JUARA: JURNAL WAHANA ABDIMAS SEJAHTERA
Volume 7 Nomor 1 Januari 2026

Smart Water Quality Analyzer: Sistem Pengujian Kualitas Air Berbasis IoT Multi-Sensor dengan Mikrokontroler untuk Monitoring Real-Time dan Optimalisasi Proses Wetland dalam Restorasi Air Sungai

Iskandar, Rachmat (Unknown)
Ida Bagus Budiyanto (Unknown)
Asmat Purba (Unknown)
Syahdan Muhammad (Unknown)
Wildan Andika (Unknown)
Afif Indradzat (Unknown)
Nabilla Kontesa (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2026

Abstract

Kota Cimahi sebagai kawasan perkotaan–industri mengalami penurunan kualitas air sungai yang signifikan akibat meningkatnya beban limbah domestik dan industri serta keterbatasan infrastruktur pengolahan air limbah. Penelitian ini mengusulkan sistem Smart Wetland yang mengintegrasikan teknologi fitoremediasi dengan pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi yang hemat biaya, berkelanjutan, dan mudah diterapkan untuk restorasi air sungai perkotaan. Sistem ini memanfaatkan kombinasi tanaman air Eichhornia crassipes, Typha latifolia, dan Cyperus alternifolius untuk meningkatkan proses alami penurunan pencemar. Pemantauan kualitas air secara real-time dilakukan menggunakan sensor IoT untuk parameter pH, suhu, total dissolved solids (TDS), dan kekeruhan, yang diimplementasikan pada platform mikrokontroler Arduino/ESP32. Prototipe constructed wetland berukuran 5 m × 1 m dikembangkan dan diuji menggunakan sampel air dari beberapa segmen sungai tercemar di Kota Cimahi. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan, perancangan arsitektur sistem, pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak IoT, serta analisis perbandingan kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Smart Wetland mampu menurunkan nilai TDS sebesar 25–35% dan kekeruhan sebesar 40–60%, menurunkan suhu air sebesar 0,5–1°C, serta menstabilkan pH mendekati kondisi netral. Sistem pemantauan IoT beroperasi secara andal dan menghasilkan data real-time yang akurat untuk deteksi dini perubahan kualitas air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi IoT dan fitoremediasi secara signifikan meningkatkan efektivitas dan kemampuan pemantauan constructed wetland, sehingga berpotensi diterapkan pada skala komunitas, kawasan industri kecil, dan program rehabilitasi sungai perkotaan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

juara

Publisher

Subject

Humanities Education Engineering Environmental Science Social Sciences

Description

Berbagai permasalahan yang terkait dengan layanan masyarakat perlu ditangani dan dikelola dengan baik. Di lain pihak pengembangan dan penerapan ipteks, model, konsep, hasil penelitian dan pemikiran perlu diimplementasikan untuk meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat serta mitra dalam ...