Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika dan Sikap Ilmiah Siswa di SMAN 2 Kota Bengkulu Silvia Anggri Wijaya; Rosane Medriati; Eko Swistoro
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 1 No. 3 Desember (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.816 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.3.28-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika dan peningkatan sikap ilmiah siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua jenis disain penelitian yang berbeda, yaitu Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design untuk melihat pengaruh model PBM terhadap kemampuan pemecahan masalah dan Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design untuk melihat pengaruh model PBM terhadap peningkatan sikap ilmiah. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kelas X MIPA C sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA D sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian untuk kemampuan pemecahan masalah dan angket untuk mengukur sikap ilmiah. Analisis pengaruh model PBM terhadap kemampuan pemecahan masalah dilakukan dengan perhitungan gain yaitu pengurangan rata-rata posttest dengan pretest, diperoleh hasil pengurangan sebesar 27,09, sedangkan analisis pengaruh model PBM terhadap peningkatan sikap ilmiah siswa dilakukan dengan uji-t dua sampel independen, dilihat dari skor rata-rata N-gain sikap ilmiah siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh thitung lebih besar dari ttabel yaitu 3,47 > 2,00 pada taraf signifikan (?=0,05). Maka dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat pengaruh model PBM terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika dan sikap ilmiah siswa di SMAN 2 Kota Bengkulu. Kata kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika, dan Sikap Ilmiah.
Pengembangan E-Module Gerak Harmonik Berbantuan Kvisoft Flipbook Maker Wijaya, Silvia Anggri
SAINTIFIK Vol 10 No 2 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v10i2.608

Abstract

Studi ini berfokus pada pengembangan e-modul fisika menggunakan Kvisoft Flipbook Maker untuk topik gerak harmonik pada getaran pegas. E-modul ini dirancang sebagai materi ajar tambahan untuk siswa kelas X SMA. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan 3-D (modifikasi dari model 4-D), meliputi tahapan Definisi, Desain, dan Pengembangan. Untuk mengukur kelayakan produk dan respons siswa, instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian produk dan angket respons siswa, dengan analisis data berbasis skala baku. Hasilnya menunjukkan bahwa e-modul gerak harmonik yang dikembangkan valid dan layak digunakan, serta mendapat respons sangat positif dari peserta didik.
Pelatihan Bela Negara untuk Meningkatkan Kompetensi dan Nasionalisme Mahasiswa PPG Universitas Cenderawasih Efendi, Rian; Mutaqin, Alim; Simorangkir, Agustina; M. Raidil; Wijaya, Silvia Anggri; Pamangin, Wilda Wijayani
Journal of Social and Community Service Vol. 3 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v3i2.170

Abstract

National defense training for prospective teachers is a strategic effort to develop resilient, disciplined educators with a strong sense of national identity. This article presents an evaluation of a community service program in the form of national defense training assistance for 21 students of the first cohort of the Teacher Professional Education (PPG) program at Cenderawasih University. The three-day program was conducted at the National Defense Education Depot, RINDAM XVII Cenderawasih, combining interactive lectures, simulations, and field practices such as drill regulations (PBB), ceremonial procedures, group dynamics, and field psychology. The experiential learning approach and collaboration with the military were key to the program's implementation. Evaluation through pretest-posttest and participatory observation revealed significant improvements: all participants (100%) achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM) in the posttest, compared to only 14.29%-38.10% in the pretest. The greatest improvement was in drill regulations (85.71%), followed by military honors (80.95%), and national insight (71.43%). Qualitatively, participants showed enhanced discipline, teamwork, confidence, and understanding of national values. Activities such as campfires and field psychology simulations further strengthened solidarity and leadership skills. This program demonstrates the effectiveness of integrating experience-based training and educational-military partnerships in preparing prospective teachers as agents of character development for the younger generation. The results recommend incorporating similar training models into the PPG curriculum to reinforce the academic, social, and nationalistic competencies of future educators.
IMPLEMENTASI SMART LAB: PEMANFAATAN QR CODE DALAM PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA SMA Pamangin, Wilda Wijayani; Simorangkir, Agustina; Wijaya, Silvia Anggri; Raidil, M.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34030

Abstract

Abstrak: Pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas seringkali menghadapi tantangan terutama dalam hal pengelolaan alat, bahan, serta jadwal penggunaan laboratorium. Selama ini, pengelolaan laboratorium masih menggunakan metode manual yang cenderung memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan pencatatan yang mempengaruhi kualitas dan kesiapan peserta didik dalam melakukan kegiatan praktikum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan sistem pengelolaan laboratorium berbasis QR Code di SMA YPK Diaspora Kotaraja. Sistem ini bertujuan mempermudah proses pendataan, peminjaman, dan pelacakan alat serta bahan laboratorium. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi kerja laboran dan guru IPA, sekaligus mengembangkan hardskill terkait teknologi digital dan softskill seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteraturan administrasi. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan pendampingan kepada enam guru IPA dan 40 siswa kelas XI di SMA YPK Diaspora, Kotaraja. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman guru dan siswa terhadap sistem QR Code. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengelolaan Lab berbasis QR Code merupakan inovasi yang dapat dengan mudah diadopsi di sekolah-sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa. Hal ini dibuktikan melalui survei sederhana yang diberikan pada guru-guru, dengan hasil 80% berada pada kategori baik dan Tingkat pemahaman peserta didik di atas 40% berada pada kategori sangat baik dan di atas 35% berada pada kategori baik.Abstract: Science laboratory management in high schools often faces challenges, especially in terms of managing equipment, materials, and laboratory usage schedules. Currently, laboratory management still uses manual methods that tend to be time-consuming and prone to recording errors that affect the quality and readiness of students in conducting practical activities. To overcome these problems, a QR Code-based laboratory management system was implemented at SMA YPK Diaspora Kotaraja. This system aims to simplify the process of data collection, borrowing, and tracking of laboratory equipment and materials. This activity also aims to improve the work efficiency of laboratory assistants and science teachers, while simultaneously developing hard skills related to digital technology and soft skills such as discipline, responsibility, and administrative order. The activity was carried out through counseling and mentoring for six science teachers and 40 grade 11 students at SMA YPK Diaspora, Kotaraja. Evaluation was carried out using a questionnaire to measure the level of teacher and student understanding of the QR Code system. The results obtained indicate that QR Code-based Lab management is an innovation that can be easily adopted in other schools facing similar challenges. This was proven through a simple survey given to teachers, with the results that 80% were in the good category and the level of student understanding above 40% was in the very good category and above 35% was in the good category.