Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUMAN RESOURCE CAPACITY IN STRENGTHENING VILLAGE FUND GOVERNANCE AT THE GRASSROOTS LEVEL IN BONE BOLANGO DISTRICT, GORONTALO PROVINCE Haeranah; AYU WIDOWATI JOHANNES; Taufan Alwany; irfan Setiawan
Jurnal MSDA (Manajemen Sumber Daya Aparatur) Vol. 13 No. 2 (2025): Human Resource Development
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jmsda.v13i2.5747

Abstract

Village Fund management in Bone Bolango Regency faces specific challenges related to the readiness of village officials to manage digital-based financial systems. Several reports from the Regency Government since 2022 indicate that villages remain highly dependent on technical assistance. This situation emphasizes the importance of research on village official capacity and digital readiness as key factors in the effectiveness of Village Fund governance in the region. This study aims to analyze in-depth the relationship between village official human resource capacity, digital readiness, and the quality of Village Fund governance in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. This study used a qualitative descriptive approach through in-depth interviews with 27 village officials, participant observation, and analysis of village financial documents and digital application implementation. The results showed that although 19 of the 27 officials had at least a high school/vocational high school education and 6 had a bachelor's degree, only 11 reported being able to operate the village financial application without assistance. Limited digital literacy was evident in delayed data input and errors in uploading accountability documents. Furthermore, 14 of the 19 villages observed experienced internet infrastructure constraints, which frequently delayed the budget verification and disbursement process. These findings indicate that the formal capacity of government officials does not always align with the technical competencies required for digital-based village financial governance. The practical implications of this study emphasize the need for capacity-building programs that focus more on digital literacy, ongoing technical assistance, and improvements to network infrastructure at the village level. Strengthening these aspects has the potential to increase accountability and accelerate the administrative process of Village Fund management in Bone Bolango Regency.
Peningkatan Keterampilan Manajemen UMKM Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital: Improving MSME Management Skills Through Financial Management and Digital Marketing Training Andi Ummul Khair; M. Iqbal Suhaeb; Un Dini Imran; Haeranah; Murtiadi Awaluddin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6774

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan usaha, termasuk kurangnya keterampilan manajerial di bidang keuangan dan pemasaran digital. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan tersebut melalui pelatihan yang dirancang secara komprehensif, meliputi manajemen keuangan dan strategi pemasaran digital berbasis teknologi. Pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni sosialisasi, pelaksanaan pelatihan klasikal dan praktik langsung, serta pendampingan pascapelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta kemampuan memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk promosi. Tingkat kepercayaan diri peserta dalam mengelola usaha mereka juga meningkat, dengan laporan peningkatan omzet dan cakupan pasar dari beberapa peserta. Rata-rata kenaikan keterampilan manajerial mencapai 123,17%, yang mencerminkan efektivitas program ini. Program ini juga memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi peserta, seperti rendahnya literasi teknologi dan keterbatasan infrastruktur digital, melalui pendekatan praktis dan pendampingan intensif. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan komunitas belajar UMKM dan rencana pelatihan lanjutan. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah peningkatan daya saing UMKM, penguatan ekonomi desa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan lokal mampu memberdayakan pelaku UMKM secara efektif.