Pembelajaran terstruktur, yang menekankan pada perencanaan sistematis dan urutan materi yang jelas, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, fokus, dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak penerapan pembelajaran terstruktur terhadap hasil belajar siswa di SDN 019 Bengalon. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari lima guru dengan berbagai mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terstruktur berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa, terutama dalam hal peningkatan fokus, motivasi, dan keterampilan berpikir kritis. Namun, tantangan yang ditemukan termasuk kurangnya fleksibilitas dalam menyesuaikan kecepatan belajar siswa yang bervariasi. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai penerapan teori konstruktivisme dalam konteks pendidikan dasar dan memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur di sekolah-sekolah dasar. Penelitian ini juga menyarankan agar ke depannya ada penelitian lanjutan yang melibatkan sampel lebih besar dan mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi sosial-ekonomi dan dukungan teknologi di sekolah.