Cece Supriatna
STF YPIB Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI EKSTRAK DAUN SAWI LANGIT (Vernonia cinerea L.) PADA TIKUS JANTAN (Rattus novergicus) Cece Supriatna; Rizki Rahmah Fauzia; Khotibul Umam
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tbz57539

Abstract

Sawi langit adalah salah satu tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki banyak khasiat. Salah satu khasiat Sawi langit yaitu sebagai obat demam. Telah dilakukan uji efektifitas antipiretik suspensi ekstrak daun Sawi langit (Vernonia cinerea [L.] Less.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus).Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak daun Sawi langit sebagai antipiretik dan mengetahui konsentrasi paling efektif dari suspensi ekstrak daun Sawi langit sebagai antipiretik pada tikus jantan. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hewan uji yang yang digunakan berupa 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC, kelompok kontrol positif diberikan Rhelafen, 2 kelompok diberikan ekstrak kental daun Sawi langit masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 100%, dan 2 kelompok eksperimental diberikan suspensi ekstrak daun Sawi langit masing-masing dengan konsentrasi 5% dan 10%. Induksi demam pada hewan uji menggunakan vaksin DTP-HB 0,1 ml. Pengukuran suhu rektal dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vaksin dan setelah pemberian zat uji berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90, 120, 150 dan 180. Hasilnya pemberian suspensi ekstrak daun sawi langit dengan konsentrasi 10% menunjukan penurunan suhu rektal lebih besar dibanding dengan konsentrasi 5%. Pemberian Rhelafen menunjukan penurunan suhu rektal lebih tinggi dibanding dengan suspensi ekstrak daun Sawi langit 10%. Kesimpulannya Suspensi ekstrak daun Sawi langit efektif sebagai antipiretik dan suspensi ekstrak daun Sawi langit yang paling efektif pada konsentrasi 10%.
UJI EFEKTIVITAS SALEP KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEDONGDONG (Spondias dulcis Forts) DAN DAUN MENGKUDU (Morinda citrifollia L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN Cece Supriatna; Ade Mira Apriani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9kdfpd05

Abstract

Luka adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari termasuk luka bakar. Salah satu tanaman yang dikenal dapat mengobati luka yaitu Kedondong (Spondias dulcis Forts) dan Mengkudu (Morinda citrifollia L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Salep Kombinasi Ekstrak Daun Kedondong (Spondias dulcis Forts) Dan Daun Mengkudu (Morinda citrifollia L) mempunyai efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan, untuk mengetahui apakah sediaaan salep ekstrak kombinasi daun Kedondong (Spondias dulcis Forst) dan daun Mengkudu (Morinda citriffolia L.) stabil pada pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Ekstrak daun kedondong dan ekstrak daun mengkudu didapat dengan cara maserasi. Penelitian diawali dengan mencukur bulu tikus kemudian tikus dilukai dengan menggunakan plat besi panas untuk luka bakar. Selanjutnya pemberian perlakuan yang diawali dengan uji salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 5% 10% (X1), salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 7,5% 7,5% (X2) , salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 10% 5% (X3). Dalam penelitian ini, salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 5% 10% (X1) sudah menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 7,5% 7,5% (X2) menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 10% 5% (X3) juga menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. salep ekstrak kombinasi X1, X2, dan X3 tidak terdapat perbedaan efektivitas terhadap ketiganya.
UJI EFEKTIVITAS MINYAK JAGUNG (Oleum maydis) TERHADAP DAYA INGAT MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAZE RADIAL DELAPAN LENGAN Cece Supriatna; Ahmad Azrul Zuniarto; Sari Novianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cartq007

