Ika Keumala Fitri
Chemistry Study Program, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka, Rawamangun, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13220, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Wilayah MGMP Kimia Jakarta melalui Implementasi E-Modul Kimia Berbasis STEM dan Etnosains Nurjayadi, Muktiningsih; Wulandari, Meyliana; Hati, Futi Kusuma; Fitri, Ika Keumala; Fatimah, Siti; Nur’aini, Ruhul Aflah; Purnama, Yaktiva Dwi; Erliasna, Emia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22706

Abstract

Background: Madrasah Aliyah (MA) menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan sarana praktikum yang berdampak pada optimalisasi pembelajaran kimia. Pemanfaatan e-modul berbasis STEM dan etnosains menjadi alternatif inovatif, namun implementasinya masih memerlukan penguatan kompetensi guru. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru kimia MA yang tergabung dalam MGMP Kimia Jakarta melalui pelatihan dan pendampingan implementasi e-modul generasi keempat berbasis STEM-POGIL, STEM–Case Based Learning, dan etnosains pada materi laju reaksi, koloid, dan larutan penyangga. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan blended learning berupa pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pendampingan kepada guru kimia Madrasah Aliyah yang tergabung dalam MGMP Kementerian Agama DKI Jakarta. Materi meliputi penggunaan e-modul kimia generasi keempat berbasis STEM-POGIL pada materi laju reaksi, STEM–Case Based Learning pada koloid, serta pendekatan etnosains pada larutan penyangga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, serta kuesioner tertutup dan terbuka. Hasil:  Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan dominasi skor post-test sebesar 100% pada sebagian besar indikator dibandingkan pre-test yang masih berada pada rentang 60–70% pada beberapa butir, serta tidak adanya peserta dengan skor di bawah 60 pada akhir kegiatan. Tingkat kepuasan peserta juga berada pada kategori sangat baik (88,3–98,3%), terutama pada aspek penguasaan materi narasumber (98,3%) dan pemahaman materi (97,2%). Kesimpulan: Meskipun demikian, implementasi di sekolah masih menghadapi kendala infrastruktur dan kebijakan internal, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan e-modul berbasis STEM dan etnosains secara lebih merata dan berkelanjutan.
Molecular Docking Insights into EDTA and Tween-20-Induced Inhibition of Lysozyme in Bacterial DNA Isolation Buffers Ika Keumala Fitri; Meredith Jannaatu 'Adn; Tegar Cahya Widodo; Muktiningsih Nurjayadi; Futi Kusuma Hati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 12 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.121.03

Abstract

The efficiency of bacterial deoxyribonucleic acid (DNA) isolation is a critical bottleneck in Polymerase Chain Reaction (PCR) based pathogen detection. This study investigates the potential inhibitory effects of standard lysis buffer components, including ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA), Tris base, and Tween-20, on Hen Egg White Lysozyme (HEWL) to address the low DNA yields observed in a locally developed isolation kit. Molecular docking simulations were performed using AutoDock 4.2.6. The protocol was validated by redocking the native ligand, which established the suitability of a 60x60x60 Å grid box. The results revealed that EDTA binds with high affinity, with an intermolecular energy of -6.44 kcal/mol, and interacts with crucial anchoring residues Trp62 and Asp101. Notably, the hydrophobic tail of Tween-20 exhibited the strongest binding (-7.12 kcal/mol), penetrating the active cleft and blocking the catalytic residue Glu35. Conversely, Tris base and the hydrophilic head of Tween-20 showed weaker, less stable interactions. These findings suggest a dual-inhibition mechanism in which EDTA blocks substrate access, while Tween-20 hinders the catalytic center. This study provides a molecular explanation for the kit's reduced performance and highlights the need for buffer optimization.