Dani Alamsyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep, Pengembangan, dan Implikasi Hakikat Sumber Daya Fitrah Manusia dalam Pendidikan Islam Latif, Abdul; Sembodo Ardi Widodo; Retno Try Purnawati; Dani Alamsyah; Siti Sahra
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.42-05

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, pengembangan, dan implikasi sumber daya fitrah manusia dalam pendidikan Islam. Mengingat tantangan modernitas dan fenomena sosial yang mengancam kelestarian fitrah manusia. Penelitian ini memperkuat relevansi pendidikan berbasis fitrah sebagai kerangka holistik dalam mengembangkan potensi peserta didik yang mampu menjalankan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Desain/Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dari berbagai sumber meliputi artikel ilmiah, buku, perundang-undangan, dan website yang relevan. Pencarian sumber dilakukan menggunakan Scopus, Publish or Perish, dan Google Scholar. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan Temuan – Temuan penelitian hakikat sumber daya fitrah manusia meliputi; 1) Konsep yang mencakup spiritual/hidayat al-diniyyat, intelektual/hidayat al-aqliyyat, sosial/hidayat al-ghariziyat, seni, dan hidayat al-ghariziyat sebagai pembentukan karakter dalam pendidikan Islam. 2) Pengembangan melalui integrasi nilai fitrah ke dalam kurikulum, pembelajaran aktif yang berpusat pada peserta didik, refleksi dan introspeksi diri, metode pembelajaran kontekstual, serta kolaborasi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. 3) Implikasi pendidikan berbasis fitrah mengintegrasikan aspek spiritual dan intelektual, pelaksanaan fungsi kekhalifahan dan penghambaan kepada Allah, transformasi sosial melalui nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi, dan mampu mewujudkan suasana belajar aktif dan berbasis potensi.
Analisis Nilai-Nilai Karakter dalam Al-Qur’an dan Hadis serta Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter di Era Modern Evi Sulfaningsih; Sedya Santosa; Dani Alamsyah
ALSYS Vol 6 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i1.8870

Abstract

The moral crisis of the modern era, marked by declining honesty, empathy, and responsibility, as well as pervasive violence and intolerance among young people, underscores the urgency of strengthening character education grounded in Islamic values. This study aimed to identify Islamic character values in the Qur’an and Hadith, the methods for instilling these values, and their relevance to contemporary character education. A qualitative library research method was employed, drawing on Qur’anic verses, hadiths of the Prophet Muhammad, works of Qur’anic exegesis, hadith commentaries, and literature on Islamic education. The data were analyzed using content analysis and thematic descriptive techniques. The findings indicate seven core character values—gratitude, patience, honesty, compassion, justice, responsibility, and sincerity, which encompass both vertical–spiritual and horizontal–social dimensions. In addition, six methods of value internalization were identified, namely role modeling, guidance, motivation, sustained habituation, advice, and organizational structuring, all of which are consistent with modern educational approaches such as role modeling, mentoring, and school culture formation. The study concludes that Qur’anic and Prophetic character values are highly relevant for addressing contemporary moral problems such as dishonesty, low empathy, violence, and intolerance. Its theoretical implications enrich the discourse of Islamic education through the formulation of a comprehensive conceptual framework of Islamic character, while its practical implications include the development of character education policies, the design of a more applicative Islamic Religious Education (PAI) curriculum, value-based instructional strategies, and the strengthening of school–family collaboration in character formation. The study also recommends further empirical research to test the effectiveness of these value internalization methods in real classroom contexts and to develop integrative models of character education.