Rizki Rahmah Fauzia
STF YPIB Cirebon

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI EKSTRAK DAUN SAWI LANGIT (Vernonia cinerea L.) PADA TIKUS JANTAN (Rattus novergicus) Cece Supriatna; Rizki Rahmah Fauzia; Khotibul Umam
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tbz57539

Abstract

Sawi langit adalah salah satu tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki banyak khasiat. Salah satu khasiat Sawi langit yaitu sebagai obat demam. Telah dilakukan uji efektifitas antipiretik suspensi ekstrak daun Sawi langit (Vernonia cinerea [L.] Less.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus).Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak daun Sawi langit sebagai antipiretik dan mengetahui konsentrasi paling efektif dari suspensi ekstrak daun Sawi langit sebagai antipiretik pada tikus jantan. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hewan uji yang yang digunakan berupa 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC, kelompok kontrol positif diberikan Rhelafen, 2 kelompok diberikan ekstrak kental daun Sawi langit masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 100%, dan 2 kelompok eksperimental diberikan suspensi ekstrak daun Sawi langit masing-masing dengan konsentrasi 5% dan 10%. Induksi demam pada hewan uji menggunakan vaksin DTP-HB 0,1 ml. Pengukuran suhu rektal dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vaksin dan setelah pemberian zat uji berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90, 120, 150 dan 180. Hasilnya pemberian suspensi ekstrak daun sawi langit dengan konsentrasi 10% menunjukan penurunan suhu rektal lebih besar dibanding dengan konsentrasi 5%. Pemberian Rhelafen menunjukan penurunan suhu rektal lebih tinggi dibanding dengan suspensi ekstrak daun Sawi langit 10%. Kesimpulannya Suspensi ekstrak daun Sawi langit efektif sebagai antipiretik dan suspensi ekstrak daun Sawi langit yang paling efektif pada konsentrasi 10%.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA PENYIMPANAN OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN VIDEO PADA SISWA SMAN 1 BEBER CIREBON Rizki Rahmah Fauzia; Bambang Karsidin; Herlina Putri Dewi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ctj5at87

Abstract

Tahap penyimpanan obat merupakan bagian dari pengelolaan obat untukmenjaga mutu obat-obatan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang cara penyimpanan obat sebelum dan sesudah pemberian video pada SMAN 1 Beber. Penelitian ini di lakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian video dengan mengisi kuesioner. Soal kusioner yang digunakan di uji terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dan data di analisis menggunakan uji median. Analisa data uji median menunjukan tidak ada perbedaan tingkatpengetahuan antara hasil pre-test dan post-test tetapi walaupun tidak ada perbedaan namun nilai rata-rata post-test > dari nilai rata-rata pre-test. 
UJI EFEKTIVITAS DIURETIK SERBUK INSTAN EKSTRAK DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Wirsad Yuniuswoyo; Rizki Rahmah Fauzia; Najib Nur Fatullah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/64ch2965

