Nurpatmawati
STF YPIB Cirebon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SUSPENSI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rizki Rahmah Fauzia; Nurpatmawati; Feri Fadilah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cjb3a255

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal oleh masyarakat memiliki efek farmakologis sebagai obat. Lengkuas telah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat nyeri (analgetik), diuretik, dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) efektif sebagai analgetik dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) yang efektif sebagai analgetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan dengan berat badan 200 gram sebanyak 15 ekor, di bagi 5 kelompok secara random. Kelompok I diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 10% secara oral, Kelompok II diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 12,5% secara oral, Kelompok III diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 15% secara oral, Kelompok IV diberi 2 ml suspensi ibuprofen secara oral, dan Kelompok V diberi 2 ml larutan suspensi CMC Na 1% secara oral, lalu diamkan selama 10 menit. Setelah didiamkan selama 10 menit semua kelompok tikus diinduksi dengan asam asetat 3% (0,2 ml) intra peritonium. Kemudian hitung jumlah geliat setiap 10 menit selama 1 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu arah dan dengan AUC (Area Under Curve). Hasil penelitian menunjukan suspensi ekstrak rimpang lengkuas dengan konsentrasi 12,5% dan 15% memiliki efektivitas sebagai analgetik pada tikus putih jantan. Simpulan bahwa ekstrak rimpang lengkuas memiliki efektivitas analgetika pada tikus putih jantan. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nurpatmawati; Asep Rahman Sidiq
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1w1z6264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan pada kadar berapa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) Mempunyai daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini yaitu didasarkan pada suatu permasalahan banyaknya kasus penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri Escherichia coli contohnya diare yang banyak menyerang penduduk Indonesia.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang meneliti hubungan sebab akibat. Metode ekstraksi yang digunakan untuk penyarian simplisia kering daun papaya (Carica papaya L) dalam peneltian ini adalah secara maserasi.Berdasarkan data dari hasil penelitian tersebut didapat hasil bahwa ekstrak maserasi daun papaya (Carica papaya L) memiliki zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli untuk konsentrasi 25% adalah 0,45 mm, untuk konsentrasi 50% adalah 0,53 mm sedangkan untuk konsentrasi 75% adalah 0,67 mm, dan konsentrasi 100 % adalah 0,77 mm, dan larutan kontrol (kotrimoksazol) hanya 0,52 mm. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 100% karena semakin besar jumlah konsentrasi yang digunakan maka semakin besar zona hambatnya.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM KITOSAN CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Nurpatmawati; Sunengsih
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/fv38f620

Abstract

Limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) diisolasi kandungan kitosannya melelui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Salah satu penggunaan dari kitosan adalah sebagai antibakteri, karena memiliki polikation bermuatan positif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) konsentrasi 5%, 7%, dan 9% terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran diameter pervorator 0,6 cm dan media yang digunakan adalah media nutrient agar. Metode pengujian stabilitas sediaan krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) menggunakan metode cyling test meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji iritasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji kruskal wallis dan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada konsentrasi 9% krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) memiliki daya aktivitas paling besar sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona bening 1,205 cm. Krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) memenuhi syarat evaluasi sediaan dan dan uji stabilitas.
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) Asep Suparman; Nurpatmawati; Wahyuni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1sypa242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun Alpukat terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.Obat tradisional berasal dari tanaman, hewan, dan mineral, sediaan galenic atau campuran bahan-bahan yang diturunkan dari generasi telah digunakan untuk pengobatan.Penelitian sebelumnya menyatakan daun Alpukat memiliki banyak manfaat dimana salah satunya dalam pengobatan luka.Ekstrak daun alpukat diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka bakar dengan caradioleskan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Kandungan kimia daun alpukat antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dimana zat bioaktif tersebut diketahui yang potensi sebagai penyembuh luka bakar serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboratorium, daun Alpukat diambil pada bagian daun yang tidak terlalu tua (daun kelima dari pucuk). Daun alpukat dibersihkan terlebih dahulu dengan air kemudian dikeringkan dan dihaluskan, ±100 gram lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 5 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan identifikasi senyawa aktif dan ditemukan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada tahap selanjutnya, ekstrak daun Alpukat dibuat sediaan gel dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% b/b dalam bahan dasar gel yang terdiri dari HPMC, dan propilen glikol. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Gel yang dihasilkan berwarna kuning kehijauan, homogen, dengan rata-rata pH 6, daya sebar 5,5 cm, daya lekat 4 detik dan tidak menimbulkan iritasi. Efektivitas penyembuhan luka bakar pada tikus jantan ditemukan pada konsentrasi gel ekstrak daun alpukat 5% b/b. Gel ekstrak daun Alpukat pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu 40 C dan 400 C selama 12 hari.