Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Sebagai Subtitusi Parsial Semen Pada Pembuatan Beton Michael Rorimpandey; Muhammad Ramdhan Olii; Ilyas Ichsan
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu dalam pemanfaatannya diambil sari-sarinya untuk dijadikan gula. Namun, faktanya hanya 10 % dari berat isi tebu yang bisa terekstraksi, sisanya sebesar 90% limbahnya beberapa hanya digunakan sebagai pakan ternak, pupuk organik, dan bahan pembuatan tisu. AAT (Abu Ampas Tebu) yang memiliki kandungan silikat sebesar 68,5% mempunyai potensi untuk menjadi pengganti parsial untuk bahan material konstruksi yaitu semen. Pemeriksaan karakteristik agregat yang dilakukan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 7656:2012. Didalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan metode SNI 7656-2012 dalam perencanaan campuran beton. Pengujian nilai slump dilakukan mengikuti standar SNI 7656-2012. Pengujian kuat tekan beton dilakukan mengikuti standar SNI 7656-2012. Experiment ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo. Penelitian ini menggunakan abu ampas tebu dari PT. PG. Gorontalo Unit Tolangohula yang berlokasi di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Dari hasil pengujian kuat tekan beton normal didapatkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 21,57 Mpa dan nilai kuat tekan karakteristik sebesar 20,20 Mpa. Hasil Pengujian pada variasi pertama meningkat menjadi rata-rata 21,57 Mpa, dengan perbandingan 10% abu ampas tebu terhadap 90% semen. Rata-rata kuat tekan variasi 15% abu ampas tebu dan 85% semen adalah 22,64 Mpa. Variasi kedua ini merupakan variasi dengan nilai kuat tekan tertinggi. Variasi ketiga, ketika persentase abu ampas tebu 20% sedangkan semen 80%, nilai kuat tekan rata-rata yang dimiliki 20,85 Mpa
Analisis Sebaran Sedimen Tersuspensi Di Danau Limboto Menggunakan Pengindraan Jauh Wawan Rauf; Nasir Bumulo; Ilyas Ichsan; Mohamad Alfandi Hippy
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi danau limboto kini sangat memprihatinkan karena mengalami proses penyusutan dan pendangkalan akibat sedimentasi yang mengancam keberadaannya di masa yang akan datang. Semakin berkurangnya luasan perairan danau menyebabkan semakin menurunnya fungsi danau sebagai kawasan penampungan air sehingga berpotensi mengakibatkan banjir dan kekeringan di sekitar wilayah kawasan bahkan di luar daerah kawasan danau limboto. tingginya kadar sedimen dapat mempercepat hilangnya habitat alami bagi berbagai spesies ikan dan organisme lainnya, serta mengurangi keanekaragaman hayati di danau. Penginderaan jauh menawarkan pendekatan yang efektif untuk memantau dinamika sedimentasi di Danau Limboto. Dengan menggunakan citra satelit, peneliti dapat memperoleh data spasial yang luas mengenai sebaran sedimen tersuspensi secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran sedimen tersuspensi di danau limboto menggunakan pengindraan jauh. Pengolahan data citra satelit Sentinel-2 pada software SNAP ESA menggunakan persamaan Laili 2016, untuk mendapatkan kondisi persebaran TSS dan nilai TSS di Danau Limboto. Metode analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif untuk menggambarkan nilai TSS yang didapatakan dari pengolahan data-data yang ada. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi sedimen tersuspensi (TSS) di danau limboto variasi yang signifikan baik secara spasial maupun temporal sepanjang tahun 2024, dengan nilai tertinggi terjadi pada bulan Desember (17,53–30,12 mg/L) dan terendah pada bulan Agustus (5,61–15,48 mg/L).
Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Dengan Metode PCI Pada Ruas Jalan By Pass Kelurahan Tamalate Kota Gorontalo Ilyas Ichsan; Aleks Olii; Adrianto Galema
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan By Pass Kelurahan Tamalate Kota Gorontalo merupakan salah satu ruas dengan perkembangan lalu lintas yang pesat, namun pada beberapa segmen mengalami kerusakan perkerasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kerusakan, persentase kerusakan, dan nilai kondisi perkerasan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode PCI menghasilkan indeks 0–100, yang menggambarkan kondisi perkerasan dari sangat buruk hingga sempurna. Hasil penelitian pada 34 segmen jalan sepanjang 1700 m dengan lebar 7 m menunjukkan beberapa jenis kerusakan, yaitu retak kulit buaya, retak blok, benjolan dan penurunan, kerusakan bahu jalan, lubang, pengembangan, dan pelepasan butir dengan variasi tingkat keparahan. Nilai PCI rata-rata sebesar 76,47, yang mengindikasikan kondisi perkerasan berada pada kategori “sangat baik (very good)”.
Studi Perencanaan Peningkatan Jalan Pada Ruas Jl. Jenderal Soedirman-Jl. R.S. Pontoh Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Febrianto Harundja; Nurhayati Doda; Ilyas Ichsan; Wawan Rauf
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/9m8aj465

Abstract

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu upaya strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa, khususnya di wilayah yang memiliki pertumbuhan lalu lintas signifikan. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan perencanaan peningkatan jalan pada ruas Jl. Jenderal Soedirman–Jl. R.S. Pontoh di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan proyeksi pelayanan hingga 20 tahun mendatang. Metodologi penelitian mencakup survei lalu lintas selama 24 jam, pengukuran geometrik jalan menggunakan total station, serta pengujian kekuatan tanah dengan metode DCP (Dynamic Cone Penetrometer) untuk mendapatkan nilai CBR. Analisis dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), Pedoman Desain Geometrik Jalan (2021), dan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ 2017 Revisi 2). Hasil studi menunjukkan bahwa kapasitas eksisting ruas jalan tidak memadai untuk mengakomodasi volume lalu lintas masa depan, dengan nilai derajat kejenuhan melebihi ambang batas 0,75. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas dan perkerasan jalan, termasuk pelebaran lajur dan perbaikan geometrik tikungan, agar pelayanan lalu lintas dapat tetap optimal dan aman bagi pengguna jalan. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk pengambilan kebijakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di wilayah tersebut.