Dalam konteks reformasi pendidikan kontemporer, sekolah dihadapkan pada kompleksitas tantangan yang semakin meningkat, sehingga menuntut strategi transformasi yang melampaui paradigma kepemimpinan manajerial tradisional. Literatur kepemimpinan pendidikan menunjukkan bahwa pendekatan manajerial yang berorientasi pada efisiensi dan kontrol prosedural sering kali belum mampu mendorong perubahan sekolah yang bermakna dan berkelanjutan. Berangkat dari celah tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan visioner sebagai kerangka alternatif dalam mentransformasikan sekolah dari perspektif pendidikan progresif, dengan menekankan perannya dalam membangun budaya belajar yang demokratis, humanis, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik. Artikel ini menggunakan pendekatan konseptual dengan metodologi tinjauan literatur kritis terhadap berbagai kajian teoretis dan empiris terkait kepemimpinan visioner, kepemimpinan pendidikan, dan pendidikan progresif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner memiliki peran multidimensional, yakni sebagai pengarah visi bersama, penggerak budaya belajar kolaboratif, serta fasilitator perubahan sekolah yang reflektif dan kontekstual. Kepemimpinan visioner tidak hanya mendukung transformasi pedagogis, tetapi juga selaras dengan tujuan yang lebih luas, seperti keadilan sosial, profesionalisme guru, dan peningkatan mutu sekolah secara berkelanjutan. Implikasi kajian ini menegaskan pentingnya pergeseran paradigma menuju model kepemimpinan sekolah yang menempatkan visi sebagai orientasi pedagogis dan etis, bukan sekadar instrumen manajerial. Dengan mengintegrasikan kepemimpinan visioner dan prinsip pendidikan progresif, artikel ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan pendidikan yang lebih kontekstual dan bernilai, serta memberikan landasan konseptual bagi praktik kepemimpinan sekolah yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa depan.