Rokok merupakan salah satu produk dagang yang cukup berbahaya karena telah menjadi permasalahan nasional bahkan internasional. Kebiasaan merokok dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan khususnya terhadap kualitas ginjal. Oleh karena itu dibutuhkan penawar alami yang mengandung metabolit sekunder seperti Syzygium polyanthum dalam upaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol S. polyanthum terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus putih setelah diberi paparan asap rokok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 25 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan 5 kali pengulangan. Kelompok 1 diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberi pakan, minum dan paparan asap rokok, Kelompok 3, 4 dan 5 diberi pakan, minum, asap rokok dan ekstrak dengan dosis yang telah ditentukan (62,5 mg/kg BB, 125 mg/kg BB dan 250 mg/kg BB). Data pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis menggunakan SPSS dengan uji one way ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf signifikan 5%. Jika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun salam (S. Polyanthum) memiliki pengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus jantan yang diberi paparan asap rokok dengan nilai taraf signifikan 5%. Pemberian ekstrak etanol daun salam pada kelompok 3 (62,5 mg/kg BB) dan kelompok 4 (125 mg/kg BB) memiliki pengaruh terhadap perbaikan kadar ureum tikus yang dipapar asap rokok. Pemberian ekstrak etanol daun salam pada kelompok 5 (250 mg/kg BB) memiliki pengaruh terhadap kadar kreatinin tikus yang dipapar asap rokok.