Diaguna, Ridwan
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pembelajaran Partisipatif Secara Daring bagi Petani Sorgum di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur Ridwan Diaguna; Okti Syah Isyani Permatasari; Candra Budiman; Ahmad Zamzami; Vincencius Arman; Joni Aba; Flora Ifoni Naomi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.1.113-119

Abstract

Dryland is a potential food production in the future and sorghum is one of the potential commodities to be developed. Sorghum has been cultivated by a small number of people in Ende Regency, such as in Kotabaru and Nangapanda sub-districts. However, the cultivation has not yet applied cultivation techniques to achieve production optimization. In addition, there are still many limitations in knowledge of processing the production of sorghum seeds, leaves, and stems. Farmers have not enjoyed and received the benefits of cultivation so far. The purpose of this study is to increase awareness, understanding, and knowledge about the importance of sorghum to support food security and farmer welfare in Ende Regency, and to map the potential of online learning for farmers. The online learning was carried out in Kotabaru Village with the target being the Kema Sa Ate Women Farmers Group (KWT), which are sorghum cultivators. Learning is carried out using the lecture plus method (lecture-discussion) using a zoom meeting. Learning materials about harvesting and post-harvesting sorghum. The obstacle faced in this online learning is a device that does not support it. This problem was solved by involving a learning facilitator played by Field Agricultural Extension (PPL). Participants' initial knowledge before the training program was 3.8 and after training the final knowledge was 7.2. Based on the initial and final knowledge, it can be concluded that there is an increase in knowledge of 89.5%. The level of participant satisfaction with the 5 indicators proposed in the evaluation of the learning implementation process is very high, more than 80%. The level of participants' satisfaction with the five indicators in the evaluation of the training process also increased. More than 90% for problem solving in the field, speaker competence, and the level of urgency of information, while for media innovation and training methods more than 80%.
PEMUPUKAN BAHAN ORGANIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI TALAS SUTRA Ridwan Diaguna; Edi Santosa; Candra Budiman; Ahmad Zamzami; Okti Syah Isyani Permatasari; Aldi Kamal Wijaya
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.1.35-42

Abstract

Indonesia has a great taro diversity and had been utilized for long time. Taro has more competitiveness including high nutrition, wide adaptation, and ease for cultivation, further, it’s very potential to be the future food and create new economical value. The objective of the research was to obtain the organic manure fertilizer effect on sutra taro variety growth and yield. The research was conducted for eight months from January till August 2021 at Leuwikopo Farm, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University. A Completely Randomized Block Design (CRBD) with five replications and four-level organic manure treatments (0.25 kg, 0.5 kg, 0.75 kg, and 1.00 kg per plant) was applied. Taro growth, corm characters, and yields were affected by organic manure fertilizer dose. The dose of 0.75-1.00 kg/plant (equivalent to 15-20 ton/ha) showed the highest growth, corm characters and yields more than the lower doses. Taro “Sutra variety” cultivation by fully using organic manure fertilizers is very potential to be encouraged. 
Pemilahan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) serta Hubungan Ukuran Benih dengan Mutu Benih Hielga Bariq Rosyadita; Ahmad Zamzami; Ridwan Diaguna
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.1-10

