Pembelajaran Ulumul Hadis memiliki posisi strategis dalam membentuk kemampuan analisis keislaman mahasiswa, namun dalam praktiknya mata kuliah ini sering dianggap sulit dan kurang aplikatif. Kondisi tersebut berpotensi menghambat penguasaan mahasiswa terhadap metodologi kajian hadis yang menjadi fondasi keilmuan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran Ulumul Hadis pada mahasiswa serta merumuskan solusi yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Ulumul Hadis pada salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan, sehingga diperoleh sejumlah informan mahasiswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran Ulumul Hadis meliputi kesulitan memahami istilah dan konsep, dominasi metode ceramah, keterbatasan sumber belajar berbahasa Indonesia, lemahnya kemampuan bahasa Arab mahasiswa, rendahnya motivasi belajar, serta sistem evaluasi yang masih berorientasi hafalan. Solusi yang diusulkan mencakup penguatan bahasa Arab akademik, inovasi metode pembelajaran berbasis praktik, pengembangan sumber belajar kontekstual, integrasi teknologi, serta evaluasi berbasis analisis hadis. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran Ulumul Hadis yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi analitis mahasiswa di perguruan tinggi Islam
Copyrights © 2026