Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Advokasi Revolusi Mental ASN Kota Jayapura: Peningkatan Kapasitas ASN Untuk Akselerasi Pembangunan Ekonomi Daerah Akbar Silo; Alfani Laura Harikedua; Fadly Yizhar; Rut Penina Somisu
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4229

Abstract

Abstract: The 2024 Bureaucratic Reform Index (IRB) of Jayapura City, categorized as "CC", reflects sub-optimal civil servant management and public service quality, rooted in weak work culture and organizational capacity. This Community Service activity aims to enhance civil servants' understanding of the strategic position of Mental Revolution in bureaucratic reform through the lens of Public Value Governance. The method used is participatory advocacy through material presentation and Focused Group Discussion (FGD) involving the Government Division, Inspectorate, and Organization and Management Division of the Jayapura City Regional Secretariat. The results showed an increase in collective understanding among civil servants regarding the importance of behavioral transformation for substantive public services. The concrete output of this activity is the presentation of strategic recommendations containing proposals for the 2025-2030 Mental Revolution roadmap and the reorientation of training curricula based on local competencies. In conclusion, strengthening integrity, work ethic, and mutual cooperation through this approach serves as a strategic foundation to reinforce governance and increase public value in Jayapura City. Keywords: civil servant; mental revolution; participatory advocacy; public value governance; bureaucratic reform. Abstrak: Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kota Jayapura tahun 2024 yang berada pada kategori "CC" mencerminkan belum optimalnya manajemen ASN dan kualitas pelayanan publik, yang berakar pada lemahnya budaya kerja dan kapasitas organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai posisi strategis Revolusi Mental dalam reformasi birokrasi melalui lensa Public Value Governance. Metode yang digunakan adalah advokasi partisipatif melalui paparan materi dan diskusi terfokus (Focused Group Discussion) yang melibatkan Bagian Pemerintahan, Inspektorat, dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kota Jayapura. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kolektif ASN mengenai pentingnya transformasi perilaku untuk pelayanan publik substantif. Output nyata kegiatan ini berupa paparan rekomendasi strategis terkait roadmap Revolusi Mental ASN 2025-2030 dan reorientasi kurikulum diklat berbasis kompetensi lokal. Kesimpulannya, penguatan integritas, etos kerja, dan gotong royong melalui pendekatan ini menjadi fondasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai publik di Kota Jayapura. Kata kunci: advokasi partisipatif; ASN; public value governance; reformasi birokrasi; revolusi mental.
Edukasi dan Literasi Pangan Lokal Papua: Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan PURPLE COW Strategy Satria Agus Palobo Satria; Adonia Elyoenai Seno; Maria I. Yawanadare; Marlina C. Dametow; Lince Tabuni; Maryetha Pascalina Angel Kawer; Fadly Yizhar; Klara Wonar; Fatma Yunus; Ryan Arif Turohim; Alvin Meradje; Kurniawan Patma
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan edukasi pangan lokal Papua melalui penerapan PURPLE COW Strategy yang menekankan inovasi, diferensiasi, dan penciptaan daya tarik unik produk. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Papua, dengan melibatkan 15 pelaku usaha pangan lokal sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis potensi, pelatihan kreatif, pendampingan pemasaran digital, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam menciptakan produk pangan lokal yang inovatif dan bernilai tambah, menerapkan strategi pemasaran kreatif berbasis storytelling budaya, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan edukasi konsumen. Produk yang terdiferensiasi secara signifikan mampu meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PURPLE COW Strategy efektif dalam pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi pangan lokal, serta penguatan keberlanjutan usaha berbasis budaya.