Mulyono, Muhammad Riski
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI PENGAJIAN KITAB BIDAYATUL HIDAYAH Mashluchah, Luluk; Faisol, Achmad; Azizah, Malinda; Mulyono, Muhammad Riski
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/alashr.v8i2.2656

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan pada era globalisasi ini telah menjadikan situasi dunia menjadi transparan, sekat antara budaya bangsa sudah mulai hilang sehingga berakibat pada mudahnya budaya asing mempengaruhi budaya lain. Untuk membentengi dari hal yang negatif, maka perlu sebuah penanganan yang serius berupa pembinaan akhlak melalui pendidikan agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tahap transformasi internalisasi, tahap transaksi dan tahap trans-internalisasi nilai pendidikan akhlak melalui pengajian kitab Bidayatul Hidayah Kelas VIII Putri MTs Unggulan Nuris Jember Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa proses yang digunakan dalam mentransfromasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam berupa ceramah (mau'idzah), cerita dan mengambil ibroh, serta metode sorogan. Proses ini digunakan untuk mentransformasikan nilai-nilai akidah, syari’ah dan akhlak. Dimana pada tahap ini diajarkan bagaimana mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Sehingga siswa mengetahui dan memahami betul apa diajarkan oleh guru dan apa yang diajari oleh siswa itu sendiri atau melalui diskusi. Pada tahap transaksi nilai-nilai pendidikan akhlak, ditunjukkan pada langkah-langkah berupa pembiasaan dan pemberian hukuman. Pembiasaan ini diterapkan dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam baik dalam akidah, syari’ah dan akhlak. Selanjutnya Dalam tahap transinternalisasi nilai, yang paling berpengaruh adalah keteladanan. Hal ini ditunjukkan pada keteladanan yang dicontohkan langsung oleh pengasuh dan guru. Keteladanan tersebut berupa bagaimana beribadah kepada Allah SWT, bagaimana menjalankan perintah syari’at dan bagaimana berperilaku baik kepada sesama. Kesimpulan penelitian ini, yaitu bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak melalui pengajian Kitab Bidayatul Hidayah ditunjukkan pada beberapa proses antara lain, transformasi nilai pendidikan islam berupa ceramah, cerita, dan sorogan, transaksi nilai berupa pembiasaan dan pemberian hukuman, dan trans internalisasi nilai yang ditunjukkan oleh akhlak yang dicontohkan langsung oleh pengasuh dan para guru.  
The Implementation of Make-a-Match Cooperative Learning in Improving Elementary Students’ Cognitive Engagement in Islamic Cultural History Learning Jasuli; Ulfa, Maria; Mulyono, Muhammad Riski
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 3 (2026): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v7i3.1395

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Make-a-Match cooperative learning in improving elementary students’ cognitive engagement in Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam/SKI) learning. The research focuses on examining the planning, implementation, and evaluation processes of the learning strategy and its impact on students’ participation, interaction, and understanding during classroom activities. This study employed a qualitative descriptive approach conducted at MI Ar-Roudhoh Patrang Jember, Indonesia, involving one Islamic Cultural History teacher and 26 fifth-grade students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that the implementation of Make-a-Match cooperative learning significantly improved students’ cognitive engagement and classroom participation. During the learning process, students actively participated in collaborative activities, including searching for matching cards, discussing concepts, answering questions, and explaining historical materials. The method also increased students’ motivation, communication skills, and conceptual understanding of the exemplary story of Uthman bin Affan. In addition, students’ daily test scores improved after the implementation of the cooperative learning strategy, with most students achieving scores above the minimum mastery criterion (Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM). The novelty of this study lies in its focus on cognitive engagement within Islamic Cultural History learning at the elementary madrasah level. This study contributes theoretically to the discourse of cooperative learning and student engagement in Islamic education while practically offering an innovative instructional strategy for creating interactive, student-centered, and meaningful learning environments.