Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Limbah Medis yang Berkelanjutan di Rumah Sakit Bireuen Medical Center Muhammad Erwin; Malik, Abdul; Ridwan Iriadi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis yang berkelanjutan di Rumah Sakit Bireuen Medical Center (BMC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 40 responden yang terdiri dari tenaga medis, perawat, petugas sanitasi, dan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMC telah menerapkan sebagian besar prinsip pengelolaan limbah medis yang berkelanjutan, meliputi pemilahan limbah medis dan non-medis, penyediaan tempat sampah terpisah dan berlabel, pencatatan limbah, serta pemantauan dampak lingkungan. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti belum optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh seluruh petugas, belum terpisahnya limbah medis dari limbah domestik pada tahap pembuangan akhir, serta keterbatasan anggaran yang menjadi hambatan utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi tenaga kesehatan, pengawasan ketat terhadap pemilahan limbah, serta penguatan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan pengelolaan limbah medis yang aman, efisien, dan berwawasan lingkungan. Implementasi sistem pengelolaan limbah medis yang berkelanjutan di BMC diharapkan dapat menjadi model bagi rumah sakit lain dalam mendukung pelayanan kesehatan yang ramah lingkungan.
Faktor Sosial-Ekonomi dan Kesadaran Hukum sebagai Penentu Perilaku Masyarakat terhadap Perdagangan llegal Gading Gajah di Sawang, Aceh Utara Yusmadi, Yusmadi; Ridwan Iriadi; Sitti Zubaidah
Berkala Ilmiah Biologi Vol 17 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bib.v17i1.28133

Abstract

Illegal ivory trade persists in Sawang Subdistrict, North Aceh, despite the legal protection of the Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus). This study aims to analyze the driving factors and community legal awareness regarding illegal ivory trade. A quantitative descriptive–correlational approach was employed using a cross-sectional survey of 120 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression. Results indicate that community legal awareness is low (composite score = 35), with only 46.2% of respondents aware that elephants are legally protected and merely 12.3% understanding the criminal sanctions for ivory trade. Key driving factors include economic pressure, socio-cultural dynamics, and limited access to information. Regression analysis confirmed all three factors significantly influence low legal awareness (p < 0.05), with information access being the strongest predictor (β = 1.253). The study concludes that repressive law enforcement alone is insufficient to curb illegal ivory trade. Policy recommendations include: (1) integrating Islamic and customary values into conservation education through religious and traditional leaders; (2) developing sustainable alternative livelihoods such as community-based ecotourism; and (3) strengthening local reporting mechanisms via SMS gateway and community radio.