Novianti, Shilfa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Water and Crop Management Technologies: Physiological Response and Yield of Biofortified Rice Guntoro, Dwi; Ardie, Sintho Wahyuning; Diaguna, Ridwan; Hapsari, Dhika Prita; Sholiha, Nabila Fairuz; Putri, Prabawati Hyunita; Wahyudi, Wahyudi; Mursyalatiyus, Isnainy Dinul; Novianti, Shilfa; Purwandani, Junia Anindya; Anggraeni, Ratih Prajnaparamita; Rahardjo, Budi
Journal of Tropical Crop Science Vol. 13 No. 01 (2026): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.13.01.241-253

Abstract

Biofortified rice has emerged as one of the most promising strategies to enhance the micronutrient content of staple crops, offering a practical pathway to reduce stunting and improve nutritional security. In response to the challenges posed by climate change, water scarcity, and the need for more efficient production systems, this study examined the effects of water- and crop- management technologies on the physiological performance and yield of biofortified rice. A factorial randomized complete block design compared continuous flooding and alternate wetting and drying (AWD) irrigation with two crop management systems: conventional and a new technology. The AWD system enhanced photosynthesis without significantly affecting transpiration or stomatal conductance, indicating improved carbon assimilation and more efficient water use. Both AWD and the new technology individually increased dry grain yield per clump, while their combination produced heavier grains, higher productivity, greater 1000-grain weight, and improved water-use efficiency compared with other treatments. Although yield differences were not statistically significant, the consistent upward trends indicate synergistic potential when nutrient management is optimized. Overall, integrating AWD irrigation with new technology crop management can enhance resource efficiency in biofortified rice cultivation while maintaining yield stability under water- limited conditions.
Pestisida Nabati Berbahan Baku Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) untuk Mengatasi Hama Penting pada Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis) Damanik, Dina Layali; Ifana, Cindy Anola; Firmansyah, Lutfi; Wandira, Sindy; Fauzillah, Ridwan; Dewi, Ratna; Rakanu, Andrian; Gupi, Ainul Firman; Hanifa, Salma; Anwar, Ruly; Fauzi, Ichsan Ahmad; Novianti, Shilfa
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.23-30

Abstract

Asparagus merupakan tanaman dari golongan hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi pada kancah global maupun nasional. Tanaman asparagus di Indonesia merupakan jenis varietas dari hasil introduksi negara yang berada di kawasan subtropis, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman asparagus tidak dapat optimal di Indonesia. Selain itu, kondisi suhu dan kelembaban yang tinggi di Indonesia menyebabkan tanaman asparagus rentan terserang oleh penyakit dan hama. Desa Cigunungsari belum lama melakukan budidaya tanaman asparagus sehingga banyak masalah yang terjadi. Ulat grayak (Spodoptera litura) adalah hama utama yang menyerang asparagus di Desa Cigunungsari sehingga mengakibatkan adanya penurunan pada jumlah panen serta kualitas asparagus, sehingga diperlukan upaya untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi pestisida nabati dari limbah kulit bawang merah kepada masyarakat Desa Cigunungsari. Ulat grayak memiliki sifat yang polifag sehingga memungkinkan untuk menyerang tanaman lain. Pembuatan pestisida nabati cukup mudah dilakukan, yakni merendam kulit bawang dengan toples berisi air. Rendaman tersebut kemudian ditutup rapat dan difermentasi selama 48 jam sebelum diaplikasikan. Pestisida nabati ini masih belum dapat dinyatakan efektif untuk mengendalikan hama ulat grayak. Stadia telur merupakan stadia yang dilaporkan petani berhasil dikendalikan serta pestisida ini bersifat repelen bagi semut.