Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan bermain mencampur warna di TK Kemala Bhayangkari 08 Bajawa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral dari Kemmis dan Taggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B5 berjumlah 16 anak, terdiri dari 11 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari tahap pre-test 18,75% kategori BSB menjadi 68,75% pada tahap post-test. Secara pedagogis, kegiatan ini membuktikan bahwa stimulasi multisensory melalui media cair efektif memperkuat koordinasi visual-motorik, otot intrinsik tangan dan kemandirian anak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi seni eksploratif dalam kurikulum PAUD bukan sekedar aktivitas rekreatif, melainkan strategis saintifik untuk memitigasi hambatan adaptasi akademik pada jenjang pendidikan dasar. Penggunaan media yang dinamis dan metode berulang menjadi kunci dalam pembentukan peta motorik yang presisi pada anak. Kesimpulannya adalah kegiatan bermain mencampur warna sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui koordinasi mata-tangan, kelenturan jari, dan kontrol kekuatan tangan.