Abd. Wahid Hasan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ULUMUL HADIS PADA MAHASISWA Fitriyah, Fitriyah; Nurqadriani, Nurqadriani; Fathurrahman Wahid Pahlawi; Abd. Wahid Hasan; Muhammad Nurhalim Hamzah L
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ulumul Hadis memiliki posisi strategis dalam membentuk kemampuan analisis keislaman mahasiswa, namun dalam praktiknya mata kuliah ini sering dianggap sulit dan kurang aplikatif. Kondisi tersebut berpotensi menghambat penguasaan mahasiswa terhadap metodologi kajian hadis yang menjadi fondasi keilmuan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran Ulumul Hadis pada mahasiswa serta merumuskan solusi yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Ulumul Hadis pada salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan, sehingga diperoleh sejumlah informan mahasiswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran Ulumul Hadis meliputi kesulitan memahami istilah dan konsep, dominasi metode ceramah, keterbatasan sumber belajar berbahasa Indonesia, lemahnya kemampuan bahasa Arab mahasiswa, rendahnya motivasi belajar, serta sistem evaluasi yang masih berorientasi hafalan. Solusi yang diusulkan mencakup penguatan bahasa Arab akademik, inovasi metode pembelajaran berbasis praktik, pengembangan sumber belajar kontekstual, integrasi teknologi, serta evaluasi berbasis analisis hadis. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran Ulumul Hadis yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi analitis mahasiswa di perguruan tinggi Islam
STRATEGI GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN BAHASA INDONESIA PADA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN RUMPUN PAI Abd. Wahid Hasan; Makmur , Makmur; Muhammad Nurhalim Hamzah L; Ismail, Ismail; Nurqadriani, Nurqadriani
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi integrasi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kompetensi literasi dan karakter religius peserta didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat dan Al-Ikhlas Poso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh informan yang terdiri atas guru Bahasa Indonesia, SKI, Al-Qur’an Hadis, Fikih, dan Akidah Akhlak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dilaksanakan secara kontekstual dan kolaboratif melalui analisis tokoh Islam, penulisan refleksi ayat Al-Qur’an, penyusunan argumentasi berbasis dalil, serta penugasan literasi kreatif bernuansa religius. Strategi ini didukung oleh perencanaan pembelajaran terpadu, diskusi reflektif, serta evaluasi autentik yang menghubungkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berpotensi menjadi media internalisasi nilai-nilai Islam apabila dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter religius dalam konteks budaya sekolah Islam yang adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.