Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GOLD PRICE, INFLASI DAN NON PERFORMING LOANS (NPL) TERHADAP PEMBIAYAAN GADAI RAHN Kristanti Rahman; Eri Kristanto
JURNAL EKONOMI Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Ekonomi - Agustus 2023
Publisher : JURNAL EKONOMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of Gold Price (X1), Inflation (X2) and NPL Rate (X3), on Rahn Pawn Financing Distribution (Y) at PT. Pegadaian Syariah in Indonesia. The type of data used is time series secondary data taken from the website harga_emas.org, Bank Indonesia website at www.bi.go.id, Annual report of PT. Pegadaian which is interpolated into monthly data. The data analysis method used in this research is descriptive analysis, classical assumption test and hypothesis testing which is processed using SPSS version 25. Based on the results of the study, the price of gold and NPL have an effect on Rahn pawn financing, but inflation has no effect onRahn pawn financing.
Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa: Pengabdian Nazifah Husainah; Lisna Bantulu; Purwaka Hari Prihanto; Eri Kristanto; Cikita Berlian Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6064

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi potensi hingga implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi ekowisata desa berhasil teridentifikasi secara sistematis dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan strategis. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, yang ditandai dengan perubahan pola pikir, perilaku, serta kemampuan dalam memanfaatkan peluang ekonomi. Terbentuknya kelembagaan lokal turut memperkuat tata kelola pengelolaan wisata yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Pengembangan produk dan atraksi wisata berbasis potensi lokal juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi serta terbukanya peluang pendapatan baru bagi masyarakat. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan terbangunnya jejaring kemitraan dengan berbagai pihak menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberlanjutan program. Namun demikian, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan partisipasi masyarakat, rendahnya konsistensi dalam penerapan prinsip keberlanjutan, serta keterbatasan akses pasar dan promosi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaboratif untuk mengoptimalkan potensi yang ada sekaligus mengatasi berbagai kendala guna mewujudkan pengembangan ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan.