Hermanto, Darent Aditya Nasario
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH DUA JAM POSTPRANDIAL SETELAH KONSUMSI KURMA AJWA DAN PISANG AMBON PADA INDIVIDU SEHAT Faaz, Muh Azzam; Harun, Haerani; Rachmat, Nihayatul Khoiriyah; Yanti, Riska; Hermanto, Darent Aditya Nasario; Towidjojo, Vera Diana; Sofyan, Asrawati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.37827

Abstract

Pemilihan jenis buah memengaruhi respons glikemik postprandial yang esensial dalam pencegahan gangguan metabolisme glukosa. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan langsung respons glikemik dua jam postprandial antara konsumsi porsi lazim kurma Ajwa dan pisang Ambon pada individu sehat menggunakan desain quasi-eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh konsumsi porsi lazim kurma Ajwa (tiga butir) dan pisang Ambon (satu buah) terhadap kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) pada individu sehat. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif berdesain quasi-eksperimental (two-group pretest-posttest) ini melibatkan 92 responden sehat (52 kelompok kurma; 40 kelompok pisang) melalui consecutive sampling. Setelah berpuasa 8–10 jam, glukosa darah puasa (GDP) diukur menggunakan glucometer POCT. Subjek kemudian diberikan intervensi buah dan diukur kembali GD2PP-nya tepat dua jam pascakonsumsi. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Kelompok pisang menunjukkan rerata GDP 89,03±6,98 mg/dL dan GD2PP 88,68±8,06 mg/dL tanpa perbedaan bermakna (P-value=0,673). Kelompok kurma menunjukkan penurunan signifikan dari GDP 92,67±8,67 mg/dL menjadi GD2PP 89,25±9,60 mg/dL (p=0,010). Terdapat perbedaan perubahan kadar glukosa (ΔGD2PP) yang signifikan secara statistik antara kelompok pisang (-0,35±5,20 mg/dL) dan kurma (-3,42±9,28 mg/dL) dengan nilai p=0,048. Konsumsi kurma Ajwa memberikan respons glikemik yang secara statistik lebih rendah dibandingkan pisang Ambon. Kedua jenis buah ini terbukti aman dan tidak memicu hiperglikemia postprandial, sehingga dapat direkomendasikan untuk menjaga stabilitas glukosa darah pada individu sehat.
PERBEDAAN MCV (MEAN CORPUSCULAR VOLUME) DAN MCH (MEAN CORPUSCULAR HEMOGLOBIN) SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA PADA PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) Tanan, Jeremy; Harun, Haerani; Amus, Dzaki Ahmad Fahrezi; Sulistiana, Ria; Anggara, Ary; Hasannudin, Hasannudin; Hermanto, Darent Aditya Nasario
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.38257

Abstract

Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahun. Gagal ginjal kronik (GGK) pada akhirnya memerlukan terapi hemodialisa (HD) sebagai penanganan utama yang dapat memengaruhi berbagai parameter darah. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis dampak akut satu sesi HD terhadap stabilitas indeks eritrosit, khususnya MCV dan MCH, yang masih menunjukkan hasil inkonsisten pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat perubahan signifikan pada parameter MCV dan MCH setelah satu sesi HD. Metode yang digunakan adalah desain observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 30 sampel yang diperiksa sebelum dan satu jam setelah prosedur HD melalui pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P-value untuk MCV sebesar 0,642 dan MCH sebesar 0,155 (p 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kedua parameter tersebut setelah satu sesi HD. Kesimpulannya, prosedur hemodialisa tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap parameter MCV dan MCH secara akut dalam satu sesi tunggal, sehingga indeks eritrosit relatif stabil selama prosedur berlangsung.