Abstract

Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia yang produksi nasionalnya masih tergolong rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Produksi nasional dapat ditingkatkan dengan penggunaan benih bermutu. Mutu benih berkaitan dengan ukuran benih. Penelitian ini menguji pengaruh ukuran benih terhadap mutu benih kedelai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal berupa ukuran benih. Taraf ukuran benih yang diuji adalah ukuran besar, sedang, kecil, dan campuran, diulang sebanyak tiga ulangan. Penelitian secara terpisah dilakukan terhadap varietas Grobogan dan Demas 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran benih berpengaruh secara beragam terhadap beberapa peubah mutu benih. Ukuran benih Grobogan hanya berpengaruh terhadap bobot kering kecambah normal dengan ukuran benih besar merupakan yang terbaik. Sementara itu, ukuran kecil dan campuran pada Demas 1 menghasilkan indeks vigor, bobot kering kecambah normal, dan daya hantar listrik yang terbaik daripada ukuran lainnya. Benih Demas 1 ukuran kecil menunjukkan kemunduran vigor yang relatif lebih rendah setelah pengusangan cepat dibanding ukuran lain. Laju imbibisi dipengaruhi oleh luas penampang yang dibuktikan dengan varietas Grobogan yang memiliki ukuran lebih besar memiliki laju imbibisi yang juga lebih besar dibandingkan benih kedelai Demas 1. Pemilahan benih kedelai sebaiknya memperhatikan ukuran optimal pada masing-masing varietas karena akan berpengaruh terhadap mutu benihnya.
Sortasi Ukuran Benih Jagung Manis Varietas Arinta IPB dan Verona IPB untuk Meningkatkan Mutu Fisiologis Alfarabi, Emir Aqsha; Diaguna, Ridwan; Suhartanto, Mohamad Rahmad
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Ukuran benih berkaitan dengan mutu fisiologis yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk optimalisasi ukuran benih jagung manis varietas Arinta IPB dan Verona IPB untuk meningkatkan mutu fisiologis. Penelitian dilaksanakan dari November 2023 hingga April 2024 di Seed Center KP Leuwikopo IPB dan Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, IPB. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan empat ulangan. Ukuran benih dibagi menjadi empat taraf: besar, sedang, kecil, dan campur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih berukuran besar menghasilkan mutu fisiologis tertinggi dibanding ukuran lain. Viabilitas awal benih kedua varietas lebih dari 80,0%. Varietas Verona IPB memiliki bobot 1000 butir lebih tinggi dibanding Arinta IPB. Benih berukuran besar memiliki bobot 1000 butir lebih tinggi dibanding benih campuran, sementara benih sedang dan kecil memiliki bobot lebih rendah. Proporsi tertinggi benih kedua varietas adalah ukuran sedang, yaitu Arinta IPB 70,3% dan Verona IPB 57,1%. Viabilitas dan vigor benih jagung manis kedua varietas dapat ditingkatkan dengan mengeliminasi benih kecil. Pemilahan benih untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih jagung manis varietas Verona IPB perlu diperhatikan karena proporsi benih kecil cukup tinggi, yaitu 27,0%.
Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Ubi Jalar melalui Implementasi Prinsip Good Agricultural Practices dalam Pelatihan Pertanian Terpadu di Desa Purwasari, Bogor Putra, Bramada Winiar; Diaguna, Ridwan; Maulania, Raudya Zahra; Faiza, Nadia Mayla; Farhan, Muhammad; Anam, Choirul; Daffafauzan, Daffafauzan; Tuffahati, Andira Shafa; Azraini, Dinda; Insani, Auralia Fikri; Aulia, Febriana Nur; Natih, Made Naradhara Ayuko; Syafitri, Diva Kaila; Hermawan, Akbar; Salsabila, Sagita; Tampubolon, Bahroin Idris
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.403-411

Abstract

Purwasari Village, Dramaga District, has great potential for sweet potato cultivation, which can open up significant economic opportunities for farmers, but challenges in sustainability and improving production quality are still obstacles. One of the efforts made to overcome this is through integrated agricultural training, which focuses on improving sweet potato cultivation techniques through the IPB Innovation KKN-T program. This activity aims to help farmers understand good crop cultivation practices, Good Agriculture Practice (GAP), and increase the productivity of sweet potato cultivation. The method of implementing the activity is carried out through several stages, namely land processing, planting sweet potato seeds, training, presentation of material, giving pre-tests and post-tests related to Good Agriculture Practice (GAP), and installing 60 × 40 cm land identity signs. The results of this training show an increase in the knowledge of sweet potato farmers by 7%, as measured by the results of the pre-test and post-test, as well as an increase in farmers' participation in cultivating sweet potatoes. The implementation of the training also increased sweet potato production by 30%. This activity also collaborates with IPB's Agribusiness and Technology Park (ATP) as a partner, so that harvested sweet potato products can be further processed, marketed, and sold through the ATP distribution network. This program is expected to contribute significantly to the development of sustainable integrated agriculture, as well as improve the welfare of farmers through wider market access and added value to sweet potato products.
PENILAIAN EFEKTIVITAS PUPUK ANORGANIK NPK 12-10-22 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS Diaguna, Ridwan; Suwarto, Suwarto; Sularno, Sularno; Sarjani, Alvita Sekar
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i2.8833

