Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan lembar kerja praktikum yang terintegrasi dengan Virtual Laboratory PhET berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi, serta mengetahui peningkatan pemahaman konsep mahasiswa pada materi Hukum Archimedes. Hukum Archimedes merupakan salah satu konsep fundamental dalam fisika dasar yang berkaitan dengan gaya apung serta fenomena terapung, melayang, dan tenggelam. Pemahaman konseptual yang kuat diperlukan agar mahasiswa mampu menghubungkan representasi matematis dengan fenomena fisis secara komprehensif. Oleh karena itu, integrasi laboratorium virtual PhET dalam lembar kerja praktikum dirancang untuk memfasilitasi eksplorasi konsep melalui simulasi interaktif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen penelitian berupa lembar validasi untuk menilai kelayakan lembar kerja praktikum oleh ahli media dan ahli materi, serta tes pemahaman konsep untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep mahasiswa. Analisis kelayakan produk menggunakan skala Likert, sedangkan peningkatan pemahaman konsep dianalisis menggunakan perhitungan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja praktikum terintegrasi Virtual Laboratory PhET pada Hukum Archimedes dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran fisika umum. Rerata skor penilaian dari ahli media sebesar 3,51 dan dari ahli materi sebesar 3,54 dengan kategori sangat baik. Selain itu, hasil uji pemahaman konsep menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan rata-rata skor n-gain sebesar 0,69 yang termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Virtual Laboratory PhET dalam pengembangan lembar kerja praktikum efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep Hukum Archimedes pada mahasiswa.