Ferdy Hidayatullah
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMULIHAN PSIKOSOSIAL, KESEHATAN DAN LOGISTIK BAGI KORBAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH ACEH Ferdy Hidayatullah; Rizki Julia Utama; Tibyan Asyukri; M Bayu Wibawa; Rahmat Akbar; Rizka Albar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana hidrometeorologi merupakan salah satu jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak multidimensional, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis bagi masyarakat terdampak. Wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie Jaya, termasuk daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan kondisi geografis wilayah. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh melalui program penyaluran bantuan kemanusiaan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tujuh hari, yaitu di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen pada lima desa selama tiga hari, serta di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya pada lima desa selama empat hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan terpadu yang melibatkan masyarakat, aparatur desa, relawan, dan tenaga kesehatan. Bentuk kegiatan meliputi pembagian bantuan logistik, pendampingan pendidikan bagi anak-anak, trauma healing, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian obat-obatan gratis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, memperbaiki kondisi psikologis terutama pada anak-anak, serta meningkatkan akses layanan kesehatan pascabencana. Pendekatan terpadu antara bantuan fisik dan psikososial terbukti efektif dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi
Transfer Pengetahuan Green Finance dalam Pengambilan Keputusan Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Mendukung Transisi Industri Kemaritiman Rendah Karbon sebagai Upayah Mitigasi Perubahan Iklim Ferdy Hidayatullah; Arnawan Hasibuan; Widyana Verawaty Siregar; M Sayuti; Rizki Julia Utama; M Bayu Wibawa; Tibyan Asyukri; Safura Rusydi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kepulauan dan pesisir masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan transisi energi rendah karbon, terutama akibat tingginya ketergantungan terhadap energi fosil berbasis diesel dan rendahnya literasi masyarakat mengenai pemanfaatan energi terbarukan serta green finance. Kondisi tersebut juga terjadi di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, dimana aktivitas industri kemaritiman seperti perikanan, transportasi laut, pariwisata bahari, dan industri pengolahan hasil laut masih sangat bergantung pada energi konvensional dengan biaya operasional yang tinggi. Di sisi lain, wilayah ini memiliki potensi energi surya dan angin yang cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan teknis, minimnya akses pembiayaan hijau, dan belum tersedianya sistem pengambilan keputusan berbasis data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan daerah melalui transfer pengetahuan mengenai green finance dan pengambilan keputusan pemanfaatan energi terbarukan berbasis pendekatan Entropy-Weighted TOPSIS. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, simulasi pengambilan keputusan, dan pendampingan teknis kepada masyarakat serta pelaku industri kemaritiman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep green finance, pemanfaatan energi terbarukan, dan pentingnya transisi industri kemaritiman rendah karbon. Selain itu, peserta mampu memahami proses prioritas pengembangan energi terbarukan secara lebih objektif berdasarkan indikator keberlanjutan, efisiensi, investasi, dan dampak lingkungan. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir dalam mendukung pembangunan energi berkelanjutan di wilayah kepulauan. Program pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan model green finance berbasis energi terbarukan yang adaptif terhadap kebutuhan industri kemaritiman di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.
FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF RENEWABLE ENERGY SYSTEM USING RETSCREEN EXPERT IN ARCHIPELAGO AREAS Ferdy Hidayatullah; Arnawan Hasibuan; Widyana Verawaty Siregar; Rizki Julia Utama; M. Bayu Wibawa
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5435