Abstract

The utilization of NPK fertilizer specifically formulated to meet the requirements of maize plants can contribute to improved nutrient absorption efficiency and maximized growth and yield. Choosing NPK fertilizer with a suitable nutrient content is a critical aspect in attaining optimal maize productivity. This study aimed to determine the effectiveness of inorganic NPK 12-10-22 fertilizer on the growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata L.). This study was conducted from November 2022 to February 2023 at the Sawah Baru Experimental Garden, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University, Bogor, West Java. The study was arranged in a randomized complete block design with four replications. The fertilizer dose treatments consisted of six levels: without the tested fertilizer application (Control), Standard NPK fertilizer as a comparison (Standard NPK), 0.5 doses of NPK 12-10-22 (0.5 NPK), 1.0 dose of NPK 12-10-22 (1.0 NPK), 1.5 doses of NPK 12-10-22 (1.5 NPK), and 2.0 doses of NPK 12-10-22 (2.0 NPK). The application of 0.5 to 2.0 doses of inorganic NPK 12-10-22 fertilizer was able to produce growth characteristics, yield components, and yields of sweet corn plants that were equally as good as the standard treatment. The application of 2.0 doses of NPK 12-10-22 fertilizer even resulted in significantly higher cob weight and cob weight without husk compared to the standard dose. The application of 1.0, 1.5, and 2.0 doses of inorganic NPK 12-10-22 fertilizer produced RAE (Relative Agronomic Efficiency) values ≥ 95%, namely 111%, 104%, and 125% for sweet corn plants. The recommended dose of NPK 12-10-22 fertilizer is 545.5 kg per hectare, accompanied by 161 kg of urea, 48 kg of SP-36, and 80 kg of KCl per ha.
Pengembangan Metode Uji Cepat Vigor Benih Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) melalui Pemunculan Radikula menggunakan Pengolahan Citra Digital: The Development of a Rapid Seed Vigor Testing Method for Long Bean (Vigna sinensis L.) through Radicle Emergence utilizing Digital Image Processing Nurhasanah, Farina; Ilyas, Satriyas; Qadir, Abdul; Retno Palupi, Endah; Zamzami, Ahmad; Diaguna, Ridwan; Budiman, Candra
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.42-48

Abstract

Uji pemunculan radikula adalah metode alternatif yang menjanjikan untuk pengujian vigor benih secara cepat. Pengolahan citra digital merupakan suatu teknologi yang dapat digunakan dalam identifikasi mutu benih menggunakan metode pemunculan radikula yang lebih akurat dan waktu yang efisien. Penelitian bertujuan mengembangkan metode uji cepat vigor benih yang lebih efisien dan akurat dengan metode pemunculan radikula menggunakan pengolahan citra digital pada benih kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Kesehatan Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor dengan empat ulangan sebagai kelompok. Penelitian menggunakan sepuluh varietas benih kacang panjang dan pengamatan uji pemunculan radikula dilakukan mulai jam ke 46 hingga jam ke 58 setelah tanam. Penelitian ini menemukan bahwa pengolahan citra digital dapat digunakan secara efektif pada uji pemunculan radikula untuk pengujian vigor benih kacang panjang. Uji pemunculan radikula berkorelasi kuat positif dengan tolok ukur daya berkecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh, serta berkorelasi kuat negatif dengan tolok ukur rataan waktu perkecambahan. Periode perkecambahan paling cepat dan tepat yang dapat digunakan untuk pengujian uji pemunculan radikula minimal 2 mm adalah 52 jam pada suhu 25 ± 2. Uji kemunculan radikula sebagai metode dapat diandalkan dan efisien untuk pengujian vigor benih kacang panjang, terutama jika dikombinasikan dengan teknologi pengolahan citra digital. Kata kunci: cekaman salinitas, ImageJ, indeks vigor, kecepatan tumbuh, korelasi
Pengembangan Uji Vigor dengan Pemunculan Radikula pada Benih Terung (Solamun melongena L.) Menggunakan Pengolahan Citra Digital Arrofi, M Abid; Budiman, Candra; Diaguna, Ridwan
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.50346

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode uji cepat vigor dengan pemunculan radikula (Radicle Emergence) pada benih terung (Solanum melongena L.) agar lebih cepat, akurat dan objektif menggunakan pengolahan citra digital. Pengamatan radikula benih terung dilakukan pada setiap periode pengecambahan (76, 80, 84, 88, 92, 96, 100, 104 dan 108 jam ± 15 menit) dan diambil citra menggunakan kamera digital, kemudian diolah menjadi data numerik menggunakan aplikasi citra digital. Data numerik tersebut diolah dan dianalisis dengan tolak ukur daya berkecambah, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh dan daya tumbuh lapang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2022 di Laboratorium Pengujian Benih dan Green House Kebun Pencobaan Cikabayan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Hasil pengujian menunjukkan persentase jumlah pertumbuhan radikula berkorelasi kuat dengan tolak ukur indeks vigor, kecepatan tumbuh dan daya tumbuh lapang pada kategori panjang radikula ≥1 mm (92 jam ± 15 menit), ≥2 mm (104 jam ± 15 menit) serta ≥50% panjang benih (104 jam ± 15 menit) dengan suhu 27.8 °C. Sedangkan kategori panjang radikula ≥ panjang benih tidak memiliki korelasi yang kuat dengan kecepatan tumbuh dan daya tumbuh lapang. Kata kunci: panjang radikula, persentase jumlah pertumbuhan radikula, periode pengecambahan, kecepatan tumbuh, daya tumbuh lapang
Estimasi Jejak Karbon pada Budidaya Ubi kayu dari Berbagai Dosis Pupuk NPK dan Karbon Organik Tanah Santosa, Edi; Anwar, Syaiful; Hartono, Arief; Pramuhadi, Gatot; Diaguna, Ridwan; Zaman, Sofyan; Agusta, Herdhata
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.54453

