Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Smart Water Quality Analyzer: Sistem Pengujian Kualitas Air Berbasis IoT Multi-Sensor dengan Mikrokontroler untuk Monitoring Real-Time dan Optimalisasi Proses Wetland dalam Restorasi Air Sungai Iskandar, Rachmat; Ida Bagus Budiyanto; Asmat Purba; Syahdan Muhammad; Wildan Andika; Afif Indradzat; Nabilla Kontesa
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 7 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/c10shk39

Abstract

Kota Cimahi sebagai kawasan perkotaan–industri mengalami penurunan kualitas air sungai yang signifikan akibat meningkatnya beban limbah domestik dan industri serta keterbatasan infrastruktur pengolahan air limbah. Penelitian ini mengusulkan sistem Smart Wetland yang mengintegrasikan teknologi fitoremediasi dengan pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi yang hemat biaya, berkelanjutan, dan mudah diterapkan untuk restorasi air sungai perkotaan. Sistem ini memanfaatkan kombinasi tanaman air Eichhornia crassipes, Typha latifolia, dan Cyperus alternifolius untuk meningkatkan proses alami penurunan pencemar. Pemantauan kualitas air secara real-time dilakukan menggunakan sensor IoT untuk parameter pH, suhu, total dissolved solids (TDS), dan kekeruhan, yang diimplementasikan pada platform mikrokontroler Arduino/ESP32. Prototipe constructed wetland berukuran 5 m × 1 m dikembangkan dan diuji menggunakan sampel air dari beberapa segmen sungai tercemar di Kota Cimahi. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan, perancangan arsitektur sistem, pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak IoT, serta analisis perbandingan kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Smart Wetland mampu menurunkan nilai TDS sebesar 25–35% dan kekeruhan sebesar 40–60%, menurunkan suhu air sebesar 0,5–1°C, serta menstabilkan pH mendekati kondisi netral. Sistem pemantauan IoT beroperasi secara andal dan menghasilkan data real-time yang akurat untuk deteksi dini perubahan kualitas air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi IoT dan fitoremediasi secara signifikan meningkatkan efektivitas dan kemampuan pemantauan constructed wetland, sehingga berpotensi diterapkan pada skala komunitas, kawasan industri kecil, dan program rehabilitasi sungai perkotaan.