I Gede Manggala Putra
Universitas Telkom

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WORKSHOP COMPUTATIONAL THINKING UNPLUGGED DALAM MENDUKUNG BERPIKIR KOMPUTASI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PACET Selly Meliana; Aaz M Hafidz Azis; I Gede Manggala Putra
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8493

Abstract

Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta keterampilan berpikir komputasi (Computational Thinking/CT) menjadi kebutuhan esensial di era digital. Namun, Jenjang pendidikan menengah, yaitu SMP di Indonesia, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan keterampilan berpikir komputasi ke dalam proses pembelajaran, salah satunya di SMP Negeri 1 Pacet yang menghadapi kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep CT. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa terhadap CT melalui solusi sistematis. Langkah pertama adalah sosialisasi konsep CT, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman dasar pentingnya CT. Tahap berikutnya melibatkan pelatihan dan pendampingan siswa, meliputi penyampaian teori dasar CT serta melakukan pelatihan yang menerapkan konsep-konsep dari CT, salah satunya dengan melalui permainan-permainan yang didalamnya mengajak siswa untuk berpikir secara komputasi bahkan tanpa menggunakan komputer (CT Unlugged). Selain itu, Kegiatan ini dirancang agar siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir secara praktis untuk mendorong siswa menyelesaikan masalah secara terstruktur, menyerupai cara kerja sistem komputasi. Tahap akhir adalah evaluasi untuk menilai kemampuan siswa serta efektivitas program melalui umpan balik dari siswa. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan workshop ini berhasil memenuhi harapan siswa dengan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Sebanyak 66,7% siswa merasa sangat puas dan 33,3% puas bahwa materi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa workshop ini berhasil mencapai tujuan yang direncanakan, yaitu mendukung cara berpikir komputasional siswa secara menyenangkan dan interaktif.
Pendampingan Pemahaman Dasar Pemrograman kepada Siswa SMP Al Azhar Syifa Budi Parahyangan Hani Nurrahmi; I Gede Manggala Putra; Izzatul Ummah; Selly Meliana
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8582

Abstract

Penguasaan keterampilan digital, khususnya pemrograman, merupakan kebutuhan mendasar di era digital saat ini. Kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mengintegrasikan pemrograman sebagai bagian dari mata pelajaran Informatika, bahkan sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, implementasi di lapangan menunjukkan adanya tantangan dalam penyampaian materi ini, terutama di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan sumber daya dan kapasitas guru. Dalam pengabdian masyarakat ini, siswa SMP Al Azhar Syifa Budi Parahyangan diberikan pendampingan dalam pengajaran dasar-dasar pemrograman menggunakan platform TLX dari TOKI. TLX merupakan platform pembelajaran dan kompetisi pemrograman yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah siswa melalui latihan soal dan tantangan pemrograman yang disesuaikan dengan kurikulum. Selain itu, kompetisi akan digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur perkembangan dan pemahaman siswa dalam pemrograman. Dalam program ini, siswa dilatih menggunakan platform TLX, yang memungkinkan mereka belajar pemrograman secara mandiri dengan berbagai materi dan tantangan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka. Metode ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep pemrograman, tetapi juga meningkatkan keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan pemrograman nyata. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 7 pertemuan, yaitu tanggal 21 Oktober - 9 Desember 2024 di Laboratorium Komputer SMP Al Azhar Syifa Budi Parahyangan. Setelah dilaksanakannya pelatihan ini, berdasarkan survey yang kami buat, 77,7% peserta merasa sangat puas dengan materi yang disampaikan dan 100% peserta ingin kegiatan ini diadakan kembali. Mereka sangat setuju bahwa materi yang disampaikan sudah memenuhi kebutuhan mereka.
Face Gender Classification for Public Facility Access Control using EfficientNet with Penalized-Entropy Loss Sari, Sabrina Adinda; Ramadhan Ahmad, Faidhil Nugrah; Adnan Rasyid, Miftahul; Manggala Putra, I Gede; Ramadhan, Fauzan
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 3 (2026): JUTIF Volume 7, Number 3, June 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.3.5675

Abstract

Access to public facilities that are restricted based on gender, such as toilets and changing rooms, requires a strict security system because there are still many cases of abuse by irresponsible parties if only gender signs are relied upon. CCTV integrated with facial recognition is becoming more sophisticated every day, but it is limited if the face is covered by attributes such as masks. This is because the less visible the area is, the more difficult it is for the model to determine the label. To overcome this, this study proposes a gender classification approach for faces that may be covered by accessories such as masks, by adding Penalized Entropy loss as a loss function to the EfficientNet-B0 model. This loss function adds a penalty for incorrect predictions even if they are fairly accurate. The evaluation results show that the proposed model, with a penalty weight of 0.5, improved the accuracy by 3% from 90% to 93%.  The experimental results show that the determination of the penalty weight has a significant impact on model performance, where a weight of 0.5 produces optimal performance because it provides a balance between penalizing overconfident predictions and the model's ability to maintain relevant feature discrimination; too small a weight does not sufficiently suppress overconfidence, while too large a weight actually reduces classification ability. The proposed method has demonstrated improvements in generalization and reduced overconfidence in gender classification systems. This method contributes to the development of reliable biometric systems suitable for uncontrolled real-world environments.