Abstract

Ubi kayu atau singkong merupakan komoditas industri dan komponen penting pada ketahanan pangan di Indonesia, tetapi informasi jejak karbon dari kegiatan budidaya masih terbatas. Jejak karbon adalah salah satu pendekatan untuk memahami sumber emisi gas rumah kaca (GRK) yang berguna untuk mitigasi pemanasan global. Penelitian bertujuan melakukan asesmen jejak karbon budidaya ubi kayu pada berbagai taraf pupuk NPK dan karbon organik tanah (C-org). Penelitian dilakukan pada September 2022 hingga Mei 2023 di Kebun Percobaan IPB Jonggol. Data emisi diestimasi menggunakan skenario tier 1. Budidaya ubi kayu memiliki jejak karbon 2,511.2-10,641.4 kg CO2-eq ha-1 tergantung dosis NPK dan C-org. Budidaya mengemisikan karbon rata-rata 6,455.5 kg CO2-eq ha-1 dengan emisi langsung 4,532.3 kg CO2-eq ha-1dan tidak langsung sebesar 1,923.2 kg CO2-eq ha-1. Input NPK dan pupuk kandang menyumbang emisi langsung terbesar yakni berturut-turut 36.99% dan 54.96%. Pada waktu yang bersamaan, budidaya menskuestrasi karbon 27,445.1- 61,684.2 kg CO2-eq ha-1 (rata-rata 51,032.4 kg CO2-eq ha-1) sehingga budidaya memiliki neraca karbon positif yang berarti mengurangi GRK, yakni sebesar 24,933.9-54,493.1 kg CO2-eq ha-1 (rata-rata 44,577.0 kg CO2-eq ha-1). Berdasarkan regresi, tingkat C-org 4.8% dan dosis NPK (15-15-15) 440.7 kg ha-1 memberikan pengurangan (offsets) emisi GRK maksimum. Upaya mencapai budidaya ubi kayu rendah emisi diprioritaskan melalui pengurangan input pupuk misalnya dengan mengembalikan limbah biomasa budidaya. Kata kunci: emisi karbon, emisi GRK, ketahanan pangan, rendah emisi, singkong
Peningkatan Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max L.) Melalui Perlakuan Antar Periode Simpan Rahman, Anita Rahmasari; Sari, Maryati; Diaguna, Ridwan
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.55449

Abstract

Salah satu faktor pembatas penyediaan benih kedelai bermutu adalah daya simpannya yang rendah. Perlakuan antar periode simpan diharapkan dapat menahan laju kemunduran benih dan meningkatkan daya simpan. Penelitian bertujuan mempelajari dan mendapatkan perlakuan antar periode simpan yang mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih kedelai, sehingga daya simpan benih dapat meningkat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan Februari hingga Agustus 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap split-plot. Kondisi suhu ruang simpan sebagai petak utama terdiri atas dua taraf yaitu (1) ruang simpan terbuka (28 ± 3 ℃) dan (2) ruang simpan terkendali (20 ± 2 ℃). Perlakuan antar periode simpan sebagai anak petak, terdiri atas lima taraf yaitu (1) kontrol, (2) kombinasi cuci dan jemur (3) jemur (4) pemanasan 50 oC, dan (5) fungisida. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas benih hingga 6 bulan setelah perlakuan (BSP) tidak dipengaruhi oleh perbedaan suhu ruang simpan. Perlakuan fungisida mampu mengeradikasi cendawan Aspegillus niger dan A. Flavus dan mempertahankan daya berkecambah 82 pada 5 BSP dan 80% (6 BSP). Perlakuan jemur menjadi alternatif terbaik pengganti perlakuan fungisida, mampu mempertahankan daya berkecambah 81% (5 BSP) dan 74% (6 BSP), sementara daya berkecambah benih tanpa perlakuan telah turun menjadi 71% (5 BSP) dan 67% (6 BSP). Kata kunci: fungisida, invigorasi, kemunduran benih, penjemuran, viabilitas