Penyandang disabilitas mempunyai resiko kerusakan gigi yang besarkarena sulit membersihkan giginya secara sempurna. Penggunaan obat kumur antiseptik telah terbukti membantu dalam menekan pertumbuhan kuman patogen di rongga mulut, sehingga sangat membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penggunaan obat kumur berbahan herbal banyak dikembangkan karena tidak menimbulkan resistensi, murah, dan mudah didapat dengan memanfaatkan ketersediaan di lingkungan, dengan khasiat antimikroba yang setara dengan obat kimia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian komunitas disabilitas pada Yayasan Cahaya Mutiara Ubud dalam perawatan kesehatan gigi melalui pelatihan pembuatan loloh obat kumur herbal berbahan daun sirih. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, disertai pendampingan adaptif untuk mengatasi keterbatasan motorik. Proses pelatihan berlangsung secara partisipatif, melibatkan interaksi kolaboratif antara peserta, dosen, dan mahasiswa, serta memanfaatkan kearifan lokal agar materi lebih mudah diterima. Tantangan seperti keterbatasan sarana diatasi dengan modifikasi alat sederhana, sementara respons peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan kepercayaan diri. Hasil kegiatan tidak hanya menghasilkan produk loloh antiseptik, tetapi juga memperkuat kapasitas peserta untuk mengelola perawatan diri secara berkelanjutan. Program ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dan partisipatif dalam pemberdayaan komunitas disabilitas.