Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Literasi Digital Generasi Z dalam Membangun Karakter di Era Digital di SMA Negeri 6 Palu Husain , Sulfitri; Priskilla, Reyva Alviona; Pradana, Angga; Monggilo, Dwi Maya Loka Zainuddin; Oktaviani, Faradila; Irgi, Mohammad
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.299

Abstract

This study examines the law-and-economics implications of Indonesia’s minimum investment threshold regulation for foreign direct investment (FDI) and its relationship with tax base erosion risks within the evolving global fiscal governance framework. The minimum investment policy under Government Regulation No. 5 of 2021 and BKPM Regulation No. 4 of 2021 aims to enhance investment quality and safeguard national economic interests; however, administrative-oriented compliance without substantive economic presence may create structural opportunities for corporate restructuring and Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) practices. Employing a normative juridical methodology with statutory, conceptual, and comparative approaches, supported by secondary data from BKPM, the Directorate General of Taxes, and OECD frameworks, this research finds that minimum investment regulation constitutes a legitimate exercise of the state’s right to regulate under international investment law. Nevertheless, fragmented institutional coordination between investment and tax authorities generates regulatory arbitrage risks and cross-border profit shifting. The study highlights the need for integrated governance between investment and tax regimes, substance-over-form enforcement, and alignment with the Global Minimum Tax framework to strengthen fiscal sovereignty and equitable tax outcomes Abstrak Penelitian ini menganalisis implikasi hukum ekonomi dari pengaturan nilai investasi minimum Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap risiko erosi basis pajak di Indonesia dalam konteks reformasi tata kelola fiskal global. Kebijakan nilai investasi minimum yang diatur dalam PP No. 5 Tahun 2021 dan Peraturan BKPM No. 4 Tahun 2021 bertujuan meningkatkan kualitas investasi dan menjaga kepentingan ekonomi nasional, namun berpotensi menciptakan celah strukturisasi korporasi dan praktik Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) apabila implementasinya lebih berorientasi administratif dibanding substansi ekonomi riil. Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, didukung data sekunder dari BKPM, Direktorat Jenderal Pajak, dan OECD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nilai investasi minimum merupakan manifestasi hak negara untuk mengatur (right to regulate), tetapi lemahnya koordinasi antara otoritas investasi dan perpajakan membuka peluang regulatory arbitrage dan profit shifting lintas yurisdiksi. Studi ini menegaskan pentingnya harmonisasi rezim hukum investasi dan perpajakan melalui integrasi kelembagaan, penerapan prinsip substance over form, serta sinkronisasi dengan kebijakan Pajak Minimum Global untuk memperkuat kedaulatan fiskal dan keadilan pajak. Kata kunci: Penanaman Modal Asing, Nilai Investasi Minimum, Erosi Basis Pajak, BEPS, Pajak Minimum Global.
Optimalisasi Peran Organisasi Kepemudaan IPMIL Raya Palu dalam Pengembangan Kewirausahaan Suasa, Suasa; Husain, Sulfitri; Rusdin, Rusmawaty Bte; Priskilla, Reyva Alviona; Sholihin, Fitri; Faisal, Fathur Rahman
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.300

Abstract

This study aims to optimize the role of the youth organization, the Indonesian Student Association of Luwu Raya (IPMIL Raya) Palu, in developing student entrepreneurship. This research used qualitative methods with a participatory approach, combined with a community service model based on empowerment. Data collection was conducted through observation, focus group discussions (FGDs), and documentation of entrepreneurial activities involving IPMIL Raya Palu members. The empowerment process was implemented through three main stages: strengthening production, business management, and digital-based marketing. The results showed an increase in understanding and a shift in the mindset of organization members from job seekers to job creators. This activity also encouraged the emergence of business ideas based on local potential, particularly in the culinary and creative services sectors, and strengthened the organization's capacity as a student entrepreneurship incubator. Furthermore, the involvement of alumni as mentors opened up opportunities for strengthening business networks and accessing capital. This study concludes that youth organizations play a strategic role in building a sustainable student entrepreneurship ecosystem through a collaborative and community-based approach.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran organisasi kepemudaan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL Raya) Palu dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif, yang dipadukan dengan model pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi kelompok terarah (FGD), dan dokumentasi kegiatan kewirausahaan yang melibatkan anggota IPMIL Raya Palu. Proses pemberdayaan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penguatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan pola pikir anggota organisasi dari orientasi pencari kerja menuju pencipta lapangan kerja. Kegiatan ini juga mendorong lahirnya ide-ide usaha berbasis potensi lokal, khususnya pada sektor kuliner dan jasa kreatif, serta memperkuat kapasitas organisasi sebagai inkubator kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, keterlibatan alumni sebagai mentor membuka peluang penguatan jejaring usaha dan permodalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas. Kata kunci: organisasi kepemudaan, kewirausahaan, mahasiswa, pemberdayaan ekonomi.