Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL EMISI KARBON AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS PENDEKATAN IPCC DAN GIS DI PROVINSI BENGKULU Darmatama, Iman; Wulandari, Trinita; M, Devianri.; Vioni; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan menjadi penyebab utama peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor LULUCF, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mengalami tekanan akibat konversi hutan menjadi perkebunan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penggunaan lahan, menghitung emisi karbon, serta memetakan distribusi spasial emisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Stock-Difference berbasis IPCC yang diintegrasikan dengan GIS, menggunakan data tutupan lahan 2015 dan 2025 dari KLHK serta citra Landsat 8–9. Hasil validasi menunjukkan akurasi 88% dengan koefisien Kappa 0,84. Deforestasi mencapai 98.450 hektar selama periode penelitian, menghasilkan emisi sebesar 46,89 juta ton CO₂ atau rata-rata 4,69 juta ton per tahun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar ±20,5% dibandingkan periode sebelumnya. Hotspot emisi teridentifikasi di Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kepahiang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian deforestasi, restorasi lahan, dan integrasi nilai karbon dalam perencanaan pembangunan untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030.
PEMODELAN SPASIAL MULTI-TEMPORAL DEFORESTASI UNTUK EVALUASI KESESUAIAN TATA RUANG DI PROVINSI BENGKULU Iman Darmatama; Trinita Wulandari; Devianri. M; Vioni; Reflis
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.458

Abstract

Deforestasi dan perubahan tutupan lahan merupakan permasalahan utama dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di wilayah tropis yang mengalami tekanan konversi lahan yang tinggi. Namun, sebagian besar penelitian masih bersifat deskriptif dan belum mengintegrasikan analisis perubahan tutupan lahan dengan evaluasi kesesuaian tata ruang secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika deforestasi dan mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan ruang menggunakan pendekatan pemodelan spasial multi-temporal berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini mengembangkan model spasial sebagai bagian dari sistem pendukung keputusan (Decision Support System/DSS) dengan menggunakan data tutupan lahan tahun 2015, 2020, dan 2025, di mana data tahun 2025 merupakan hasil proyeksi model spasial, serta peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bengkulu. Analisis dilakukan melalui tahapan change detection, matriks transisi tutupan lahan, analisis distribusi spasial, dan overlay kesesuaian tata ruang. Data tutupan lahan diperoleh dari peta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tutupan hutan menurun dari 716.451 ha pada tahun 2015 menjadi 643.961 ha pada tahun 2025 (±10,12%). Konversi hutan menjadi perkebunan dan pertanian merupakan penyebab utama deforestasi. Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang sebesar ±40.000 ha, terutama pada kawasan lindung. Model yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi ≥85% dengan nilai Kappa >0,75. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pemodelan spasial multi-temporal dapat digunakan sebagai alat evaluasi kebijakan berbasis data serta sistem pendukung keputusan dalam rekayasa lingkungan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.