Tantangan dalam pemberdayaan guru senior di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan seperti perbedaan usia dan pengalaman kerja menimbulkan kesenjangan kemampuan adaptasi sehingga diperlukan kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menganalisis kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SD Negeri 34 Pontianak Kota dalam upaya meningkatkan kinerja guru, 2) menganalisis kinerja guru di SD Negeri 34 Pontianak Kota, 3) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dari penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SD Negeri 34 Pontianak Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan terdiri dari 1 kepala sekolah dan 9 guru kelas, termasuk tiga guru dari Fase A, tiga dari Fase B, dan tiga dari Fase C. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, dan dianalisis menggunakan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi Untuk keabsahan data menggunakan member check dan triangulasi sumber, waktu dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional diimplementasikan melalui visi yang jelas, komunikasi yang konsisten, pemberdayaan guru, dan supervisi yang mendukung untuk meningkatkan kinerja guru. Praktik-praktik ini berkontribusi pada kinerja guru yang umumnya memuaskan, khususnya dalam perencanaan pembelajaran dan manajemen kelas. Kepemimpinan transformasional secara positif mendukung kinerja guru, tetapi perlu dilengkapi dengan pengembangan profesional yang terdiferensiasi untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan.