Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Dapur Bersih untuk Meningkatkan Higienitas Produk Gula Semut pada Sentra Produksi Tradisional Miftahol Arifin; Aiza Yudha Pratama; Alfin Hikmaturokhman; Gladi Pawestri Utami; Emmareta Fauziah
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9393

Abstract

Sentra produksi gula semut tradisional di Desa Pernasidi, Banyumas, menghadapi tantangan serius terkait aspek higienitas produk. Lingkungan produksi yang terbuka dan minim sanitasi berdampak pada kualitas dan keamanan pangan, sehingga membatasi akses pasar, terutama ke ritel modern dan ekspor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan standar kebersihan produksi melalui implementasi dapur bersih (clean kitchen) yang dirancang sesuai dengan prinsip sanitasi pangan dan efisiensi kerja. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, meliputi pelatihan mitra, pembangunan prototipe dapur bersih berbahan material lokal yang mudah dibersihkan, serta evaluasi dampak melalui uji visual dan organoleptik terhadap produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan dapur bersih mampu menurunkan kontaminasi silang, meningkatkan kualitas visual gula semut, dan mendapat respons positif dari pelaku UMKM dan stakeholder lokal. Selain itu, kegiatan ini juga memicu kesadaran pentingnya keamanan pangan di kalangan petani dan produsen. Kesimpulannya, intervensi dapur bersih berkontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan merupakan langkah awal menuju sertifikasi halal dan PIRT. Ke depan, model ini dapat direplikasi ke wilayah sentra produksi lain dengan penyesuaian lok.
Pengukuran Kinerja Gudang Bahan Baku Industri Semen Menggunakan Frazelle Model dan Best–Worst Method Lailatul Salva; Miftahol Arifin; Syarif Hidayatuloh
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1260

Abstract

Gudang bahan baku memiliki peran strategis dalam industri semen karena kinerjanya berpengaruh langsung terhadap kelancaran proses produksi. Berbeda dengan pendekatan evaluasi konvensional yang sering kali parsial, penelitian ini menawarkan kontribusi ilmiah melalui integrasi Frazelle Model untuk pemetaan proses end-to-end dan Best–Worst Method (BWM) untuk menghasilkan pembobotan prioritas yang lebih konsisten dan minim bias. Frazelle Model memetakan kinerja ke dalam lima proses utama (receiving, put-away, storage, order picking, shipping), sedangkan BWM menentukan bobot Key Performance Indicators (KPI). Hasil empiris menunjukkan ketimpangan kinerja yang signifikan antar proses: Order Picking mencatat kinerja tertinggi (skor 0,85), sedangkan Shipping teridentifikasi sebagai proses paling kritis dengan skor terendah (0,62) padahal memiliki bobot kepentingan tertinggi (0,35) dalam struktur prioritas. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas pengiriman adalah bottleneck utama yang sering terabaikan. Secara manajerial, penelitian ini merekomendasikan reorientasi strategi perbaikan yang tidak lagi menyebar rata, melainkan terfokus penuh pada standardisasi metode dan optimalisasi sumber daya di area pengiriman (shipping) untuk dampak peningkatan kinerja yang paling efektif.   Raw material warehouses play a strategic role in the cement industry, directly affecting production continuity and operational efficiency. Unlike conventional evaluations that are often partial, this study contributes to the literature by integrating the Frazelle Model for end-to-end process mapping with the Best–Worst Method (BWM) to ensure consistent and less biased priority weighting. The Frazelle Model structures performance into five main processes (receiving, put-away, storage, order picking, shipping), while BWM determines the relative weights of Key Performance Indicators (KPIs). Empirical results reveal significant performance disparities: Order Picking achieved the highest performance (score 0.85), whereas Shipping was identified as the most critical bottleneck with the lowest score (0.62) despite holding the highest importance weight (0.35). These findings indicate that shipping activities are the primary, often overlooked, critical constraint. Managerially, this study recommends shifting from generalized improvements to a targeted strategy focused on workflow standardization and resource optimization specifically within the shipping process for the most effective performance enhancement.