Abstract

Diuretik adalah suatu zat yang dapat memperbanyak pengeluaran volume urine. Daun Putri Malu mempunyai senyawa kimia flavonoid yang dapat meningkatkan volume urin serta meningkatkan laju kecepatan glomerulus dan menghambat reabsorpsi Na+ dan Cl- sehingga menyebabkan peningkatan Na+ dan air dalam tubulus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Sediaan Serbuk Instan Ekstrak Daun Putri Malu (Mimosa pudica L.) sebagai Diuretik Pada Mencit Putih Jantan.  Metode penelitian ini adalah eksperimen. Proses ekstraksi daun Putri Malu menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator dan dikentalkan dengan waterbath, kemudian dibuat sediaan serbuk instan, dosis yang diberikan kepada mencit putih jantan yaitu dosis 50 mg/kgbb, 100 mg/kgbb dan 150 mg/kgbb. Suspensi Furosemide sebagai kontrol positif dan larutan serbuk instan tanpa ekstrak kering daun Putri Malu sebagai kontrol negatif. Efektivitas serbuk instan ekstrak kering daun Putri Malu dilihat dari volume pengeluaran urin mencit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan One-way Anova dan Post Hoc Test. Evaluasi sediaan serbuk instan meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji kadar abu, uji sifat alir dan uji waktu larut.  Hasil Penelitian menunjukan bahwa serbuk instan ekstrak daun Putri Malu mempunyai efektivitas sebagai diuretic dengan dosis yang paling efektif adalah dosis 150 mg/kgbb. Sediaan serbuk instan ekstrak kering daun Putri Malu memenuhi persyaratan evaluasi sediaan serbuk yang baik. 
PENGARUH PEMBERIAN ANTIOKSIDAN JUS BUAH STROBERI (Fragaria x annanassa) PADA MENCIT HAMIL YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Rizki Rahmah Fauzia; Ahmad Azrul Zuniarto; Muhammad Febri Auliya
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1bns6488

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian antioksidan jus Stroberi pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok. Buah Stroberi mengandung vitamin C dan asam ellagic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis paling efektif dalam pemberian antioksidan jus buah Stroberi (Fragaria x annanassa) pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok. Penelitian menggunakan hewan uji Mencit hamil dengan berat ± 20 gramsebanyak 10 ekor, dibagi 5 kelompok secara random. Kelompok I diberi 0,3 mL jus buah Stroberi, Kelompok II diberi 0,5 mL jus buah Stroberi, Kelompok III diberi 0,7 mL jus buah Stroberi, Kelompok IV diberi 0,2 mL You C 1000 mg, Kelompok V diberi 0,2 mL aquadest yang semuanya diberikan secara oral sebanyak 3x sehari. Pemaparan asap rokok (1 batang per hari) dan pemberian jus Stroberi pada Mencit hamil diberikan dari hari ke-8 hingga melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan jus buah Stroberi dosis 0,3 mL, 0,5 mL, dan 0,7 mL mempunyai pengaruh sebagai antioksidan pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok, dan jus buah Stroberi dosis 0,7 mL paling efektif sebagai antioksidan pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok. 
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SUSPENSI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rizki Rahmah Fauzia; Nurpatmawati; Feri Fadilah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cjb3a255

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal oleh masyarakat memiliki efek farmakologis sebagai obat. Lengkuas telah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat nyeri (analgetik), diuretik, dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) efektif sebagai analgetik dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) yang efektif sebagai analgetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan dengan berat badan 200 gram sebanyak 15 ekor, di bagi 5 kelompok secara random. Kelompok I diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 10% secara oral, Kelompok II diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 12,5% secara oral, Kelompok III diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 15% secara oral, Kelompok IV diberi 2 ml suspensi ibuprofen secara oral, dan Kelompok V diberi 2 ml larutan suspensi CMC Na 1% secara oral, lalu diamkan selama 10 menit. Setelah didiamkan selama 10 menit semua kelompok tikus diinduksi dengan asam asetat 3% (0,2 ml) intra peritonium. Kemudian hitung jumlah geliat setiap 10 menit selama 1 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu arah dan dengan AUC (Area Under Curve). Hasil penelitian menunjukan suspensi ekstrak rimpang lengkuas dengan konsentrasi 12,5% dan 15% memiliki efektivitas sebagai analgetik pada tikus putih jantan. Simpulan bahwa ekstrak rimpang lengkuas memiliki efektivitas analgetika pada tikus putih jantan. 
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP DAYA INGAT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN METODE LABIRIN Asep Suparman; Rizki Rahmah Fauzia; Deden Suwandhy
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ps0p9590

