Ritonga, Ada Rudiansyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aksi Hijau Sinergi Konservasi dan Edukasi di Lahan Pemakaman: Gerakan Satu Juta Bibit Matoa sebagai Model Rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau di TPU Muslim Simalingkar B, Medan pada Hari Bumi Ke-55 Sihaloho, Martha Adiwaty; Lubis, Fiqi Alfisar; Mazlina, Mazlina; Riyanti, Riyanti; Koryati, Try; Ritonga, Ada Rudiansyah; Yunidawati, Wiwik; SAS, Bambang; Purba, Eliakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3788

Abstract

Hari Bumi ke-55 tahun ini diperingati dengan "Gerakan Penanaman 1 Juta Bibit Matoa" sebagai wujud tanggung jawab kolektif dalam merawat kelestarian bumi dan merespons krisis iklim serta kerusakan alam. Kegiatan ini merupakan sinergi konservasi dan edukasi, khususnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Simalingkar B, Medan, sebagai model rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH). TPU Muslim Simalingkar B dipilih karena ketersediaan lahan terbuka yang luas namun masih tandus, menyebabkan suhu tinggi, degradasi tanah, dan menurunnya fungsi ekologis. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan berbagai mitra seperti pemerintah daerah (Kementerian Agama Kota Medan, Pemerintah Kota Medan, BPDASHL Asahan), komunitas (Fosil BKMI Kota Medan, Perwaku, Fordas Wampu Ular), perguruan tinggi (Universitas Amir Hamzah, Universitas Tjut Nyak Dhien), dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pelatihan, penanaman, pemeliharaan dan monitoring, serta edukasi berkelanjutan. Hasil utama kegiatan ini mencakup penanaman 1.000 bibit matoa di TPU Muslim Simalingkar B, terbentuknya area percontohan penghijauan TPU, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, mahasiswa, dan mitra dalam teknik penanaman dan pemeliharaan pohon matoa. Dampaknya termasuk peningkatan fungsi ekologis lahan pasif, implementasi keilmuan Program Studi Agroteknologi, peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta terjalinnya kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan kegiatan dinilai dari partisipasi masyarakat dan kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, merupakan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.