Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TABLET HISAP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Rizka Noviana Sari; Nurpatmawati; Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki kandungan tanin, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Mempertimbangkan kemudahan dalam pemakaian maka ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan jahe (Zingiber officinale) dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri tablet hisap kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.  Metode penelitian ini adalah eksperimental. Tablet hisap dibuat dengan formula X1 perbandingan ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe 2:2, formula X2 dengan perbandingan 3:1 dan formula X3 dengan perbandingan 1:3. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol 50 μg dan kontrol negatif yang digunakan tablet hisap tanpa ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening pada media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona bening yang dihasilkan untuk masingmasing formula yaitu X1 (10mm), formula X2 (8,09 mm), formula X3 (16,02 mm), kontrol negatif (3,22 mm) dan kontrol positif (16,27 mm). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa tablet hisap kombinasi esktrak daun sirih hijau (Piper betleL.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan formula X3 yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar dengan nilai sig ( 0,517 > 0,05). 
PENGARUH PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT INFLUENZADI MASYARAKAT DESA TERUSAN KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU Ahmad Azrul Zuniarto; Fitri Zakiah; Deni Nurfaizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri dan harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional. Kriteria obat rasional antara lain ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping, tidak adanya kontraindikasi, tidak adanya interaksi obat, dan tidak adanya polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Pengaruh Penggunaan Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Penyakit Influenza di Masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juni 2021. Analisis data yang digunakan adalah model analisis regresi liniear sederhana dengan SPSS versi 25 dari data pre test dan post test. Berdasarkan hasil uji, tingkat pengetahuan swamedikasi influenza dengan total jawaban pada Pre test yaitu 1583 dengan nilai rata-rata 15,83 sedangkan pada Post test memperoleh nilai 1817 dengan nilai rata-rata 18,17. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan leaflet terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi influenza di masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. 
Potensi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Suplementasi Herbal Untuk Pencegahan Stunting; Literature Review Susi Susilawati; Ruri Yuni Astari; Fitri Zakiah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8913

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by malnutrition during the first 1000 days of life, impairing children's physical and cognitive growth. Moringa oleifera leaves are rich in protein, iron, calcium, and vitamins A and C, offering potential for stunting prevention. This study aimed to identify Moringa's bioactive compounds and analyze its potential as a herbal supplement to improve nutritional status in toddlers and pregnant women, using a literature review with a PRISMA-guided meta-aggregation approach. Searches of PubMed and Google Scholar yielded 25 eligible articles from 246 initial results. The synthesis showed 4 articles confirming bioactive compounds, while 21 articles demonstrated clinical effectiveness in improving toddlers' weight, height, and albumin levels, including benefits from supplementation during pregnancy. Program success at the community level was also shaped by product innovation and caregiver knowledge. Larger-scale clinical trials and dose-safety studies are needed before broad recommendation.
SKRINING FITOKIMIA DAN PENETAPAN KADAR KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) Bambang Karsidin; Fitri Zakiah; Rodiya; Ramhar Diantini
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/3vbg0542

Abstract

Kunyit merupakan tanaman biofarmaka yang termasuk dalam famili Zingiberaceae. Selain sebagai bahan baku obat, kunyit juga digunakan sebagai pewarna kuning alami dan juga digunakan sebagai bumbu dapur. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada kunyit antara lain seperti alkaloid, flavonoid, antrakuinon, glikosida jantung, kumarin, saponin, tanin, polifenol dan minyak atsiri. Senyawa polifenol dan pemberi warna kuning pada kunyit serta temulawak adalah kurkumin. Kurkumin memiliki aktivitas fakmakologi yang berefek dan bervariasi seperti (antiinfalamsi, antioksidan, antivirus, antimalaria dan lain-lain). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar kurkuminoid pada ekstrak rimpang kunyit dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan persamaan regresi linear. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif observasional dengan cara pengamatan langsung. Proses ekstraksi rimpang kunyit menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode soxhletasi. Ekstrak yang didapat diuji kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji kualitatif menunjukkan ekstrak rimpang kunyit positif mengandung senyawa kurkuminoid, alkaloid, flavonoid dan tanin. Pada uji kuantitatif didapatkan panjang gelombang maksimum 435 nm. Kurva baku kurkumin adalah y = 0,0039x + 0,1918 dengan nilai R² = 0,987. Kadar kurkumin yang didapat pada replikasi I, II dan III didapatkan berturut-turut sebesar 2,41%, 2,73% dan 1,88%.