Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Technology Support Needs in Foreign Language Learning Models for Learners with Disabilities to Support the Independent Learning Vocational Program Prasetyo Ery, Anda; Mukarramah Machmud; Muhammad Said; Muhammad Salim, Muhammad Arfin
Eduvelop: Journal of English Education and Development Vol 9 No 1 (2026): Eduvelop: Journal of English Education and Development
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/eduvelop.v9i1.5952

Abstract

The Independent Learning (Vocational) Program requires independence and practical skills, such as foreign language proficiency. To ensure that students with disabilities, particularly students who are Deaf (total deafness), can participate in the vocational environment, this study examines the necessary adaptive technologies and strategies. Limited participatory observation in the model trial class and document analysis (RPS and curriculum) were used in this qualitative case study. The focus of the observation was the use of visual media and technology, as well as identifying gaps in existing technological support. The results show that using a learning model is very effective in low-tech visual adaptation driven by lecturers' personal efforts. This includes the preparation of adaptive lesson plans (RPS), captioning, and consistent visualization. However, the analysis found that the high-tech gap results in a significant need for technological support (A4). There are certain communication barriers, particularly in verifying students' spontaneous cues (C1), because real-time voice-to-text conversion applications are not explicitly supported by the curriculum guidelines. To address miscommunication, the integration of real-time assistive tools is a top technological need. To achieve the goal of vocational program independence, adaptive practices must be reinforced with institutional policy mandates that ensure adaptive technology is available and used so that inclusion no longer depends on individual faculty autonomy.
Analysis of Technology Support Needs in Foreign Language Learning Models for Learners with Disabilities to Support the Independent Learning Vocational Program Anda Prasetyo Ery; Mukarramah Machmud; Muhammad Said; Muhammad Arfin Muhammad Salim
Eduvelop: Journal of English Education and Development Vol. 9 No. 1 (2026): Eduvelop: Journal of English Education and Development
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/eduvelop.v9i1.5952

Abstract

The Independent Learning (Vocational) Program requires independence and practical skills, such as foreign language proficiency. To ensure that students with disabilities, particularly students who are Deaf (total deafness), can participate in the vocational environment, this study examines the necessary adaptive technologies and strategies. Limited participatory observation in the model trial class and document analysis (RPS and curriculum) were used in this qualitative case study. The focus of the observation was the use of visual media and technology, as well as identifying gaps in existing technological support. The results show that using a learning model is very effective in low-tech visual adaptation driven by lecturers' personal efforts. This includes the preparation of adaptive lesson plans (RPS), captioning, and consistent visualization. However, the analysis found that the high-tech gap results in a significant need for technological support (A4). There are certain communication barriers, particularly in verifying students' spontaneous cues (C1), because real-time voice-to-text conversion applications are not explicitly supported by the curriculum guidelines. To address miscommunication, the integration of real-time assistive tools is a top technological need. To achieve the goal of vocational program independence, adaptive practices must be reinforced with institutional policy mandates that ensure adaptive technology is available and used so that inclusion no longer depends on individual faculty autonomy.
Potret Trend Pengunjung ke Daya Tarik Wisata Londa Kabupaten Toraja Utara Naila Ramadhani; Siti Kamelina Lapene; Muh Rusdi; Mukarramah Machmud
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v2i1.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi wisata terhadap minat berkunjung wisatawan ke Daya Tarik Wisata Londa di Kabupaten Toraja Utara. Londa merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Toraja yang memiliki nilai warisan budaya yang unik, khususnya berupa situs pemakaman tradisional dan budaya leluhur. Namun, efektivitas penyampaian informasi wisata masih menjadi tantangan dalam menarik minat wisatawan, terutama di era pariwisata digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring menggunakan Google Form kepada 50 responden. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan interpretasi skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap kualitas informasi wisata dan minat berkunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi wisata berada pada kategori tinggi, terutama pada aspek kejelasan informasi, kemudahan akses, dan daya tarik konten digital. Selain itu, minat berkunjung wisatawan juga berada pada kategori tinggi, yang dipengaruhi oleh informasi wisata yang informatif, akurat, dan menarik secara visual. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas informasi wisata memiliki peran penting dalam membentuk citra destinasi dan meningkatkan ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi budaya. Dengan demikian, peningkatan kualitas informasi wisata menjadi strategi penting dalam tourism marketing dan destination branding, khususnya pada destinasi wisata budaya seperti Londa. Penguatan promosi digital, pengembangan konten kreatif, serta penyampaian informasi yang akurat dan menarik direkomendasikan untuk meningkatkan minat berkunjung wisatawan serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pengembangan Paket Wisata Budaya yang Marketable di Bori Kalimbuang, Kabupaten Toraja Utara, sebagai Upaya Mendukung Layanan Pariwisata Berkelanjutan Nayla Husna Nur Ubay; Agung Prasetyo; Mukarramah Machmud; Windra Aini; Hasrul
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v1i2.1358

Abstract

Bori Kalimbuang merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Toraja Utara yang memiliki keunikan warisan budaya, nilai sejarah, dan daya tarik megalitik yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paket wisata budaya di Bori Kalimbuang sebagai destinasi wisata budaya yang layak dipasarkan sebagai upaya mendukung layanan pariwisata berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form. Sebanyak 81 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah mengunjungi Toraja dan Bori Kalimbuang, serta memperoleh informasi destinasi melalui media sosial. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Bori Kalimbuang memiliki potensi yang kuat untuk dikembangkan sebagai paket wisata budaya karena didukung oleh keunikan atraksi budaya, nilai sejarah, serta kontribusinya terhadap pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Namun demikian, aspek aksesibilitas, fasilitas wisata, dan penyediaan layanan interpretasi budaya masih perlu ditingkatkan guna meningkatkan pengalaman wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara warisan budaya, partisipasi masyarakat, kualitas layanan (hospitality service), dan strategi pemasaran digital dapat memperkuat daya saing Bori Kalimbuang sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan.