Rahma Nafi’ah
STF YPIB Cirebon

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTI ASMA EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L. DC) TERHADAP POLA PERNAFASAN MARMUT JANTAN Ahmad Azrul Zuniarto; Rahma Nafi’ah; Ikra Nurohman
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/mwq8z079

Abstract

Penelitian ini berdasarkan suatu permasalahan yang masih banyak terjadi pada penduduk indonesia yaitu penyakit asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera L.DC) terhadap pola pernafasan marmut jantan yang diinduksi dengan histamin dihidroklorida dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera L.DC) yang memiliki aktivitas untuk memperbaiki pola pernafasan marmut jantan yang diinduksi histamin dihidroklorida berdasarkan pola pernafasan menggunakan Software Cool Edit Pro 2.1. Penyakit ini merupakan gangguan saluran pernafasan yang ditandai oleh menurunnya angka amplitudo dan naiknya frekuensi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan melakukan penelitian secara langsung terhadap objek yang diteliti. Penelitian pola pernafasan menggunakan Software Cool Edit Pro 2.1.Berdasarkan data dari hasil penelitian tersebut didapat hasil bahwa ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera L.DC) pada dosis 650 kg/bb memiliki efek bronkhodilator lebih baik dibandingkan dengan dosis 630 kg/bb dan 700kg/bb.
UJI EFEKTIFITAS ANALGETIK SUSPENSI DAUN SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) PADA MENCIT Rahma Nafi’ah; Asep Suparman; Deby Gunawan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9gwmec54

Abstract

Telah dilakukan penelitian Uji Efektivitas Analgetik Suspensi Daun Songgolangit (Tridax procumbens L) Pada Mencit, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh efek analgetik suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) pada mencit dan pada konsentrasi berapa efektif sebagai analgetik. Pengujian dilakukan dengan menggunakan suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) dengan beberapa konsentrasi (20%, 40%, 60%) dan diberikan dengan cara oral (sonde) yang sebelumnya mencit telah dibuat sakit dengan diinduksi asam asetat secara intra peritoneal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) berpengaruh terhadap efek analgetik pada semua konsentrasi (20%, 40%, 60%), terjadinya jumlah geliat untuk masing-masing konsentrasi adalah 20% : 107,3, 40% : 106, 60% : 59, k(+) : 54,6, dan k(-) : 205,3 dan hipotesis dari penelitian ini adalah H0 : suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) tidak berhasiat sebagai analgetik pada konsentrasi tertentu. H1 : suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) berhasiat sebagai analgetik pada konsentrasi tertentu. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) sudah memiliki dan menunjukan efek analgetik maka semakin kental efektivitasnya semakin tinggi.
AKTIFITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus Rahma Nafi’ah; Atin Yuliantini
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tb8stt72

Abstract

Daun melinjo memiliki kandungan resveratrol yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Telah dilakukan penelitian uji aktifitas antibakteri sabun cair ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode in-vitro perforasi pada media nutrien agar dengan melihat diameter zona hambat pada konsentrasi ekstrak 10%, 20% dan 30% b/v. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa konsentrasi 30% memiliki nilai zona hambat mendekati kontrol positif. Selanjutnya ekstrak daun melinjo 30% diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair. Hasil formula diuji aktifitas antibakterinya dan stabilitas penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun cair ekstrak daun melinjo memiliki persen efektif dibanding kontrol positif sebesar 84,81%. Sedangkan hasil uji stabilitas penyimpanan meliputi : organoleptis, pH, viskositas, kenaikan tinggi busa pada suhu 00C, 250C dan 400C menunjukkan bahwa sediaan kurang stabil pada penyimpanan selama empat minggu.
AKTIFITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Atin Yuliantini; Rahma Nafi’ah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/8055v312

Abstract

Daun melinjo memiliki kandungan resveratrol yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Telah dilakukan penelitian uji aktifitas antibakteri sabun cair ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode in-vitro perforasi pada media nutrien agar dengan melihat diameter zona hambat pada konsentrasi ekstrak 10%, 20% dan 30% b/v. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa konsentrasi 30% memiliki nilai zona hambat mendekati kontrol positif. Selanjutnya ekstrak daun melinjo 30% diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair. Hasil formula diuji aktifitas antibakterinya dan stabilitas penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun cair ekstrak daun melinjo memiliki persen efektif dibanding kontrol positif sebesar 84,81%. Sedangkan hasil uji stabilitas penyimpanan meliputi : organoleptis, pH, viskositas, kenaikan tinggi busa pada suhu 0oC, 25oC dan 40oC menunjukkan bahwa sediaan kurang stabil pada penyimpanan selama empat minggu.
UJI EFEKTIVITAS KRIM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DAN EKSTRAK PELEPAH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca var. Sapientum L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rahma Nafi’ah; Rizki Rahmah Fauzia; Cintya Ayu Sahputri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/n0j27v22

Abstract

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air, panas, listrik, bahan kimia dan radiasi juga boleh sebab kontak dengan suhu rendah (frosbite).Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai efektivitas sebagai luka bakar adalah kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang paling efektif terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Serta mengetahui stabilitas formulasi krim kombinasi kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) dengan variasi konsentrasi pada formula X1 10% : 10%, X2 10% : 15% dan X3 10% : 20% dengan kontrol positif (Krim “X”). Analisa data menggunakan uji kruskall-Wallis yang dilanjutkan uji Mann-Whitney.Berdasarkan uji kruskall-Wallis diperoleh nilai sig 0,002 (sig<0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan. Pada uji Mann-Whitney diperoleh nilai sig kelompok X1 sebesar 0,117 (sig > 0,05), nilai sig X2 sebesar 0,020 (sig < 0,05) sedangkan nilai sig X3 sebesar 0,111 (sig > 0,05) yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok X2 dengan kontrol positif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L.) konsentrasi 10% : 15% lebih efektif dalam menyembuhkan luka bakar buatan pada tikus putih jantan. Krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon stabil dalam penyimpanan suhu 4° dan 40°C selama 12 hari.
Uji Efektivitas Sedatif Suspensi Kombinasi Ekstrak Akar Kecubung (Datura metel L) dan Biji Pala (Myristica fragnans Houut) pada Tikus Putih Jantan Cece Supriatna; Rahma Nafi’ah; Kadek Hardikha Kusuma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/49x4fz24

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas sedatif suspensi kombinasi ekstrak akar Kecubung dan biji Pala pada tikus putih jantan. Akar kecubung mengandung alkaloid sedangkan biji pala mengandung terpenoid yang memiliki efektivitas sedatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sedatife dari suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung dan ekstrak biji pala dan dosis paling efektif dari kombinasi tersebut. Metode yang digunakan untuk melihat efek sedatif pada tikus putih jantan yaitu dengan menggunakan metode Forced swimming test dengan menghitung durasi immobility time. Variabel yang digunakan yaitu suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan biji pala (Myristica Fragnans Houut) pada tikus putih jantan dengan kombinasi dosis 2 mg : 6 mg/200g BB tikus, 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus, dan 6 mg : 2 mg/200 g BB tikus sebagai variabel bebas serta sebagai kontrol positifnya adalah suspensi Phenobarbital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) memiliki efektivitas sebagai sedatif pada tikus putih jantan. Suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (DaturaMetel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) yang memiliki dosis paling efektif sebagai sedatif pada tikus putih jantan adalah dosis 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus.
Uji Aktivitas Krim Ekstrak Daun Tin (Ficus carica Linn.) sebagai Antioksidan Auliana Huwaida Nurulhuda; Rahma Nafi’ah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/2hcv8f18

Abstract

Daun Tin (Ficus carica Linn.) Memiliki banyak kandungan zat berkhasiat seperti flavonoid, polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan. Pada penelitian ini pemanfaatan daun tin sebagai antioksidan dilakukan dengan pembuatan krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.), Konsentrasi Krim ekstrak Daun Tin (Ficus carica Linn.) terbaik sebagai antioksidan, serta untuk mengetahui stabilitas krim selama penyimpanan. Percobaan ini menggunakan metode DPPH. Krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.) dibuat dengan 3 konsentrasi yaitu 1%, 1,5%, 2%, kontrol negatif (basis krim), dan kontrol positif (vitamin C). Krim tersebut kemudian dilakukan uji evaluasi untuk menganalisis organoleptik, pH, kelengketan, dan spreadibilitas, dan uji stabilitas digunakan metode cycling test. Hasil evaluasi krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.) memenuhi persyaratan topikal yang digunakan. Krim ekstrak daun Tin (Ficus carica Linn.) dapat digunakan sebagai antioksidan dan pada konsentrasi 1% krim ekstrak daun Tin menunjukkan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 23,23 ppm.