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung senyawa Flavonoid dan Vitamin C yang mampu meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap daya ingat tikus jantan (Rattus norvegicus) yang di uji dengan metode labirin. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pada penelitian ini, 15 ekor tikus jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu X1 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 160 mg/200grBB), X2 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 180 mg/200grBB), X3 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 200 mg/200grBB), Kontrol Positif (Pyritinol), dan Kontrol Negatif (Suspending Agent). Seluruh kelompok dimasukan kedalam labirin selama 18 hari dan mencatat waktu tikus menyelesaikan labirin. Sediaan diberikan dihari ke-8 dan dihentikan pada hari ke-18. Data dianalisis dengan uji Krukal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata waktu tempuh X1 (456,20 detik), X2 (293,02 detik), X3 (475,54 detik), Kontrol Positif (377,76), dan Kontrol Negatif (442,29). Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) pada dosis 160 mg/200grBB dan dosis 180 mg/200grBB tidak memiliki perbedaan efektivitas dengan Pyritinol terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki efektivitas terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin.
UJI EFEKTIVITAS KRIM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DAN EKSTRAK PELEPAH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca var. Sapientum L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rahma Nafi’ah; Rizki Rahmah Fauzia; Cintya Ayu Sahputri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/n0j27v22

Abstract

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air, panas, listrik, bahan kimia dan radiasi juga boleh sebab kontak dengan suhu rendah (frosbite).Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai efektivitas sebagai luka bakar adalah kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang paling efektif terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Serta mengetahui stabilitas formulasi krim kombinasi kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) dengan variasi konsentrasi pada formula X1 10% : 10%, X2 10% : 15% dan X3 10% : 20% dengan kontrol positif (Krim “X”). Analisa data menggunakan uji kruskall-Wallis yang dilanjutkan uji Mann-Whitney.Berdasarkan uji kruskall-Wallis diperoleh nilai sig 0,002 (sig<0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan. Pada uji Mann-Whitney diperoleh nilai sig kelompok X1 sebesar 0,117 (sig > 0,05), nilai sig X2 sebesar 0,020 (sig < 0,05) sedangkan nilai sig X3 sebesar 0,111 (sig > 0,05) yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok X2 dengan kontrol positif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L.) konsentrasi 10% : 15% lebih efektif dalam menyembuhkan luka bakar buatan pada tikus putih jantan. Krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon stabil dalam penyimpanan suhu 4° dan 40°C selama 12 hari.
UJI EFEKTIVITAS HEMOSTATIKA SIRUP INFUSA DAUN SIRIH (Piperbetle L.) PADA MENCIT PUTIH (Musmusculus) Rizki Rahmah Fauzia; Ahmad Azrul Zuniarto; Rizky Medino Putera
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/0yh8br89

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) pada mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui pada dosis berapakah sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agent hemostatika terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui stabilitas sediaan sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) dengan metode cycling test, dan untuk mengetahui perbedaan efektivitas hemostatika antara metode potong ekor mencit dan metode pembekuan darah mencit pada objek glass. 15 ekor mencit putih jantan terbagi dalam 5 kelompok dengan masingmasing kelompok terdiri dari 3ekor mencit. Masing-masing mencit diberi sediaan kontrol positif (Asam Traneksamat), kontrol negative (basis sirup), serta control perlakuan dengan sirup infusa daun Sirih dosis 0,2g/20g mencit, 0,35g/20g mencit, dan 0,5g/20g mencit. Waktu yang diamati adalah pada saat darah berhenti menetes dan menggumpalnya darah pada objek glass. Hasil penelitian berdasarkan waktu pembekuan darah pada ekor mencit yaitu kontrol positif (250 detik), kontrol negative (535 detik), dosis 0,2g/20gmencit (475 detik), 0,35g/20gmencit (448,33detik), dan 0,5g/20g mencit (351,67 detik). Waktu pembekuan darah mencit pada objek glass yaitu kontrol positif (183,33 detik), kontrol negatif (321,67 detik), dosis 0 ,2g/20g mencit (273,33 detik), 0,35g/20g mencit (268,33 detik), dan 0,5g/20g mencit (258,33 detik). Sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas hemostatika pada mencit putih (Mus musculus). Pada dosis 0,5g/20g mencit sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agen themostatika pada mencit putih (Mus musculus). Sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) tidak stabil pada siklus ke-6. Metode pembekuan darah mencit pada objek glass mempunyai efektivitas hemostatika yang lebih baik dibandingkan dengan metode potong ekor mencit.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK BIJI COKLAT (Theobroma cacao L.) DENGAN KONSENTRASI 8% TERHADAP LUKA SAYAT DAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Novergicus) Rizki Rahmah Fauzia; Aji Fahmi Ayatuloh
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/zrrp4k53

