Perkembangan cara pandang terhadap siswa dengan hambatan intelektual memberikan kesempatan berkembangnya kemampuan akademik siswa dengan hambatan intelektual. Salah satu perkembangan akademik yang menjadi focus adalah pengembangan keterampilan membaca permulaan. Banyak studi yang membuktikan bahwa siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan namun demikian jika dihubungan dengan pemahaman global delayed maka seberapa jauh perbedaan berkembangnya keterampilan membaca permulaan siswa dengan hambatan intelektual dengan sebayanya. Studi ini dikembangkan dalam rangka mendapatkan deskripsi perkembangan kemampuan membaca permulaan yang terjadi pada siswa dengan hambatan intelektual yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai prediksi siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Studi ini dilakukan pada delapan belas orang siswa dengan hambatan intelektual yang belajar pada kelas IV sampai dengan VI jenjang sekolah dasar. Semua siswa diberikan tes perkembangan membaca permulaan. Hasil studi menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kesadaran linguistic seluruh siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kosa kata dan kalimat sederhana.. Pada tahap perkembangan kesadaran fonologi ditemukan sebanyak 8 orang belum mencapai perkembangan kesadaran fonologi secara paripurna. Pada tahap perkembangan decoding ditemukan sebanyak 4 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf vocal, seabayak 7 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf konsonan, keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam membaca suku kata dan kata. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa selama tiga tahun siswa dengan hambatan intelektual mengembangkan kesadaran linguistic dan memasuki tahun ke empat sekolah, siswa mulai mengembangkan kesadaran fonologi dan beberapa siswa dapat mengembangkan keterampilan decoding pada tahun ke lima di sekolah.