This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Malasari, Wahyuni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cost Effectiveness Analysis Therapeutic Outcome Antihipertensi Kombinasi A ( Valsartan, Amlodipin, Furosemid) Dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta Malasari, Wahyuni; Sormin, Ida Paulina; Liandhajani, Liandhajani; Lukas, Stefanus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55970

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga biaya pengobatan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan terapi. Pemilihan kombinasi antihipertensi yang efektif secara klinis dan efisien secara ekonomi sangat penting untuk mengoptimalkan manajemen pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya antara dua terapi, yaitu Kombinasi A (Valsartan, Amlodipin, Furosemid) dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta periode Januari-Juni 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (Cross-Sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 216 pasien yang dibagi rata menjadi 108 pasien per kelompok. Efektivitas terapi diukur berdasarkan persentase ketercapaian target tekanan darah terkontrol (MAP). Analisis ekonomi dihitung berdasarkan biaya medis langsung yang meliputi biaya obat, jasa dokter, dan pemeriksaan laboratorium menggunakan parameter Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (51,4%) dengan kelompok usia terbanyak 50-59 tahun (32,4%). Kombinasi A memiliki efektivitas klinis lebih tinggi (93,5%) dibandingkan Kombinasi B (72,2%). Total biaya medis langsung Kombinasi A (Rp392.326.893) lebih rendah daripada Kombinasi B (Rp452.799.996). Nilai ACER Kombinasi A adalah Rp4.038.777/MAP, lebih rendah dari Kombinasi B (Rp4.498.311/MAP). Perhitungan ICER menghasilkan nilai negatif (-2.839.112) yang menunjukkan posisi dominan Kombinasi A. Kesimpulannya, terapi Kombinasi A lebih efektif secara klinis dan biaya dibandingkan Kombinasi