Abstract

Wilayah Kepulauan Banyak mengalami peningkatan konsumsi energi sebesar 6% setiap tahun, sementara pasokan listriknya masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan menghasilkan emisi karbon yang besar. Kondisi geografis kepulauan menyebabkan integrasi jaringan listrik menjadi sulit, sehingga distribusi listrik belum merata di seluruh pulau. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung transisi menuju energi berkelanjutan, penelitian ini mengeksplorasi potensi energi terbarukan di Kepulauan Banyak dengan menggunakan analisis RETScreen Expert. Studi kelayakan ekonomi antara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dilakukan dengan tiga skenario umur proyek, yaitu 20, 30, dan 40 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa energi angin memiliki kelayakan finansial dan potensi teknis tertinggi pada seluruh skenario, serta mampu memenuhi kebutuhan energi di wilayah tersebut secara berkelanjutan. Temuan ini mengungkap potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik hijau di kepulauan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam perencanaan tata ruang energi dan penentuan lokasi pembangunan yang efisien secara finansial, sekaligus memperkuat ketahanan energi, mendorong pembangunan rendah karbon, dan mempercepat transisi energi berkelanjutan.
EVALUASI GREEN INVESTMENT PADA PEMANFAATAN FOTOVOLTAIK MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI KEPULAUAN UNTUK CARBON NEUTRALITY AREA Ferdy Hidayatullah; Rizki Julia Utama; M Bayu Wibawa; Tibyan Asyukri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi investasi hijau pada pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik (PLTS PV) di wilayah kepulauan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Indonesia memiliki target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, namun pengembangan energi surya masih menghadapi kendala berupa risiko investasi, keterbatasan infrastruktur, dan ketidakpastian kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menentukan prioritas faktor yang memengaruhi keputusan investasi hijau pada PLTS PV di wilayah kepulauan. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap 75 responden dari unsur pemerintah, peneliti, dan praktisi, dengan 35 respons memenuhi syarat consistency ratio AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kebijakan (0,4825) menjadi dimensi paling dominan, diikuti faktor ekonomi (0,3120) dan teknis (0,2055). Pada tingkat subkriteria, profitabilitas (0,7724), kewajiban energi terbarukan (0,6055), dan kematangan teknologi (0,6020) menjadi prioritas utama. Pemerintah lebih menekankan kebijakan dukungan jangka pendek, sedangkan peneliti dan praktisi memprioritaskan kepastian regulasi dan akses pembiayaan jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi insentif fiskal, regulasi yang konsisten, dan mitigasi risiko untuk mempercepat adopsi PLTS PV di wilayah kepulauan Indonesia.
PEMULIHAN PSIKOSOSIAL, KESEHATAN DAN LOGISTIK BAGI KORBAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH ACEH Ferdy Hidayatullah; Rizki Julia Utama; Tibyan Asyukri; M Bayu Wibawa; Rahmat Akbar; Rizka Albar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana hidrometeorologi merupakan salah satu jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak multidimensional, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis bagi masyarakat terdampak. Wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie Jaya, termasuk daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan kondisi geografis wilayah. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh melalui program penyaluran bantuan kemanusiaan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tujuh hari, yaitu di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen pada lima desa selama tiga hari, serta di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya pada lima desa selama empat hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan terpadu yang melibatkan masyarakat, aparatur desa, relawan, dan tenaga kesehatan. Bentuk kegiatan meliputi pembagian bantuan logistik, pendampingan pendidikan bagi anak-anak, trauma healing, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian obat-obatan gratis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, memperbaiki kondisi psikologis terutama pada anak-anak, serta meningkatkan akses layanan kesehatan pascabencana. Pendekatan terpadu antara bantuan fisik dan psikososial terbukti efektif dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi
FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF RENEWABLE ENERGY SYSTEM USING RETSCREEN EXPERT IN ARCHIPELAGO AREAS Ferdy Hidayatullah; Arnawan Hasibuan; Widyana Verawaty Siregar; Rizki Julia Utama; M. Bayu Wibawa
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5435

Abstract

Wilayah Kepulauan Banyak mengalami peningkatan konsumsi energi sebesar 6% setiap tahun, sementara pasokan listriknya masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan menghasilkan emisi karbon yang besar. Kondisi geografis kepulauan menyebabkan integrasi jaringan listrik menjadi sulit, sehingga distribusi listrik belum merata di seluruh pulau. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung transisi menuju energi berkelanjutan, penelitian ini mengeksplorasi potensi energi terbarukan di Kepulauan Banyak dengan menggunakan analisis RETScreen Expert. Studi kelayakan ekonomi antara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dilakukan dengan tiga skenario umur proyek, yaitu 20, 30, dan 40 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa energi angin memiliki kelayakan finansial dan potensi teknis tertinggi pada seluruh skenario, serta mampu memenuhi kebutuhan energi di wilayah tersebut secara berkelanjutan. Temuan ini mengungkap potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik hijau di kepulauan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam perencanaan tata ruang energi dan penentuan lokasi pembangunan yang efisien secara finansial, sekaligus memperkuat ketahanan energi, mendorong pembangunan rendah karbon, dan mempercepat transisi energi berkelanjutan.
EVALUASI GREEN INVESTMENT PADA PEMANFAATAN FOTOVOLTAIK MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI KEPULAUAN UNTUK CARBON NEUTRALITY AREA Ferdy Hidayatullah; Rizki Julia Utama; M Bayu Wibawa; Tibyan Asyukri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi investasi hijau pada pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik (PLTS PV) di wilayah kepulauan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Indonesia memiliki target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, namun pengembangan energi surya masih menghadapi kendala berupa risiko investasi, keterbatasan infrastruktur, dan ketidakpastian kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menentukan prioritas faktor yang memengaruhi keputusan investasi hijau pada PLTS PV di wilayah kepulauan. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap 75 responden dari unsur pemerintah, peneliti, dan praktisi, dengan 35 respons memenuhi syarat consistency ratio AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kebijakan (0,4825) menjadi dimensi paling dominan, diikuti faktor ekonomi (0,3120) dan teknis (0,2055). Pada tingkat subkriteria, profitabilitas (0,7724), kewajiban energi terbarukan (0,6055), dan kematangan teknologi (0,6020) menjadi prioritas utama. Pemerintah lebih menekankan kebijakan dukungan jangka pendek, sedangkan peneliti dan praktisi memprioritaskan kepastian regulasi dan akses pembiayaan jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi insentif fiskal, regulasi yang konsisten, dan mitigasi risiko untuk mempercepat adopsi PLTS PV di wilayah kepulauan Indonesia.