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays) mengandung senyawa asam linoleat (omega 6), asam linolenat (omega 3) dan vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E) yang berkhasiat dalam membantu memperbaiki daya ingat dan konsentrasi untuk mencegah kepikunan adalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak Jagung (Oleum Maydis) terhadap daya ingat mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode maze radial delapan lengan. Untuk mengetahui pada dosis berapa minyak agung (Oleum Maydis) efektif terhadap daya ingat mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode maze radial delapan lengandan untuk mengetahui apakah minyak Jagung (Oleum Maydis) yang dibuat sudah memenuhi persyaratan minyak.Mencit 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 3 ekor. Diberikan minyak Jagung (Oleum maydis) dosis 5 ml/kg bb; 10 ml/kg bb; 15 ml/kg bb; kontrol positif diberikan obat enchepabol0,5 ml/kg bb, kontrol negatif diberikan aquadest0,5 ml/kg bb. Pengujian dilakukan pada hari ke-18 dan data dihitung dari hari ke-1 sampai ke-18 dengan parameter pengamatan meliputi waktu yang ditempuh mencit dalam menemukan makanan pada maze radial delapan lengan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa minyak Jagung (Oleum maydis) mempunyai efektivitas meningkatkan daya ingat terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Hasil penelitian daya ingat berdasarkan uji mann-whitney (sig. >0,05) menunjukan bahwa minyak Jagung (Oleum maydis) dosis 5 ml/kg bb mempunyai efektivitas untuk meningkatkan daya ingat terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Minyak Jagung (Oleum Maydis) tidak memenuhi persyratan mutu dan uji stabilitas.
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP AFRODISIAKA MENCIT PUTIH JANTAN Cece Supriatna; Minkhatul Maula
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/hjzgvm89

Abstract

Afrodisiak adalah zat yang mampu meningkatkan gairah seksual, salah satunya adalah jahe yang sering digunakan sebagai afrodisiaka yang ditunjukkan dengan munculnya 13 ramuan pada 24 ramuan jamu yang berkhasiat sebagai afrodisiak, sehingga merupakan salah satu bahan afrodisiak terbanyak pemakaiannya dibanding yang lain. Pada penelitian ini dilakukan pengujian efek afrodisiak dari suspensi ekstrak jahe (Zingiberofficinale) pada mencit putih jantan. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) konsentrasi 10%, 25%, 50% sebagai variabel terikat adalah efek afrodisiak pada mencit putih jantan, kemudian sebagai variabel kontrol adalah kontrol positif yaitu suspensi sildenafil dan kontrol negatif yaitu suspensi CMC. Pada penelitian ini menggunakan 15 pasang mencit putih yang dibagi kedalam 5 kelompok, yang pertama adalah kelompok suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) konsentrasi 10% yang kedua adalah kelompok suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) 25%, yang ketiga adalah suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) 50%, yang keempat adalah kontrol positif yaitu suspensi sildenafil dan yang terakhir adalah kelomppok kontrol negatif yaitu suspensi CMC, masing masing kelompok terdiri dari tiga pasang mencit putih. Dan pemberiaan sediaan yaitu 30 menit sebelum perlakuan pada malam hari. Adapun hasil dari rangkaian penelitian ini semua konsntrasi menunjukan adanya efektivitas suspensi ekstrak jahe (Zingiber officinale) terhadap afrodisiak pada mencit putih jantan dan yang paling efektif adalah suspensi dengan konsentrasi 10%.
Uji Efektivitas Sedatif Suspensi Kombinasi Ekstrak Akar Kecubung (Datura metel L) dan Biji Pala (Myristica fragnans Houut) pada Tikus Putih Jantan Cece Supriatna; Rahma Nafi’ah; Kadek Hardikha Kusuma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/49x4fz24

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas sedatif suspensi kombinasi ekstrak akar Kecubung dan biji Pala pada tikus putih jantan. Akar kecubung mengandung alkaloid sedangkan biji pala mengandung terpenoid yang memiliki efektivitas sedatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sedatife dari suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung dan ekstrak biji pala dan dosis paling efektif dari kombinasi tersebut. Metode yang digunakan untuk melihat efek sedatif pada tikus putih jantan yaitu dengan menggunakan metode Forced swimming test dengan menghitung durasi immobility time. Variabel yang digunakan yaitu suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan biji pala (Myristica Fragnans Houut) pada tikus putih jantan dengan kombinasi dosis 2 mg : 6 mg/200g BB tikus, 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus, dan 6 mg : 2 mg/200 g BB tikus sebagai variabel bebas serta sebagai kontrol positifnya adalah suspensi Phenobarbital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) memiliki efektivitas sebagai sedatif pada tikus putih jantan. Suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (DaturaMetel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) yang memiliki dosis paling efektif sebagai sedatif pada tikus putih jantan adalah dosis 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus.