Ramadhanti, Novia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SUHU AKTIVASI DAN KONSENTRASI H₃PO₄ PADA KARAKTERISTIK KARBON AKTIF BUAH MANGROVE: STUDI KADAR AIR DAN DAYA SERAP IOD Ramadhanti, Novia; Rita Dwi Ratnani; Laeli Kurniasari
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Vol. 15 No. 1 (2025): Prosiding SNST 15 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v15i1.14622

Abstract

Buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) merupakan biomassa lignoselulosa yang jarang dimanfaatkan namun memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku karbon aktif karena kandungan selulosa, hemiselulosa, dan ligninnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu aktivasi dan konsentrasi aktivator H3PO4 buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) terhadap kualitas karbon aktif. Kualitas karbon aktif dianalisis berdasarkan SNI No. 06-3730-1995 dan SII No. 0258-79 meliputi kadar air dan daya serap terhadap iodium. Penelitian ini dilakukan pada variabel bebas suhu aktivasi (60, 70, 80, 90, 100, 110°C) dan konsentrasi aktivator H3PO4 (10, 20, 30, 40, 50, 60%). Buah Mangrove (Sonneratia Caseolaris) dikarbonisasi menggunakan pirolisator dengan suhu pirolisis 300°C selama 6 jam dan didapatkan nilai rendemen karbon buah Mangrove sebesar 11,22%. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif terbaik pada variasi suhu aktivasi diperoleh pada suhu 90°C dengan kadar air terendah sebesar 4,79% dan suhu 70°C dengan daya serap iodine tertinggi sebesar 233,723 mg/g. Sementara itu, pada variasi konsentrasi H₃PO₄, kadar air terendah pada konsentrasi H₃PO₄ 60% sebesar 0,29%, sedangkan daya serap iodine tertinggi sebesar 418,895 mg/g dicapai pada konsentrasi H₃PO₄ 20%. Kadar air karbon aktif telah memenuhi standar SNI dan SII. Meskipun daya serap iod belum memenuhi standar SNI hasilnya telah sesuai dengan standar SII. Kata kunci: karbon aktif, mangrove, pirolisis, asam phospat (H3PO4)
Perkembangan Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa dengan Hambatan Intelektual Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin; Jaya, Indra; Amani, Dwi Aisyah; Balqis, Ratu; Irwan, Wafa Hafshah; Ramadhanti, Novia; Sahaja, Muhammad Lukman
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p8-14

Abstract

Perkembangan cara pandang terhadap siswa dengan hambatan intelektual memberikan kesempatan berkembangnya kemampuan akademik siswa dengan hambatan intelektual. Salah satu perkembangan akademik yang menjadi focus adalah pengembangan keterampilan membaca permulaan. Banyak studi yang membuktikan bahwa siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan namun demikian jika dihubungan dengan pemahaman global delayed maka seberapa jauh perbedaan berkembangnya keterampilan membaca permulaan siswa dengan hambatan intelektual dengan sebayanya. Studi ini dikembangkan dalam rangka mendapatkan deskripsi perkembangan kemampuan membaca permulaan yang terjadi pada siswa dengan hambatan intelektual yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai prediksi siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Studi ini dilakukan pada delapan belas orang siswa dengan hambatan intelektual yang belajar pada kelas IV sampai dengan VI jenjang sekolah dasar. Semua siswa diberikan tes perkembangan membaca permulaan. Hasil studi menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kesadaran linguistic seluruh siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kosa kata dan kalimat sederhana.. Pada tahap perkembangan kesadaran fonologi ditemukan sebanyak 8 orang belum mencapai perkembangan kesadaran fonologi secara paripurna. Pada tahap perkembangan decoding ditemukan sebanyak 4 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf vocal, seabayak 7 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf konsonan, keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam membaca suku kata dan kata. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa selama tiga tahun siswa dengan hambatan intelektual mengembangkan kesadaran linguistic dan memasuki tahun ke empat sekolah, siswa mulai mengembangkan kesadaran fonologi dan beberapa siswa dapat mengembangkan keterampilan decoding pada tahun ke lima di sekolah.