Mutiara Lisa Allokendek
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Allokendek, Mutiara Lisa; Hanny, Poli; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sario merupakan salah satu kecamatan di Kota Manado yang memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan daya tarik dari RTH di Kecamatan Sario adalah keberadaannya sudah sejak jaman penjajahan Belanda . Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketersediaan RTH pada program pengembangan kota hijau di Kecamatan Sario. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif untuk melihat kondisi RTH. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam  program RTH dengan alat kuisioner berdasarkan skala likert yang kemudiaan di hitung menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini adalah luas identifikasi RTH khususnya RTH publik masih belum sesuai degan ketetapan undang-undang penataan ruang dan untuk RTH privat sudah mencukupi namun bentuk RTH yang ada hampir keseluruhan ditutupi perkerasan dengan sedikit vegetasi. Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Sario sudah baik dalam hal kegiatan Perencanaan, Pembangunan, Pemeliharaan dan Forum komunitas hijau. Masyarakat ingin berpartisipasi namun perlu ada stimulus dari pihak pemerintah di Kecamatan Sario.                                                                                                                    Kata Kunci : Kota Hijau, Partisipasi Masyarakat, Program Pengembangan Kota Hijau
Kajian Awal Pengembangan Wisata Bahari Berkelanjutan Di Kawasan Pesisir Perkotaan Manado Mutiara Lisa Allokendek; Dwight Mooddy Rondonuwu; Rieneke Evani Sela
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.40128

Abstract

Pengembangan wisata bahari di kawasan pesisir perkotaan Manado merupakan isu strategis dan penting yang perlu dikaji dalam pemanfaatan potensi bentang alam kota ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi kawasan pesisir Kota Manado dan merekomendasikan strategi pengembangan wisata bahari berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis deskriptif dengan mengumpulkan data sekunder dan data primer terkait kawasan pesisir Kota Manado. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat tiga bentuk pariwisata, yaitu: (1) wisata alam dari potensi sumber daya alam; (2) wisata buatan dari produk/rancangan manusia untuk kegiatan rekreasi dan hiburan; dan (3) wisata budaya yang timbul dari aktivitas masyarakat etnis atau suku di pemukiman nelayan pesisir yang harus dilestarikan. Integrasi pembangunan berkelanjutan didasarkan pada aspek ekonomi, sosial dan budaya untuk menjamin keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir perkotaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi pendahuluan tentang pengembangan wisata bahari berkelanjutan di kawasan pesisir Kota Manado, memberikan beberapa strategi berdasarkan aspek berkelanjutan bagi manusia dan lingkungan, guna mencapai keseimbangan dan mempertahankan pengembangan wisata bahari di kawasan pesisir wilayah perkotaan Manado.  The development of marine tourism in the urban coastal areas of Manado is a strategic and important issue that needs to be studied in order to harness the potential of the city's natural landscape. The purpose of this study is to identify the potential of the coastal area of Manado and recommend sustainable strategies for the development of marine tourism, optimizing the utilization of natural resources in the region. This study collects secondary and primary data related to the coastal area of Manado and utilizes qualitative techniques through descriptive analysis. From the analysis, it is found that there are three forms of tourism: natural tourism based on the potential of natural resources, artificial tourism stemming from human products/designs for leisure and recreational activities, and cultural tourism arising from the activities of ethnic communities and tribes in coastal fishing villages, which need to be preserved. The integration of sustainable development is based on economic, social, and cultural aspects, ensuring ecological balance in the urban coastal areas. Therefore, conducting a preliminary study on the development of sustainable marine tourism in the urban coastal areas of Manado will help formulate balanced strategies based on human and environmental sustainability aspects, aiming to sustain the development of marine tourism in the urban coastal area of Manado.
Fenomenologi Permukiman Vernakular Pesisir Sebagai Media Edukasi Nilai Sosial Budaya Masyarakat Lokal Dalam Pendidikan Arsitektur Berkelanjutan Valeria Theresia Woy; Brigitha Raco; Mutiara Lisa Allokendek
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17295

Abstract

Permukiman vernakular pesisir merepresentasikan relasi kompleks antara manusia, ruang, dan budaya yang terbentuk melalui pengalaman hidup sehari-hari. Namun, dalam pendidikan arsitektur kontemporer, nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya hanya dipandang sebagai aspek fisik dan visual semata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran arsitektur masih didominasi oleh analisis bentuk, fungsi dan teknologi, sehingga mahasiswa kurang memahami bagaimana nilai sosial dan budaya lokal sebenarnya terbentuk dan hidup dalam suatu objek arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman ruang pada permukiman vernakular pesisir sebagai media edukasi nilai sosial dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka pendidikan arsitektur berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi interpretatif dengan eksplorasi genius loci, pengalaman berhuni, dan persepsi inderawi melalui observasi mendalam, wawancara, serta interpretasi naratif. Metode ini mengintegrasikan dimensi pengalaman spasial dengan konstruksi nilai edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ruang tidak hanya membentuk identitas fisik, tetapi juga memberikan nilai sosial budaya suatu tempat yang dapat ditransformasikan menjadi metode desain arsitektur yang kontekstual. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan fenomenologis dalam mengembangkan pendidikan arsitektur yang lebih humanistik, kontekstual, dan berkelanjutan.