Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Assistance in Making Organic Fertilizer Made from Organic Waste in Farmer Groups Reski Praja Putra; Indrayani Indrayani; Lahming Lahming; Amiruddin Hambali; Jusran Jusran
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): December
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i6.2455

Abstract

Banggae is a sub-district located in the city of Majene, West Sulawesi. Generally, the livelihoods of the people in this area are farmers and livestock breeders. One of the representatives of the farmer group in the city of Majene expressed their desire to be assisted and trained in making organic fertilizer. This is based on the large amount of agricultural waste that has not been utilized properly, so organic waste has no economic value. Based on the results of the discussion, one of the solutions offered by the community service team as a form of implementing the tri dharma of higher education to overcome partner problems is to provide training and assistance through optimizing the use of local agricultural waste and household organic waste in producing organic fertilizer. Implementation is carried out through counseling, providing materials, and demonstrations. The process of making organic fertilizer in this activity uses materials that are easily obtained in Banggae District, including banana stems, fruit and vegetable waste, leaves, cow dung, goat dung, and rice washing water. The carbon source is a brown sugar solution mixed with effective microorganism 4 (EM4) as a biocultivator. The method applied is anaerobic microaerophilically using tarpaulin as a fermentation place. The fermentation process lasts for 2 weeks. The results of the mentoring show that the Banggae District farmer group can practice making organic fertilizer from household and agricultural waste independently using EM4 as a biocultivator.
PKM Peningkatan Keterampilan Kelompok Wanita Tani Melalui Pembuatan Gula Semut Di Desa Bungaeja Kabupaten Gowa Nur Rahmah; Amirah Mustarin; Reski Praja Putra; Indrayani Indrayani; Ervi Novitasari
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): June
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i4.2420

Abstract

This Community Service Program (PKM) was carried out as an effort to improve the knowledge and skills of the farmer women's group in Bungaejaja village, Gowa Regency. The problems found in the peasant women's group are the lack of skills of farm women and unused free time to contribute to the family's livelihood. The purpose of this community empowerment activity is to improve the skills of farmer women groups through making ant sugar, Partners will be able to know how to make good quality ant sugar by paying attention to the factors in the manufacturing process so that farm women will know the procedures and principles of making ant sugar and the characteristics of the ant sugar produced. The method applied in this activity is a descriptive method, with a lecture, discussion, and demonstration approach. The expected result of this training is that the farmer women's group can improve theoretical and practical competence in making ant sugar with good and correct manufacturing procedures and principles to produce good quality ant sugar.
Pelatihan Pembuatan Aneka Kue Kering Dari Tepung UbiJalar Ungu Dalam Rangka Meningkatkan KeterampilanCleaning Service Di Fakultas Teknik Andi Sukainah; Marhayati Marhayati; Reski Praja Putra; Andi Muhammad Akram Mukhlis; Ian Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.13005

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) inibertujuan untuk meningkatkan keterampilan cleaning service di Fakultas Teknik melalui pelatihan pembuatan aneka kue keringberbahan dasar tepung ubi jalar ungu. Ubi jalar ungu merupakansalah satu komoditas lokal yang memiliki nilai gizi tinggi, kaya akan antosianin sebagai antioksidan alami, serta berpotensidikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilaiekonomi. Namun, pemanfaatannya masih relatif terbatas sehinggadiperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan tersebut menjadiproduk yang lebih inovatif dan memiliki daya jual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi hasil pelatihan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan manfaat ubi jalar ungu, teknikpembuatan tepung ubi jalar ungu, formulasi resep, proses produksi aneka kue kering, teknik pengemasan, dan strategi pemasaran sederhana. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkanadanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalammengolah tepung ubi jalar ungu menjadi berbagai jenis kue keringyang berkualitas. Selain itu, peserta memperoleh wawasanmengenai peluang usaha berbasis produk pangan lokal yang dapatmenjadi alternatif sumber pendapatan tambahan. Dengandemikian, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkankompetensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi cleaning service di Fakultas Teknik melalui pemanfaatan sumber dayapangan lokal yang bernilai tambah.
Pelatihan Pembuatan Aneka Olahan Produk Perikanan Dalam Rangka Meningkatkan Keterampilan Cleaning Servive Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Marhayati Marhayati; Andi Sukainah; Reski Praja Putra; Andi Muhammad Akram Mukhlis; Ian Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.13015

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cleaning service Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dalam pengolahan hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah dan memiliki potensi ekonomi. Indonesia sebagai negara maritim memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya relatif rendah. Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan berbagai produk perikanan seperti  kerupuk udang, kerupuk ikan, bakso ikan, nugget ikan, abon ikan, dan otak-otak ikan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bahan baku ikan menjadi produk yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai jual. Selain itu, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang usaha berbasis produk perikanan yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi cleaning service melalui pemanfaatan sumber daya perikanan yang tersedia secara lokal.
Pengembangan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian melalui Program Asistensi Mengajar di SMKN 4 Gowa Adzgal S; Reski Praja Putra; Indah Herawaty; Riswana Zera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14058

Abstract

Program Asistensi Mengajar merupakan salah satu implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah sekaligus meningkatkan kompetensi sebagai calon pendidik. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Program Asistensi Mengajar serta menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi pedagogik mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian di SMKN 4 Gowa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi lingkungan sekolah, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan asistensi mengajar, pendampingan pembelajaran praktik, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Mahasiswa berkolaborasi dengan guru pamong dalam menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran di kelas, mendampingi kegiatan praktik pada Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Program Asistensi Mengajar memberikan pengalaman profesional yang mampu meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa, khususnya dalam memahami karakteristik peserta didik, menyusun perangkat pembelajaran, mengelola kelas, memilih strategi dan media pembelajaran, berkomunikasi secara efektif, serta melaksanakan evaluasi pembelajaran. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, program ini juga mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Dengan demikian, Program Asistensi Mengajar menjadi sarana yang efektif dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional dan kompeten.
Pendampingan Pembelajaran Game Based Learning (GBL) Melalui Program MBKM Asistensi Mengajar di SMKN 4 Gowa Riswana Zera; Reski Praja Putra; Adzgal S; Muhammad Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14060

Abstract

Pendidikan dalam Era Kurikulum Merdeka menuntut proses pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan pembelajaran berbasis Game Based Learning (GBL) melalui Program MBKM Asistensi Mengajar di SMKN 4 Gowa untuk meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan keterlibatan siswa pada mata pelajaran Agribisnis Tanaman. Sasaran kegiatan ini adalah 23 orang siswa kelas XI Program Keahlian Agribisnis Tanaman. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan: observasi, pelaksanaan pembelajaran (kombinasi metode ceramah dan penggunaan media Quizizz), pendampingan kegiatan praktik lapangan (pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, dan pemasangan ajir secara berkelompok), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan GBL menggunakan Quizizz mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan meningkatkan antusiasme siswa. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 19 siswa (82,61%) berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 75) dengan rata-rata nilai kelas sebesar 81,74, sementara 4 siswa (17,39%) belum tuntas. Selain peningkatan pemahaman teori, pendampingan ini juga meningkatkan keaktifan, kerja sama kelompok, serta keterampilam siswa dalam melaksanakan praktik lapangan sesuai prosedur. Secara keseluruhan, pendampingan pembelajaran berbasis GBL melalui Program MBKM Asistensi Mengajar memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Agribisnis Tanaman di SMKN 4 Gowa.