Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Siswa Melalui Edukasi Kesehatan Bahaya Formalin dan Boraks pada Makanan di SD Muhammadiyah 2 Garut Soni, Dang; Aulia, Ira; Aeni, Naila Nur; Putri, Pingka; Nabila, Nazwa; Fikri, Muhammad; Tegar, Muhammad; Lubis, Novriyanti
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22038

Abstract

Kebiasaan konsumsi jajanan pada anak sekolah dasar memerlukan perhatian khusus karena tingginya peredaran jajanan rendah gizi serta potensi penggunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks. Kurangnya pengetahuan mengenai keamanan pangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SD Muhammadiyah 2 Garut mengenai karakteristik jajanan sehat serta bahaya bahan tambahan pangan berbahaya. Metode pelaksanaan meliputi registrasi, pre-test, ceramah interaktif, demonstrasi uji formalin dan boraks pada sampel bakso dan sosis, post-test serta pembagian flyer. Peserta kegiatan berjumlah 24 siswa kelas VI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, dari nilai rata-rata pre-test sebesar 85,84% menjadi 100% pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif yang memadukan materi visual dan demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Melalui demonstrasi, siswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali ciri makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Kesimpulannya, kegiatan PKM berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang jajanan sehat serta bahaya formalin dan boraks. Kegiatan edukasi berbasis demonstrasi terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman anak sekolah dasar. Untuk mendukung keberlanjutan dampaknya , disarankan agar sekolah melakukan edukasi lanjutan secara berkala, meningkatkan pengawasan kantin, serta melibatkan orang tua dalam mendorong kebiasaan konsumsi jajanan yang lebih sehat, aman dan bergizi.