Wafa Syakila Herdani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemikiran Abu Bakar Memerangi Orang yang Membangkang Zakat, Relevansi Kebijakan Sosial, Ekonomi Era Modern Eva Dwi Suciati; Husnul Muhimmah; Wafa Syakila Herdani; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim juga sebagai salah satu rukun Islam. Menurut Abu Bakar meninggalkan zakat ialah suatu kedurhakaan yang dapat memunculkan berbagai problem sosial ekonomi dan kemudharatan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji ketegasan sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam menangani masalah zakat dan mengembangkan rekomendasi kebijakan sosial dan ekonomi yang berbasis pada pemikiran Abu Bakar Ash-Shiddiq tentang zakat di era modern saat ini. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Penyebab enggannya orang-orang tertentu mengeluarkan zakat ialah, dikarenakan beberapa alesan contohnya ada yang menganggap zakat tersebut sebagai suatu keterpaksaan, dan golongan terbesar diantara mereka yang tidak mau membayar zakat. Ketegasan sikap Abu Bakar ini didasari oleh keyakinannya bahwa zakat adalah bagian dari ajaran Islam.Zakat adalah bagian penting dalam ajaran Islam. Penelitian ini menunjukkan ketegasan sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam menangani masalah zakat, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan kebijakan sosial dan ekonomi.
Transformasi Digital dalam Industri Halal Global: Analisis Kebutuhan, Tantangan, dan Strategi Inovatif untuk Peningkatan Daya Saing dan Kepercayaan Konsumen Eva Dwi Suciati; Husnul Muhimmah; Wafa Syakila Herdani; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5921

Abstract

Industri halal di Indonesia memiliki potensi besar yang didukung oleh populasi Muslim terbesar di dunia, dengan peluang pertumbuhan yang signifikan pada sektor keuangan syariah, makanan halal, pariwisata, dan fesyen Muslim. Namun, tantangan seperti regulasi sertifikasi, keterbatasan akses pasar global, dan rendahnya literasi ekonomi syariah masih menghambat pengembangan sektor ini. Transformasi digital melalui penggunaan teknologi canggih seperti blockchain, Internet of Things (IoT), dan artificial intelligence (AI) berperan penting dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan transparansi produk halal, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Strategi inovatif digitalisasi yang mengintegrasikan pemasaran konten halal, review konsumen, sistem pembayaran digital yang aman, dan e-commerce syariah mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Kolaborasi multipihak dan peningkatan literasi pelaku UMKM halal menjadi kunci sukses implementasi digitalisasi. Dengan demikian, digitalisasi inovatif dapat memperkuat daya saing produk halal Indonesia di pasar global dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Crowdfunding Syariah dalam Ekosistem Islamic Social Finance: Implementasi Akad dan Manajemen Risiko pada Pendanaan UMKM Rivana; Falha Himatul Aliyah; Eva Dwi Suciati; Wafa Syakila Herdani; Dyah Ayu Setyaningsih; Silvi Sa’adah; Trisna Wijaya
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7164

Abstract

Perkembangan crowdfunding syariah dan instrumen ZISWAF digital di Indonesia menghadapi tantangan empiris berupa ketimpangan antara pesatnya inovasi teknologi dengan kesiapan regulasi serta rendahnya literasi keuangan syariah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, mekanisme, serta kerangka regulasi crowdfunding syariah sebagai solusi pendanaan inklusif bagi UMKM dan sektor sosial. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan analisis regulasi (POJK serta fatwa DSN-MUI), studi ini mengevaluasi penerapan akad mudharabah, musyarakah, ijarah, dan struktur hibrida dalam operasional platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi fintech dengan nilai maqāṣid al-sharī‘ah mampu menciptakan ekosistem pendanaan yang transparan dan bebas dari riba, gharar, serta maysir. Namun, keefektifan model ini sangat bergantung pada pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan harmonisasi antara regulasi OJK dengan fatwa DSN-MUI. Simpulan studi menegaskan bahwa digitalisasi ZISWAF dan crowdfunding merupakan instrumen strategis pemberdayaan ekonomi umat, namun memerlukan penguatan literasi digital dan sinkronisasi regulasi agar dampak sosialnya terukur dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menekankan urgensi peran otoritas dalam menjaga integritas syariah di tengah dinamika ekonomi modern.
Analisis Manajemen Permodalan Bank Syariah melalui Pendekatan Capital Adequacy Ratio (CAR), Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) Wafa Syakila Herdani; Kanaisa Salsabila; Anisa Zahrotul Mupida; Joni Ahmad Mughni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7190

Abstract

Perkembangan industri perbankan syariah yang pesat menuntut pengelolaan permodalan yang kuat agar bank mampu menjaga stabilitas keuangan serta menghadapi berbagai risiko operasional. Namun, kajian yang secara khusus membahas manajemen permodalan bank syariah melalui indikator kecukupan modal dan kualitas aset produktif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen permodalan bank syariah melalui pendekatan Capital Adequacy Ratio (CAR), Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang memanfaatkan data sekunder dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR menjadi indikator utama dalam menilai kecukupan modal bank dalam menyerap risiko kerugian, ATMR mencerminkan besarnya eksposur risiko dari aset yang dimiliki bank sehingga menentukan kebutuhan modal minimum, sedangkan KAP menunjukkan kualitas pembiayaan dan kemampuan aset produktif dalam menghasilkan pendapatan. Ketiga indikator tersebut saling berkaitan dalam mendukung stabilitas dan kinerja bank syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan permodalan yang optimal melalui penerapan CAR, ATMR, dan KAP secara terintegrasi dapat memperkuat ketahanan bank syariah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan syariah.