Anisa Zahrotul Mupida
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Permodalan Bank Syariah melalui Pendekatan Capital Adequacy Ratio (CAR), Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) Wafa Syakila Herdani; Kanaisa Salsabila; Anisa Zahrotul Mupida; Joni Ahmad Mughni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7190

Abstract

Perkembangan industri perbankan syariah yang pesat menuntut pengelolaan permodalan yang kuat agar bank mampu menjaga stabilitas keuangan serta menghadapi berbagai risiko operasional. Namun, kajian yang secara khusus membahas manajemen permodalan bank syariah melalui indikator kecukupan modal dan kualitas aset produktif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen permodalan bank syariah melalui pendekatan Capital Adequacy Ratio (CAR), Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang memanfaatkan data sekunder dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR menjadi indikator utama dalam menilai kecukupan modal bank dalam menyerap risiko kerugian, ATMR mencerminkan besarnya eksposur risiko dari aset yang dimiliki bank sehingga menentukan kebutuhan modal minimum, sedangkan KAP menunjukkan kualitas pembiayaan dan kemampuan aset produktif dalam menghasilkan pendapatan. Ketiga indikator tersebut saling berkaitan dalam mendukung stabilitas dan kinerja bank syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan permodalan yang optimal melalui penerapan CAR, ATMR, dan KAP secara terintegrasi dapat memperkuat ketahanan bank syariah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan syariah.