shown by strengthening the spirit of leadership, encouraging creativity, increasing the sense of responsibility. Keywords: Socialization, Method, Andragogy, Learning
FRAMEWORK PENCEGAHAN BULLYING BERBASIS EKOLOGI SOSIAL MASYARAKAT Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak serius terhadap perkembangan psikososial, kesehatan mental, serta iklim pembelajaran. Pendekatan ekologi sosial menekankan bahwa pencegahan bullying tidak cukup dilakukan oleh sekolah, melainkan membutuhkan intervensi berlapis mulai dari keluarga, masyarakat, hingga struktur sosial budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun kerangka pencegahan bullying berbasis ekologi sosial masyarakat Gampong melalui workshop masyarakat dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal Aceh seperti meuripee, peusijuek, gotong royong, dan kontrol sosial adat gampong. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi literasi bullying, workshop komunitas, pemetaan peran masyarakat, dan penyusunan alur pencegahan berbasis gampong. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang tanda-tanda bullying, terbentuknya komitmen kolektif melalui perangkat gampong, serta meningkatnya keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama dalam pengawasan sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan ekologi sosial dan kearifan lokal Aceh dapat menjadi landasan strategis dalam membangun ekosistem gampong yang ramah anak dan bebas bullying. Kata kunci: bullying, ekologi sosial, gampong, kearifan lokal Aceh, pencegahan kekerasan. Abstract Bullying remains one of the most concerning forms of violence among school-aged children, threatening their mental well-being, social development, and the overall learning environment. The socio-ecological framework emphasizes that bullying prevention requires multilayered intervention involving families, communities, and cultural structures—not only schools. This community service program aims to develop a community-based bullying prevention framework within a Gampong context, integrating Acehnese local wisdom such as meuripee, peusijuek, social harmony, and traditional communal supervision. The program consisted of socialization sessions, community workshops, social role mapping, and the establishment of a village-based prevention mechanism. The results show increased community awareness regarding signs of bullying, strengthened collective commitment through village authorities, and heightened involvement of customary and religious leaders in child protection efforts. This program highlights that combining the socio-ecological approach with Acehnese local wisdom offers a strategic foundation for building child-friendly and bullying-free communities. Keywords: bullying, socio-ecological framework, community participation, Acehnese local wisdom, prevention.