Abstract

Biji Coklat (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang berasal dari family sterculiaceae adalah tanaman yang ditemukan memiliki berbagai macam manfaat diantaranya yaitu dapat menyembuhkan luka. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada biji Coklat (Theobroma cacao L.) yang dapat menyembuhkan luka yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah Salep Ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) memiliki efektivitas penyembuhan luka sayat dan luka bakar pada tikus putih jantan (Rattus Novergicus), untuk mengetahui perbedaan efektivitas salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 8% terhadap luka sayat dan luka bakar pada tikus putih jantan (Rattus Novergicus) serta untuk mengetahui stabilitas salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi biji Coklat (Theobroma cacao L.) menggunakan cara maserasi dengan pelarut alkohol 70%. Hasil ekstraksi akan di formulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 8%. Tikus yang digunakan sebanyak 9 ekor. Tikus yang dibuat luka sayat dan luka bakar dioleskan salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) pada pagi dan sore hari. Data yang diperoleh kemudian dianalisa denganuji Anova satu arah menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Hasil analisa uji anava didapat bahwa Fhitung>Ftabel (3,359>3,105) menunjukan bahwa salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) mempunyai efektivitas terhadap luka sayat dan tidak efektif terhadap luka bakar yaitu Fhitung<Ftabel (0,801<3,075). Salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 8% menunjukan hanya efektif terhadap luka sayat. Hasil stabilitas sediaan salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) stabil pada suhu 4oC, dan 40oC Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 8% hanya efektif terhadap luka sayat. Hasil stabilitas sediaan salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) stabil selama penyimpanan.
UJI EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN SUKUN (Ortocarpus Communis) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Mohammad Najib Jufri; Rizki Rahmah Fauzia; Fitri Wulansari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/f7q00b10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Krim ekstrak daun Sukun terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih. Penelitian sebelumnya menyatakan daun Sukun memiliki banyak manfaat dimana salah satunya dalam pengobatan luka. Ekstrak daun Sukun diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka bakar dengan cara dioleskan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Kandungan kimia daun Sukun antara lain flavonoid, saponin, dan Polifenol dimana zat bioaktif tersebut diketahui yang potensi sebagai penyembuh luka bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboratorium, daun Sukun diambil pada bagian daun tua (berwarna kuning). Daun Sukun dibersihkan terlebih dahulu dengan air kemudian dikeringkan dan dihaluskan, ±100 gram lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 5 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan identifikasi senyawa aktif dan ditemukan senyawa flavonoid, saponin, dan Polifenol. Pada tahap selanjutnya, ekstrak daun Sukun dibuat sediaan Krim dengan konsentrasi 4%, 6% dan 8% b/b dalam bahan dasar Krim yang terdiri dari TEA, adeps lanae, paraffin liquidum dan aquadest. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji homogenitas. Krim yang dihasilkan kuning kehijauan,homogen, dengan rata rata pH 6, daya sebar 6,9 cm, dan daya lekat kurang 4 detik. Efektivitas penyembuhan luka bakar pada tikus jantan ditemukan mulai pada konsentrasi ekstrak daun Sukun 4% b/b. Sediaan Krim ekstrak daun Sukun pada semua konsentrasi stabil selama penyimpanan pada suhu 40 C dan 400 C selama 12 hari.